Sabtu, 17 Desember 2022

ury share

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Dear Pembaca,

Sedikit berbagi pengalaman perjalanan weekend kami dari kota A ke kota T di Eropa.

Flight:
Pastikan membaca detail 'tipe tiket' yang dibeli; karena tipe ini sangat berkaitan dengan jumlah, jenis dan ukuran bagasi yang dibawa.
Mis:
Jika membeli tiket dengan 'tipe B', bisa membawa 1 tas yang dapat diletakkan di bawah kabin + 1 koper yang bisa masuk kabin bagian atas;
Sedangkan jenis tiket dengan 'tipe C' hanya bisa membawa 1 tas (misalnya ransel ukuran sedang saja) yang bisa diletakkan di bawah kursi.
Pengecekkan oleh petugas akan dilakukan saat akan masuk pesawat, dengan memanggil penumpang berdasarkan tipe tiket yang dibelinya.
Catatan:
1. Kelebihan bagasi, dan harus bayar di bandara; akan lebih mahal jika sudah dipesan online sebelumnya (kebijakan tiap maskapai mungkin berbeda). Sekali lagi, sempatkan untuk membaca detail dan memahami aturan bagasi yang tertulis.
2. Sebaiknya siapkan kartu kredit, karena di beberapa bandara hanya melayani pembayan online. Bagi yang menggunakan kartu kredit Indonesia, sebaiknya sebelum ke luar negeri (LN); menghubungi CS kartu kredit tersebut dan melaporkan rencana ke LN nya itu. Catat setiap kali kita menggunakan kartu kredit, dan jika ada notifikasi transaksi mencurigakan; segera hub CS terkait.
3. Sebaiknya, selain punya versi soft file, sangat direkomendasikan agar versi print juga dibawa beserta dokumen perjalanan yang lain. Antisipasi kita tidak punya koneksi internet di negara tujuan.
4. Lakukan pngecekkan penerbangan secara berkala; karena bisa jadi 'gate' penerbangan kita berubah.

Penginapan
Pastikan membaca review beberapa hotel/apartemen sebelum memutuskan.
Jika sudah dapat yang sesuai, berikut beberapa hal yang sebaiknya dipastikan sejak awal:
1. Alamat lokasi (mis: nomor Bus dan Halte STOP).
2. Untuk apartemen, biasanya; pengelola akan menyampaikan bahwa 'kunci diletakkan di dalam salah 1 box depan apartemen.' Nah, sebaiknya diklarifikasi kembali 'bagaimana cara membuka box tersebut?' Jika kesulitan menemukan kunci; siapa yang bisa dihubungi. Intinya, upayakan sedetail mungkin agar meminimalkan kemungkinan kita berada di luar apartemen lebih lama. Bayangkan jika kita berada di negara yang dinginnya 'seperti hidup dalam freezer, namun ga bisa keluar.'

InsyAllah bermanfaat

Selasa, 22 November 2022

sharing ko alex

Review business baru
1. Lokasi lokasi lokasi tetap penting. Meskipun ada online, gofood grab dst, buyer tetap mencari lokasi outlet yg terdekat. Misal buyer d malioboro,  masak mencari outlet di jakal/pogung, dan sebalik ny. Di aplikasi kan kelihatan berapa menit dia hrs menunggu, kalau ada yg 15 menit mengapa menunggu yg 30 menit dan mgkn ongkir lbh mahal.

Dan dapur gofood saja yg disebut cloud kitchen ga perlu lokasi premium tetap pilih lokasi tertentu dan pinggir jln.

Lok yg dipilih tentu yg dekat pemukiman padat, buying power sesuai, akses mudah. Kec klo Anda bisa buat buat business yg one of a kind, misal venue2 jualan tempat (kyk tumpeng menoreh). Tp ingat business itu dinamis. Begitu sukses, semua buat yg sama, dgn lokasi lbh bagus,lbh dekat, nah buyer jg dinamis, pilih yg dekat (pusat keramaian) atau jauh?

2. Sop vs sdm
Ada business yg g ada sop, ada yg sop ada sdm kurang (jumlah maupun kualitas), ataupun kebalikan (sdm lengkap, byk blm tentu kompeten krn g ada sop). Yg ideal tentu sop lengkap, sdm lengkap.

Tp klo dsuruh memilih, sy melihat sop itu penting. Sdm kurang bs dibenahi. Sop ga ada, byk variasi yg berakibat ketidak efisien an dan performa buruk. Apalg klo sdm byk, sdh g efisien, hasil g max, boros lg. Yuk belajar buat sop.

Sop itu mgkn g usah muluk2 dan yg bisa buat yg sdh menjalani, mencoba bbrp, dan mgkn sdh kejeglong malah bagus sbg pedoman yg jgn dilakukan. Dimulai dr disiplin diri sbg sop pribadi, tepat waktu, tepat janji, tertib, disiplin, g boros resources, g boros waktu, precise

3. Yg ketiga ini hampir saja lupa. Ada kaitan dgn yg kedua SOP.

yg buat sop seharus ny yg pernah melakukan/kejeglonh. Bohong klo org tdk pernah merokok bs tahu rokok yg tepat, makanya sy resign 1 bln setelah masuk panamas. Berarti dibutuhkan pengalaman.  Dan pengalaman pertama itu mahal harga ny.

Makanya coach, franchise, business opp, advisor itu mahal hargany. Tp minimal yg pernah mencoba shg ga cm omdo.

Skrg pengalaman dibanding waktu, modal, dan sdm penting mana? Sama2 penting dan mgkn tergantung business dan org ny. Cm sy belajar waktu plg penting, sdm hrs ada, modal bs dr mana2. Dan pengalaman pertama penting klo g pengen kejeglong dulu. Tp klo mau coba2 kejeglong ya gpp, hbs itu bisa lbh hati2 dan malah bs buat sop :D