Senin, 27 Februari 2017

You Are In Your Time Zone


Renungan pagi.....

Hari ini saya ingin share sebuah artikel yang bagus sekali, untuk bisa membuat hidup kita lebih baik dan bahagia....

so bagi siapa saja yang ingin hidupnya lebih baik, sukses dan bahagia maka bacalah tulisan ini dengan seksama sampai akhir.

Sahabatku,

Mengapa semua agama mengajarkan pada kita bahwa kita tdk perlu iri pada pencapaian atau kesuksesan orang lain..?

inilah penjelasan logisnya....

Waktu New York 3 jam lebih cepat dari California tapi bukan berarti waktu di California lambat, atau waktu di New York lebih cepat. Kedua2nya berjalan sesuai dengan waktu nya masing2.

Ada orang yang sudah jadi CEO/Direktur di umur 25 dan kemudian meninggal di umur 50, sementara yang lain baru jdi CEO diumur 50 dan hidup sampai umur 90 (Kolonel Sanders KFC dan Thomas Watson IBM).

Jadi ternyata setiap org punya jalannya masing2 berdasarkan Time zone nya.

Ada org yg masih jomblo. Tapi ada juga org yg sudah menikah dan menunggu 10 tahun sblm punya anak. Padahal ada org lain yang sudah punya anak di satu tahun pernikahan mereka seelah menjomblo selama 10 tahun.

Ada yang wisuda diumur 22 tahun, tapi menunggu 5 tahun sblm mencari/mendapat pekerjan yang pas/cocok. Disisi lain, ada yg baru wisuda diumur 27 tahun dan sudah langsung punya pekerjaan yang cocok.

Setiap org memiliki apa yang dia inginkan sesuai dengan garis tangannya dan pada fase nya masing2.

Teman kerja, sahabat, bahkan yang lebih muda darimu bisa jadi terlihat jenjang karirnya satu langkah lebih maju darimu. Tapi beberapa bahkan ada yang kelihatan lebih lama darimu.

Setiap org di dunia ini berproses pada fase nya masing2, lahannya masing2, dan pada waktunya masing2.

Tuhan punya rencana yang berbeda pada setiap hambanya. Waktu lah pembedanya. Obama pensiun di usia 55 tahun, sedangkan Trump baru menjabat diusia 70 tahun.

Jangan cemburu atau menghina mereka, kerena itu lah waktu mereka.
Kini waktumu ada padamu.

Sabar dan kuatlah , dan percaya pada dirimu. Segala sesuatunya terjadi untuk kebaikanmu.

Kamu tidak pernah terlambat.. kamu tidak juga terlalu cepat... kamu sangat tepat waktu !  

Jadi tak perlu membandingkan diri kita dengan orang lain, tak perlu mengukur dan membandingkan kesuksesan kita dengan orang lain bahkan jika itu saudara kandungmu sendiri.

Karena kita memiliki zona waktu kita masing-masing, itulah yang selama ini orang menyebutnya sebagai TAKDIR.

Dan takdir setiap orang tidak ada yang sama, namun selalu tepat waktu dan yang terbaik bagi orang tersebut. 

Percayalah semua akan indah pada waktunya, jika sekarang belum terasa indah berarti belum tiba waktunya.  Jadi teruslah berusaha sampai tiba waktunya.

You Are In Your Time Zone...

Selamat menjalani hari ini dengan penuh semangat !

Sabtu, 25 Februari 2017

3 Tips Public Speaking Dari Para Motivator

3 Tips Public Speaking Dari Para Motivator

Belajar Public Speaking bisa dari siapa saja, salah satunya adalah dari para Motivator.

Seorang Motivator biasanya pandai bercerita. Cerita mereka bisa membuat Anda tersentuh, termotivasi, atau terinspirasi sehingga Anda akan kembali bersemangat untuk mencapai semua tujuan Anda.

Semua orang pun bisa bercerita bukan ? Tapi mengapa kalau kita mendengar cerita dari motivator rasanya berbeda ? Walau kita duduk berjam-jam rasanya tanpa bosan sedikit pun.

Cermati 3 tips dari motivator ini, dan terapkan saat Anda ada kesempatan untuk berbicara di depan umum, semoga sukses

*1. Mereka Membuat Anda Mendengar Anda*
Motivator kondang tidak membuat Anda hadir untuk mendengarkan mereka tetapi mereka membuat Anda hadir untuk mendengarkan diri Anda sendiri.

Layaknya Seorang ahli hipnotis mereka akan membuat Anda terbuai dengan cerita Anda sendiri.

*2. Mereka Menghadirkan Dialog*
Seorang Motivator bercerita tidak selalu hanya dengan narasi, tetapi ada dialog yang mereka hadirkan. Kenapa dialog menjadi penting ? Karena dialog akan membawa Anda merasakan dan melihat langsung karakter yang ada di dalam cerita.

*3. Menempatkan Diri dalam Kesetaraan*
Seorang Motivator selalu menempatkan diri sama dengan Anda, mereka tidak bercerita kesuksesan mereka semata. Mereka berusaha menjadi sahabat di perjalanan atau teman untuk berdiskusi.

Mereka memilih bercerita perihal proses, jatuh bangun, kegagalan dan seterusnya daripada harus membanggakan keberhasilan mereka.

Bagaimana menurut Anda apakah 3 tips tadi bisa jadi semangat bagi Anda untuk berani berbicara di depan umum ?

Rabu, 22 Februari 2017

Jump

*JUMP – Just Unleash My Potential*

Impala / sejenis rusa di Afrika adalah salah 1 hewan tergesit di dunia. Di alam bebas, mereka bisa melompat setinggi > 3 m & jauhnya > 9 m.

Namun di kebun binatang, kandang mereka ternyata cukup dibatasi tembok setinggi 1 meter (tinggi tubuh impala jantan dewasa < 90 cm). Anehnya, impala itu tidak pernah keluar dari kandangnya. Padahal bukankah seharusnya dengan kemampuannya tadi, ia bisa dengan sangat mudah melompati tembok itu?

Selidik punya selidik, ternyata, Impala tersebut tidak mau melompat jika ia tidak bisa melihat tempat ia akan mendarat.

Sesungguhnya ada banyak orang juga seperti ini. Mereka begitu takut untuk mengambil risiko karena mereka takut akan ketidakpastian. Mereka begitu takut akan kegagalan yang mungkin terjadi. Failure is not an option, tdk boleh ada kata gagal, demikian prinsip yang mereka pegang. Padahal kegagalan-kegagalan itu merupakan stepping point untuk kita melangkah lebih jauh dan Karena pengalaman itulah kita bisa maju & berhasil.

Pertanyaannya, pernahkah kita benar-benar tahu pasti apa yg akan terjadi di masa depan, bahkan semenit ke depan? Tidak pernah ada yang tahu bukan? Pernahkah kita tahu pasti bahwa kita akan berhasil / kita pasti akan gagal?

Sesungguhnya kita tidak pernah 100% yakin. Namun, jika kita tidak pernah berani mengambil risiko hanya karena takut gagal, maka kita sudah mengambil risiko besar untuk tidak akan pernah mengalami kemajuan yang berarti. Seperti ilustrasi impala tadi, sering kali hanya karena takut gagal, potensi hebat pun bisa terkurung & sia-sia. Mencoba dan gagal lebih memberikan pelajaran berharga daripada tidak pernah berani mencoba karena takut gagal. Jika kita mencoba, kita tdk akan pernah tau.

Lihatlah beberapa tokoh-tokoh berhasil yang berhasil melompat (JUMP) ke dunia yang berbeda.

Jeff Bezos mempunyai karir yang sangat menarik di computer science di Wall Street sebelum dia tinggalkan dan masuk ke e-commerce serta mendirikan AMAZON diusia ke-31.

Arnold Schwarzenegger bahkan 2 kali melompat ke dunia yang berbeda. Pertama dia berpindah dari seorang atlit binaraga menjadi aktor legendaris lalu karirnya berpindah lagi menjadi gubernur California di th. 2003 pada usia ke 56.

Harland Sanders, dikenal sebagai Coloner Sanders memulai karirnya dith. 1906 sebagai seorang konduktor yang mengatur Tram (Street Cable Car). Kemudian dia masuk tentara hingga mendapat pangkat Kolonel. Setelah itu ia kerja dengan menjual asuransi dan masih banyak lagi kerjaan yang ditekuninya di masa mudanya. Di masa tuanya ketika ia berusia 62 tahun, ia mulai memasarkan resep asli ayam gorengnya hingga menjadi Kentucky fried chicken yang kita kenal sekarang ini.

Tidak ada yang tidak mungkin …. Hanya perlu keberanian saja untuk mengeksekusinya.

_”To succeed, jump as quickly at opportunities as you do at conclusions.”_ Benjamin Franklin

Unleash your power and let's JUMP higher...

Karir Bukan Segalanya

*KARIR BUKAN SEGALANYA*

Saya seorang ibu dengan 2 orang anak , mantan direktur sebuah Perusahaan multinasional. Mungkin anda termasuk orang yang menganggap saya orang yang berhasil dalam karir namun sungguh jika seandainya saya boleh memilih maka saya akan berkata kalau lebih baik saya tidak seperti sekarang dan  menganggap apa yang saya raih sungguh sia-sia.

Semuanya berawal ketika putri saya satu-satunya yang berusia 19 tahun baru saja meninggal karena overdosis narkotika.

Sungguh hidup saya hancur berantakan karenanya, suami saya saat ini masih terbaring di rumah sakit karena terkena stroke dan mengalami kelumpuhan karena memikirkan musibah ini.

Putera saya satu-satunya juga sempat mengalami depresi berat dan Sekarang masih dalam perawatan intensif sebuah klinik kejiwaan, dia juga merasa sangat terpukul dengan kepergian adiknya. Sungguh apa lagi yang bisa saya harapkan.

Kepergian Maya dikarenakan dia begitu guncang dengan kepergian Bik Inah pembantu kami.

Hingga dia terjerumus dalam pemakaian Narkoba.

Mungkin terdengar aneh kepergian seorang pembantu bisa membawa dampak Begitu hebat pada putri kami.

Harus saya akui bahwa bik Inah sudah seperti keluarga bagi kami, dia telah ikut bersama kami sejak 20 tahun yang lalu dan ketika Doni berumur 2  tahun.

Bahkan bagi Maya dan Doni, bik Inah sudah seperti ibu kandungnya sendiri.

Ini semua saya ketahui dari buku harian Maya yang saya baca setelah dia meninggal.

Maya begitu cemas dengan sakitnya bik Inah, berlembar-lembar buku hariannya berisi hal ini.

Dan ketika saya sakit (saya pernah sakit karena kelelahan dan diopname di  rumah sakit selama 3 minggu)

Maya hanya menulis singkat sebuah kalimat di buku hariannya "Hari ini Mama sakit di Rumah sakit" , hanya itu saja.

Sungguh hal ini menjadikan saya semakin terpukul.

Tapi saya akui ini semua karena kesalahan saya.

Begitu sedikitnya waktu saya untuk Doni, Maya dan Suami saya.

Waktu saya habis di kantor, otak saya lebih banyak berpikir tentang keadaan perusahaan dari pada keadaan mereka.

Berangkat jam 07:00 dan pulang di rumah 12 jam kemudian, bahkan mungkin lebih.

Ketika sudah sampai rumah rasanya sudah begitu capai untuk memikirkan urusan mereka.

Memang setiap hari libur kami gunakan untuk acara keluarga, namun  sepertinya itu hanya seremonial dan rutinitas saja, ketika hari Senin tiba saya dan suami sudah seperti "robot" yang terprogram untuk urusan kantor.

Sebenarnya ibu saya sudah berkali-kali mengingatkan saya untuk berhenti bekerja sejak Doni masuk SMA namun selalu saya tolak, saya anggap ibu terlalu kuno cara berpikirnya.

Memang Ibu saya memutuskan berhenti bekerja dan memilih membesarkan kami 6 orang anaknya.

Padahal sebagai seorang sarjana ekonomi karir ibu waktu itu katanya sangat  baik.

Dan ayahpun ketika itu juga biasa-biasa saja dari segi karir dan penghasilan.

Meski jujur saya pernah berpikir untuk memutuskan berhenti bekerja dan mau mengurus Doni dan Maya, namun selalu saja perasaan bagaimana kebutuhan hidup bisa terpenuhi kalau berhenti bekerja, dan lalu apa gunanya saya sekolah tinggi-tinggi? .

Meski sebenarnya suami saya juga seorang   yang cukup mapan dalam karirnya dan penghasilan.

Dan biasanya setelah ada nasehat ibu saya menjadi lebih perhatian pada  Doni dan Maya namun tidak lebih dari dua minggu semuanya kembali seperti asal urusan kantor dan karir fokus saya.

Dan kembali saya menganggap saya masih bisa membagi waktu untuk mereka,  toh teman yang lain di kantor juga bisa dan ungkapan "kualitas pertemuan dengan anak lebih penting dari kuantitas" selalu menjadi patokan saya.

Sampai akhirnya semua terjadi dan diluar kendali saya dan berjalan begitu cepat sebelum saya sempat tersadar.

Maya berubah dari anak yang begitu manis menjadi pemakai Narkoba.

Dan saya tidak mengetahuinya! !! Sebuah sindiran dan protes Maya saat ini selalu terngiang di telinga.

Waktu itu bik Inah pernah memohon untuk berhenti bekerja dan memutuskan kembali ke desa untuk membesarkan Bagas, putera satu-satunya, setelah dia ditinggal mati suaminya .. Namun karena Maya dan Doni keberatan maka akhirnya kami putuskan agar Bagas dibawa tinggal bersama kami.

Pengorbanan bik Inah buat Bagas ini sangat dibanggakan Maya.

Namun sindiran Maya tidak begitu saya perhatikan.

Akhirnya semua terjadi ,setelah tiba-tiba jatuh sakit kurang lebih dua minggu, bik Inah meninggal dunia di Rumah Sakit.

Dari buku harian Maya saya juga baru tahu kenapa Doni malah pergi dari rumah ketika bik Inah di Rumah Sakit.

Memang Doni pernah memohon pada ayahnya agar bik Inah dibawa ke Singapore untuk berobat setelah dokter di sini mengatakan bahwa bik Inah sudah masuk stadium 4 kankernya.

Dan usul Doni kami tolak hingga dia begitu marah pada kami. Dari sini saya  kini tahu betapa berartinya bik Inah buat mereka, sudah seperti ibu kandungnya! Menggantikan tempat saya yang seolah hanya bertugas melahirkan mereka saja ke dunia.

Tragis !

Dan sebuah foto "keluarga" di dinding kamar Maya sering saya amati Kalau lagi kangen dengannya. Beberapa bulan yang lalu kami sekeluarga ke desa bik Inah.

Atas desakan Maya kami sekeluarga menghadiri acara pengangkatan Bagas sebagai  kepala sekolah madrasah setelah dia selesai kuliah dan belajar di pesantren.

Dan Doni pun begitu bersemangat untuk hadir di acara itu padahal dia paling susah untuk diajak ke acara serupa di kantor saya atau ayahnya.

Dan difoto "keluarga" itu tampak bik Inah, Bagas, Doni dan Maya tersenyum  bersama.Tak pernah kami lihat Maya begitu senang seperti saat itu dan seingat saya itulah foto terakhirnya.

Setelah bik Inah meninggal Maya begitu terguncang dan shock, kami sempat merisaukannya dan membawanya ke psikolog ternama di Jakarta.

Namun sebatas itu yang kami lakukan setelah itu saya kembali berkutat dengan urusan kantor.

Dan di halaman buku harian Maya penyesalan dan air mata tercurah..

Maya menulis :

"Ya Tuhan kenapa bik Inah meninggalkan Maya, terus siapa yang bangunin Maya, siapa yang nyiapin sarapan Maya, siapa yang nyambut Maya kalau pulang sekolah, Siapa yang ngingetin Maya buat berdoa, siapa yang Maya cerita kalau lagi kesel di sekolah, siapa yang nemenin Maya kalo nggak bisa tidur....... ...

Ya Tuhan ,  Maya kangen banget sama bik Inah" bukankah itu seharusnya tugas saya sebagai ibunya, bukan bik Inah ?

Sungguh hancur hati saya membaca itu semua, namun semuanya sudah terlambat tidak mungkin bisa kembali, seandainya semua bisa berputar kebelakang saya rela berkorban apa saja untuk itu.

Kadang saya merenung sepertinya ini hanya cerita sinetron di TV dan saya pemeran utamanya. Namun saya tersadar ini real dan kenyataan yang terjadi.

Sungguh saya menulis ini bukan berniat untuk menggurui siapapun tapi sekedar pengurang sesal saya semoga ada yang bisa mengambil pelajaran darinya.

Biarkan saya yang merasakan musibah ini karena sungguh tiada terbayang beratnya.

Semoga siapapun yang membaca tulisan ini bisa menentukan "prioritas hidup dan tidak salah dalam memilihnya". Biarkan saya seorang yang mengalaminya.

Saat ini saya sedang mengikuti program konseling/therapy untuk menentramkan hati saya. Berkat dorongan seorang teman saya beranikan tulis ini semua. Saya tidak ingin tulisan ini sebagai tempat penebus kesalahan saya, karena itu tidak mungkin! Dan bukan pula untuk memaksa anda mempercayainya, tapi inilah faktanya.

Hanya semoga ada yang memetik manfaatnya. Dan saya berjanji untuk mengabdikan sisa umur saya untuk suami dan Doni. Dan semoga Tuhan mengampuni saya yang telah menyia-nyiakan amanahNya pada saya.

Dan disetiap berdoa saya selalu memohon "YA Tuhan seandainya Engkau akan menghukum Maya karena kesalahannya, sungguh tangguhkanlah Ya Tuhan, biar saya yang menggantikan tempatnya kelak, biarkan buah hatiku tentram di sisiMu".

Semoga Tuhan mengabulkan doa saya.

unknown

LAKUKAN, LAKUKAN YANG BAIK KEPADA ORANG YANG DEKAT MUMPUNG ADA KESEMPATAN, KARENA SEBENARNYA KESEMPATAN UNTUK MELAKUKAN ITU AKAN HILANG BERSAMAAN DENGAN BERJALANNYA WAKTU.  HINDARI PENYESALAN YANG TIDAK BERGUNA KARENA KELALAIAN KITA. .....................

Howard Schultz

Howard Schultz

Merupakan anak dari ayah dan ibu yang putus sekolah dan seorang sopir truk, Schultz yang sekarang merupakan CEO Starbucks dibesarkan di perumahan kumuh di Brooklyn. Ia merupakan orang pertama di keluarganya yang berhasil kuliah. 

Melalui bukunya, Pour Your Heart Into It: How Starbucks Built a Company One Cup at a Time, ia menceritakan usahanya bekerja sebagai bartender, menjual darah, hingga meminjam uang untuk biaya kuliah.

Setelah menjadi agen penjual peralatan dapur, ia bekerja di bagianmarketing di sebuah toko kecil bernama Starbucks. Lalu saat ide membuat bar espresso ditolak oleh atasannya, Schultz lantas membangun toko saingan.

Dua tahun kemudian pada 1987, ia membeli Starbucks dengan harga US$ 3,8 juta atau setara Rp 49,286 juta. Penjualan Starbucks kini mencapai US$ 15 miliar per tahun. Kini, jumlah kekayaan Schults mencapai US$ 2,2 miliar.

Sukses tidak mengenal latar belakangmu,tapi apa yang kamu lakukan sekarang

Minggu, 05 Februari 2017

Parenting narkoba & pornografi

Yth kepada seluruh orang tua yg memiliki putra putri_ ..
*Narkoba* emang merusak otak..
Tapi _*PORNOgrafi*_ tidak kalah dalam merusak otak anak..

Bagaimana _*memblokir konten porno di youtube*_ pada gadget android anak..???

Karena kadang tampilan video porno suka muncul sendiri, dan bisa saja tanpa sengaja anak-anak melihatnya,

*BEGINI cara memblokirnya*

1. Buka youtube,

2. Pilih tiga titik di pojok kanan atas

3. Pilih _setting/ setelan_ , lalu pilih umum/general,

4. Pilih *restricted mode* /  _mode terbatas_

5. Selesai

*Restricted mode* akan menfilter video2 yg memiliki konten tidak layak bagi anak maupun dewasa

Segera lakukan di gadget anak kita, karena pornografi sangat berbahaya bagi anak kita,
_mohon bantu sebarkan_ ...

_TAMBAHAN_  ..

Selain you tube, sebaiknya dilakukan filter juga utk *Play Store* Android supaya anak2 tidak menginstall aplikasi/game yg tidak baik sesuai umurnya.

Caranya, cari menu *Settings* di Play Store.
- Lalu pilih submenu *Parental Controls*
- Lalu geser tombol *On* ke posisi kanan
- Lalu *Set content restrictions  for this device* pilih sesuai umur yang diinginkan...
  
_Semoga bermanfaat Bapak & Ibu_

MOHON BANTU SHARE.

*PUTRA PUTRI KITA ADALAH MASA DEPAN KITA.*
SELAMATKAN GENERASI EMAS MASA DEPAN.

#*_SiLahkan d Share k Grup lain agar semakin banyak orang tua yang tahu
_*Semoga bermanfaat*_