Sabtu, 25 Mei 2019

Berapa nilai intrinsik BCA saat ini?

Berapa nilai intrinsik BCA saat ini?

Nilai intrinsik dapat dicari dengan mempertimbangkan ekuitas (modal sendiri) perusahaan sebagaimana tercantum dalam neraca perusahaan. Ekuitas ini penting sekali untuk dijadikan patokan karena perusahaan yang baik akan banyak membiayai aset-asetnya dengan menggunakan modal sendiri dan membatasi pembiayaan yang berasal dari utang. Ekuitas yang berkualitas bagian terbesarnya berasal laba bersih perusahaan, bukan dari penerbitan saham baru. Sedangkan laba bersih yang berkualitas bagian terbesarnya dihasilkan dari laba usaha perusahaan, bukan dari pendapatan lain-lain, seperti penjualan aset, selisih kurs dan lain-lain. Kalau pada periode tertentu laba bersih perusahaan naik tetapi kenaikan tersebut berasal dari kenaikan laba lain-lain, maka kenaikan laba bersih periode tersebut semu belaka.

Kita dapat mengatakan bahwa semakin besar laba bersih, semakin besar pula laba bersih yang dialokasikan untuk meningkatkan ekuitas perusahaan, semakin kuatlah modal perusahaan untuk terus menumbuhkan hartanya, menghadapi siklus ekonomi dan bisnis yang sedang menurun, dan pada akhirnya akan meningkatkan nilai perusahaan dari waktu ke waktu. Perusahaan yang baik tampak pada usaha para pengurusnya untuk selalu kembali pada fitrahnya, yaitu perusahaan sebagai lembaga yang menciptakan kesejahteraan bagi para pemangku kepentingan.

Marilah kita lihat BCA sebagai perusahaan publik sejak tahun 2000, usianya 19 tahun. Masih cakep.

Tahun 2000 laba bersihnya 1.604 milyar. Tahun 2018 laba bersihnya 26.762 milyar. Pertumbuhan labanya per tahun rata-rata 16,9%.

Dari sejarahnya, seperti sekilas telah disampaikan, BCA mampu bangkit dengan cepat dari kejatuhannya pada tahun 1998, dengan segala macam kontroversinya. Selama 10 tahun ke depan kita dapat berharap laba bersih BCA juga akan tetap bisa tumbuh ,  16,9% per tahun.

Pada tahun 2018, ekuitas BCA sebesar 151.753 milyar. Jumlah saham yang beredar 24.655 milyar lembar. Jadi, ekuitasnya adalah 6.155 per lembar.
Estimasi laba bersih per saham (earning per share atau EPS) di bawah ini (tingkat pertumbuhan 16,9%).

Tahun ke-0 (2018): 1.049
Tahun ke-1: 1.227
Tahun ke-2: 1.434
Tahun ke-3: 1.677
Tahun ke-4: 1.961
Tahun ke-5: 2.292
Tahun ke-6: 2.680
Tahun ke-7: 3.134
Tahun ke-8: 3.665
Tahun ke-9: 4.285
Tahun ke-10: 5.010
Total EPS pada akhir tahun 2028: 27.365

EPS sebesar 27.365 pada tahun 2028 tersebut tentu nilainya tidak sebesar itu pada saat ini. Kalau dinilai sekarang, EPS 27.365 akan disetarakan pada kondisi saat ini dengan menggunakan tingkat bunga bebas resiko. Warrent Buffet menggunakan surat berharga yang diterbitkan pemerintah. Kita gunakan saja ketentuan Kemenkeu yang menerbitkan sukuk ritel dengan kupon 1,95 di atas BI rate. BI rate sekarang 6% maka sukuk rate 7,17%. Jadi, EPS 27.365 tersebut setara dengan 13.692.

Alhasil, kita jadi memgerti bahwa nilai intrinsik BCA sekarang ini sebesar ekuitas 6.155 + laba bersih 13.692 = 19.847. Let’s say 20.000 per saham.

Apakah ada yang sekarang ini mau menjual saham BBCA yang dia pegang pada harga 20.000? Tentu saja tidak ya….tapi suatu hari nanti mungkin saja, entah karena apa. Bisalah kiranya  dianggap wajar, saham perusahaan yang bagus 10% di atas nilai intrinsiknya. Sewajarnya BBCA dihargai 22.000. Perusahaan yang bagus tentu saja sahamnya dihargai bagus pula.

Di atas semuanya ini, yang terpenting bagi investor adalah ia tahu apa tujuan investasinya dan fokus ke sana, sadar diri mengenai di mana posisinya sekarang ini, dan begitu sudah masuk dalam satu posisi, ia ngerti kapan harus keluar.

Trimakasih, sekedar catatan amatir belaka.