Senin, 28 Agustus 2017

Li ka shing

Bekerja Selama 15 Tahun, Seketaris "Li Ka Shing" Menerima Gaji 300 Juta Perbulan! Setelah Mengundurkan Diri, Ini "23 Prinsip" beliau

1. Jika tidak melihat dengan mata kepala sendiri, maka tak perlu gunakan mulut untuk membuktikannya.

2. Untuk hal yang tidak diketahui, langsung katakan "tidak tahu" adalah hal yang paling mudah.

3. Jika orang lain melemparimu batu, jangan melemparkannya balik. Simpan dan kumpulkan untuk membangun pondasi kerajaan mu kelak.

4. Yang dapat ditahan, tahanlah. Yang tidak dapat ditahan, berubahlah. Jika tidak dapat berubah, mengakulah.

5. Hadapilah masalah secara perlahan. Jangan lupa berhenti sejenak saat berbicara. Segala hal akan menjadi lebih jelas.

6. Nyalakanlah cahaya-mu, namun jangan sampai menganggu cahaya orang lain.

7. Setiap orang pasti punya rahasia yang tidak mau dibuka. Jangan pernah memaksa.

8. Banyak orang yang mengerjakan hal yang sama di saat kamu tidak. Tidak berarti kamu salah.

9. Buah yang matang boleh dipetik. Pemikiran yang matang boleh disampaikan.

10. Jika kamu menyadari bahwa kamu salah, maka kamu benar.

11. Lebih baik diam seperti orang bodoh, daripada sekali bicara langsung ketahuan bodoh.

12.  Jangan menganggap diri Anda selalu salah, jangan juga menganggap diri Anda selalu benar.

13. Anda tidak dapat menentukan baik buruknya seseorang. Namun Anda dapat menjadi orang baik.

14. Daripada mengatakan orang lain menyakitimu, lebih baik mengatakan diri sendiri harus diperbaiki.

15. Jangan pernah membohongi orang. Karena orang yang bisa Anda bohongi adalah orang yang percaya pada Anda.

16. Hati orang yang dipenuhi dengan pemikirian dan pendapat diri sendiri, selamanya tidak akan mendengar suara orang lain.

17. Orang yang mengerti Anda, belum tentu adalah orang yang perhatian pada Anda. Mungkin dia hanyalah orang yang pintar.

18. Mereka yang menyakitimu, jika bukan lebih kuat darimu, maka lebih lemah darimu. Untuk orang yang lebih lemah darimu, maafkanlah mereka. Untuk orang yang lebih kuat darimu, maafkanlah diri sendiri.

19. Jika Anda ingin mendaki ke tempat yang paling tinggi, gunakanlah kedua kakimu. Jangan menaiki punggung orang, jika tidak, akan mudah dijatuhkan.

20. Jadi orang harus percaya diri, namun jangan berlebihan hingga menjadi arogan. Jadi orang harus rendah hati, namun jangan berlebihan hingga kehilangan kepercayaan diri.

21. Hidup di dunia ini sangat melelahkan, karena banyak orang yang ingin memamerkan hal yang sebenarnya dia tak miliki.

22. Hal yang sederhana tak perlu dipeributkan, hal yang rumit tak usah dikhawatirkan, saat emosi janganlah berbicara, saat marah janganlah membuat keputusan.

23. Jika salah pilih barang, mendapat rugi sesaat. Jika salah pilih orang, menyesal selamanya.

*keep spirit & be humble*

Sabtu, 19 Agustus 2017

Sharing on line djerdoyan jus

Juice itu produk yg terlalu sederhana. Istilahnya banyak orang bisa buat bahkan sesuai selera masing2. Penjual juice di Semarang juga ada hampir di setiap ruas jalan. Krn sederhana, makanya adek sama ibu saya mulai nyoba buat juice yg bisa enak diterima lidah banyak org, tp ttp yg sehat. Banyak org bisa buat juice tp yang mau buat sendiri tidak banyak, apalagi bikin juice yg membawa nilai sehat. Kalau makanan kan prinsip nya hrs menyehatkan tubuh. Tapi kalau tidak sesuai kebutuhan tubuh maka tidak menyehatkan. Begitu JUICE. Misalnya saya Butuh vitamin tambahan  tapi tidak hrs kurangi konsumsi gula. Pilihannya
Ya lebih pas minum juice yg tanpa gula.

_Tanpa gula? Apa enak?_
Tetep enak kalau buatnya tepat takarannya.

Bagaimana sistem pemasarannya?
utk pemasaran awal memang memanfaatkan jaringan sendiri. Kami delivery. Krn ibu saya msh aktif jd PNS di provinsi jd teman2 beliau yg PNS ditawarin.

Ke 2 lewat bazaar baik yy di lingkup dinas atau umum. Siasat dana bazaar yg kadang kemahalan ada 2.
1. Join dg produk teman.
2. Cari support dari dinas.

Ke 3 pendekatan ke teman2 komunitas dan lainnya. Off-line belum online.  Yg dari bazaar itu bisa ditarik jd langganan.
Krn mereka sdh ada _taste experience_. Biasanya kalau merkea sudah rasakan lalu kasih komen (masukan atau kritikan) justru akan langganan.

Apalagi ditambah lsg diinfo "nanti pesan via WA atau sms aja bu, kami kirim selama masih di Semarang"

Pernah diskusi sama teman2 yg di komunitas suka sehat.
Sehat itu tergantung kebutuhan tubuh. Kalau memang tubuh lebih membutuhkan lebih banyak gula, ya gula itu baik utk tubuh.

Rencana lanjutan djerdoyan jus :

Punya tempat buat nongkrong sehat (gayane).

Pernah berkeinginan utk buka semacam _healthy Cafe.

Mikirnya ya sederhana.
Biasa kalo pas janjian kopdar sama temen2 pasti nyari cafè dg produk kopi yg enak.

Lha trus kalo yg ga suka kopi? Atau yg mau cari makanan minuman dan suasana yg Sehat seger waras itu bgamana?

Kalau punya tempat sendiri akan lbh enak kumpul bareng temen2 dan ttp menghasilkan.

Tips dari Permadi utk yang mau bisnis jus :
1. Dipotong2 masukkan wadah kedap udara atau plastik (lbh bagus dg sealer) lalu simpan di freezer.

2. Diblender lalu di pack wadah seperti wadah es krim (bisa juga plastik) masukkan freezer.

Selasa, 15 Agustus 2017

RENCANA ALIANSI ALIBABA - TOKOPEDIA DAN SENJAKALA MALL DI INDONESIA

RENCANA ALIANSI ALIBABA - TOKOPEDIA DAN SENJAKALA MALL DI INDONESIA

{ Sebuah analisa panjang dan mendalam }

Informasi yuang disajikan media ternama Tech In Asia menyebut bahwa saat ini pihak Alibaba tengah berunding untuk mengucurkan dana investasi ke Tokopedia senilai Rp 6,5 triliun – sebuah jumlah investasi yang impresif.

Aliansi raksasa Alibaba dengan Tokopedia mungkin akan ikut menentukan masa depan wajah e-commerce di tanah air.

Apa implikasi dari aliansi itu terhadap lansekap bisnis retail di tanah air? Dan adakah itu juga sinyal bagi senjakala mal-mal offline di Indonesia?

Ada 3 catatan bisnis yang layak diulik dari rencana investasi masif Alibaba ke Tokopedia. Mari coba kita bedah satu demi satu.

Business Note # 1 : Winner Takes All Principle
Dalam industri e-commerce itu berlaku semacam prinsip Winner Takes All.

Untuk meraih profit dan pertumbuhan eksponensial, pemenang pasar harus menguasai seluruh konsumen. Runner up dipaksa untuk jauh tertinggal dalam debu kekalahan.

Contoh ekstrem winner takes all adalah Amazon di Amerika dan Alibaba di China. Mereka adalah pemenang tunggal; dan sebagai winner, mereka takes all consumers. Akibatnya : Amazon dan Alibaba menjadi raksasa yang makin besar. The giants keep getting bigger.

(Dalam dunia medsos, prinsip winner takes all berlaku pada kemenangan fenomenal Facebook yang takes billion users around the world. Google Plus+ dilibas dalam luka bisnis yang amat menyakitkan).

Nah di arena e-commerce di Indonesia, belum ada winner that takes all markets.

Kompetisinya masih sangat ketat karena ada Lazada, Bukalapak, Elevania, Blibli dan Shopee – pemain baru yang mendadak naik daun. Juga ada MatahariMall.com (Lippo) yang sekarang entah arahnya mau kemana.

Tapi untuk menjadi winner takes all, butuh dana triliunan dan dukungan mitra strategis yang amat kuat.

Dana triliunan dibutuhkan untuk “membeli pertumbuhan pasar masa depan”. Harapannya, kelak bisa jadi pemenang tunggal, sehingga investasi triliunan itu menjadi worth it.

Nah, rencana investasi masif Alibaba ke Tokopedia ini mungkin sebuah jalan agar mereka menjadi Winners that Will Take All Customers.

Alibaba sendiri merupakan pemilik mayoritas saham Lazada Indonesia. Jika benar investasi itu terjadi, maka aliansi strategis dahsyat antara Lazada Indonesia dan Tokopedia akan terwujud.

Kerjasama cross promotion dan cross selling antara Lazada dan Tokopedia akan sangat bagus bagi pertumbuhan bisnis mereka.

Aliansi Alibaba – Lazada – Tokopedia bisa membuat trio ini benar-benar menjadi winners take all yang akan menguasai pasar e-commerce Indonesia.

Bukalapak, Elevania, Shopee dan juga BliBli amat layak kuatir dengan manuver bisnis dari deal Alibaba – Tokopedia ini. Mereka harus segera melakukan antisipasi agar tak terjatuh dalam jalan kebangkrutan yang penuh duka.

Business Note # 2 : Senjakala Mall di Indonesia?
Ditengah gemuruh ledakan pertumbuhan bisnis e-commerce, diberitakan banyak pasar offline dan mall offline yang makin sepi pembeli.

Fyi, tahun ini ratusan mall di Amerika bangkrut dan tutup karena digilas oleh Amazon (pemain ecommerce terbesar di Amerika dan dunia). Kisah semacam ini mungkin kelak akan terjadi di tanah air.

Faktanya, memang makin banyak toko offline yang penjualannya menurun – terutama yang jualannya clothing, fashion, gadget dan asesorinya.

Penjualan gerai Ramayana dan Matahari pada lebaran tahun ini misalnya, lebih rendah dibanding lebaran tahun lalu.

Penyebabnya sederhana : makin banyak orang yang belanja online pada ribuan toko yang ada di Tokopedia, Bukalapak atau Instagram.

Make no mistake. Mall akan tetap ramai namun mungkin hanya food court-nya. Orang ke mall hanya untuk makan.

Sementara banyak gerai di mall seperti gerai fashion, arloji, kosmetik dan gadget yang makin sepi pembeli. Sebab ratusan ribu pembelinya sudah migrasi ke dunia maya.

Ke depan fenomena migrasi jutaan pembeli ke dunia maya itu akan makin banyak. Dan ini bisa membuat mal-mal di Indonesia menemui senjakala kesepian yang memilukan.

Data menunjukkan data total penjualan retail di Indonesia adalah Rp 4500 triliun.

Sementara total penjualan retail dari online tahun lalu diperkirakan masih hanya sekitar Rp 65 triliun saja.

Artinya belum ada 2%-nya. Sementara di China angkanya sudah tembus 20% dari total perdagangan.

Apa artinya? Maknanya potensi pertumbuhan online retail sales akan makin menanjak. Masih ada ruang yang amat masif untuk tumbuh.

Kalau saja porsi penjualan online naik jadi 20% (10 kali lebih dari porsi saat ini), maka masih ada kue ratusan triliunan yang layak dikejar.

Nah, kalau porsi penjualan online naik jadi 20% saja, maka masa depan pasar-pasar offline dan mal di tanah air bisa makin muram.

Pasar dan gerai offline akan makin banyak yang bertumbangan. Namun di sisi lain, tumbuh ribuan gerai baru di Tokopedia, Bukalapak dan Shopee.

Patah tumbuh, hilang berganti. Esa hilang, dua terbilang.

Business Note # 3 : Tumbuhnya Ribuan Onlinepreneur Baru
Melesatnya marketplace seperti Tokopedia dan Lazada, dan juga Instagram Olshop, tak pelak telah melahirkan ribuan onlinepreneur baru yang mampu meraih profit masif.

Nilai transaksi di Tokopedia sendiri mencapai angka Rp 1 triliun per bulan atau Rp 33 milyar per hari (!).

Namun angka itupun tetap akan tumbuh terus. Seperti saya tulis diatas, potensi pertumbuhan penjualan online masih bisa naik hingga 10 kali (dari porsi 2% menjadi 20%).

Artinya penjualan harian di Tokopedia kelak akan bisa mencapi Rp 330 milyar per hari. Tinggal tunggu waktu saja. Niscaya akan terjadi.

Apa makna dari angka-angka penjualan yang amazing itu? Simpel : peluang bisnis online masih amat terbuka lebar.

(Database Supplier Terlengkap untuk bekal jualan online bisa Anda download di : http://strategimanajemen.net/2017/05/07/database-supplier-terlengkap-dan-termurah-di-indonesia-2/ )

Kini mungkin saatnya untuk juga ikut aktif menjemput peluang online business yang masif itu. Dan bukan hanya sekedar menjadi penonton yang pasif. Siapa tahu, profit puluhan juta bisa diraih.

Apakah Anda sudah SIAP dengan ledakan bisnis online dan Tokopedia EXPLOSION?

Segera siapkan strategi dan action nyata. Jangan hanya bengong. Saat omzet Tokopedia mencapai Rp 300 Milyar PER HARI, Anda sudah harus siap.

Jangan biarkan diri kita tertinggal dalam debu kekalahan yg menyakitkan.

Jangan biarkan bisnis kita stagnan saat orang lain sibuk berpesta menyambut karnaval booming bisnis online.