Jumat, 30 September 2016

Your children have to be the pilot of their own future

YOUR CHILDREN HAVE TO BE THE PILOT OF THEIR OWN FUTURE

(Anak-anak anda harus menjadi pilot dari masa depan mereka sendiri)

Namanya Eka, lahir dan besar di sebuah pedesaan di pulau Jawa. Sampai dengan SMA, Eka tinggal di pedesaan itu. Eka sangat hobby berolahraga. Hampir tiap hari dia berolahraga dengan teman-temannya. Bahkan pernah menjadi Juara Tenis Meja dan Juara Catur. Namun dia juga tiap hari belajar. Setelah lulus SMA dia berhasil diterima di 4 Perguruan Tinggi Negeri (termasuk salah satunya Universitas Gajah Mada). Akhirnya Eka mengambil jurusan Kedokteran Umum. Sekarang Eka menjadi Direktur Utama sebuah Rumah Sakit ternama di negeri ini.

Namanya Dila, pelajar Indonesia yang meneruskan SMA nya di sebuah sekolah favorite di Singapore. Dila hobby jalan-jalan dan nonton film (di bioskop ataupun dengan DVD). Tetapi Dila juga rajin belajar.
Pada saat ujian akhir semua nilai ujian Cambridge nya A. Dan dia memperoleh nilai yang tinggi juga di ujian SAT. Kemudian Dila mendapatkan beasiswa di 7 Universitas di luar negeri (di Australia, Inggris, Irlandia, Canada dan Amerika). Akhirnya Dila memilih beasiswa di jurusan Teknik Kimia di Amerika.

Eka bersekolah di sebuah pedesaan di pulau Jawa, Dila bersekolah di Singapura.
Tetapi ada kesamaan di antara mereka:
- Mereka punya hobby
- Mereka belajar keras
- Mereka sukses mendapatkan nilai ujian yang bagus, dan diterima di Perguruan Tinggi ternama.

Mengapa?
Kesamaan pattern mereka itulah yang akan kita bahas dan kita diskusikan hari ini ....

Akhirnya saya pun ngobrol-ngobrol dengan mereka dalam pembicaraan yang terpisah, dan menyarikan finding dan observasi saya, dan inilah yang akan saya sharing hari ini.

But, first thing first, kita dan anak-anak kita harus mengerti, bahwa masa depan mereka ada di tangan mereka sendiri.
Kita sebagai orang tuanya memang bisa membantu, tetapi mereka harus menjadi "the pilot of their own future".
Apa maksudnya?
Analogy nya seperti pilot yang mengemudikan pesawat.
Airlines bisa membelikan pesawat. Mechanic bisa memaintainance mesin pesawat. Pramugari bisa membantu. Traffic controller bisa mengarahkan.
Tetapi semuanya bisa aja melakukan tugasnya, tetapi kalau pilotnya tidak mau menggerakkan engine ya tetap saja pesawat tidak akan berangkat.

Sama dengan anak-anak anda. Orang tua bisa mendidik, guru bisa mengajari, kakek nenek bisa memotivasi, lingkungan bisa mendukung, bahkan guru private bisa memberikan pelajaran tambahan.
Tetapi kalau anak anda tidak mau membangun masa depan mereka sendiri, ya semuanya tidak akan berguna.

Jadi yang paling penting adalah MENYADARKAN  mereka sendiri bahwa masa depan adalah milik mereka sendiri dan mereka juga harus mencetak dan membangunnya sendiri.
Make them understand that the parents will be gone one day and they cannot rely on us anymore.
That's why they have to stand strong both in term of financially and personality.

I know some parents (actually a lot) who pay their childern up to their Master Degree, help them to find job and even buy them the house.
(Bahkan saya mengenal seorang ayah yang membeli 3 rumah untuk 3 anaknya nanti).
Mungkin anda sangat menyayangi mereka.
Tetapi melakukan hal hal di atas itu tidak membantu mereka untuk menjadi pilot yang baik untuk masa depan mereka.
They have to struggle. Mereka harus berjuang. Mereka harus merasakan kerasnya kehidupan. Mereka harus merasakan dicela, dihina dan disiksa (mentally).
That's the only way to succeed. Because there is  no success that will come fron a smooth and easy journey.
Harder is better!
More challenges they face, more struggle they go through, more difficult the journey, it will means your children will learn much more.

I told my childen they can rely on me until high school. After that they will be on their own.
I will pay everything, expensive books, other investment, supporting their hobby ...etc. But after their high scholld they will be on their own.
My first daughter got university scholarship. My other children are  now studying hard and struggling to follow the sister's example.
Mungkin saya menangis dalam hati karena seolah olah saya adalah ayah yang kejam. Tapi saya percaya bahwa itu semua akan membantu mereka untuk belajar menjadi pilot yang baik bagi dirinya sendiri.

Oleh karena itu katakanlah pada mereka ....

1) Yang bisa memotivasi mereka adalah diri mereka sendiri

2) Apa yang sedang mereka lakukan sekarang akan menentukan seperti apa hidup mereka selama 50 atau 60 tahun ke depan

3) Apakah mereka akan belajar keras dan bekerja keras atau tidak, pada akhirnya adalah urusan mereka sendiri, karena hidup mereka adalah urusan mereka sendiri. Mereka yang akan memetik hasilnya. Keberhasilan atau kegagalan itu akhirnya mereka nikmati sendiri. Jadi mereka yang harus mencetak masa depan mereka sendiri. Orang tua hanya bisa membantu tetapi inisiatif harus datang dari mereka sendiri.

Ok, sekarang kita kembali ke Eka dan Dila. Jadi apa saja sih yang mereka lakukan waktu SMP dan SMA sehingga mereka menjadi sesukses itu (ingat Eka yang pada jamannya diterima di empat Perguruan Tinggi Negeri termasuk UGM, dan ingat Dila yang mendapat 7 beasiswa di luar negeri). Inilah finding dan observasi saya tentang kesamaan karakter pada mereka berdua (meskipun yang satu sekolah di pedesaan di Pulau Jawa dan satunya sekolah di Singapore).

1. BELIEVE IN YOURSELF

Mereka punya rasa percaya diri yang tinggi.
Bisa saja karena mereka memang pintar . Dila memang pintar dan selalu mendapat nilai bagus. Eka nilainya hanya rata-rata. Tapi dia pernah menjadi juara tenis meja dan juara catur.
Dua-duanya menganggap bahwa they can do more than others, they can achieve more than others.
Jadi intinya adalah pupuklah rasa percaya diri anak-anak anda. Percaya diri itu harganya mahal. Jadi mungkin anda harus berinvestasi mahal.
Bisa saja anda memupuk percaya diri mereka dari segi akademis. Tapi bisa juga anda mendidik mereka sebagai juara dalam bidang lain dan menumbuhkan rasa percaya dirinya. Nanti rasa percaya diri itu akan menular ke bidang akademis juga.

2. Competitive Environment

Dila berada di salah satu SMA yang paling sulit di Singapore. Eka berada di kelas yang penuh dengan murid murid terbaik. Competitive environment akan membuat mereka ingin berlomba-lomba dan mencapai yang terbaik.
Pada saat mereka berada di situ (ingat, setelah mereka mempunyai rasa percaya diri yang tinggi) they will do their best and they will work extra hard to achieve what they want.
Kalau hasilnya mereka menjadi juara 1 di sekolahnya .. that's great. Kalau enggak, ya minimal mereka akan mendapatkan bekal yang cukup untuk masuk ke Universitas yang bagus. Karena suasana yang competitive.

3. Supporting Parents

Anak anak anda akan bekerja keras. Mereka membutuhkan semangat dan motivasi dari orangtuanya.
Anda bisa mensupport mereka dengan dua cara ini:
a) Selalu memberikan semangat dan pressure untuk mencapai yang terbaik.
Yes. Saya bilang pressure. Karena memang pressure bisa memberikan hasil yang sangat positive!
Tanpa pressure mereka mungkin akan happy dengan yang mereka punya sekarang.
- Motivasi dan kasih sayang.
Mereka bekerja keras. Mereka akan struggle. Maka orang tua harus mengerti, menyayangi dan menyeimbangkan pada saat mereka frustasi.
Kasih reward dan penghargaan. Dengarkan keluh kesah dan tangis mereka.
Terutama dengarkan. Dan kadang kadang tanyakan,"What can I do to help you?"

4. Balance of Life

Seimbangkan hidup mereka sejak kecil. Jangan hanya belajar. Dila nonton film dan DVD. Eka berolah raga. Apa yang anak anak anda lakukan untuk having fun dan beristirahat (SETELAH MEREKA BELAJAR)

5. Strategize

Waktu mereka terbatas. Jangan berusaha mendapatkan perfect score di setiap pelajaran. Kadang-kadang mereka harus belajar menentukan prioritas. Ternyata memang banyak materi yang harus dipelajari di SMP dan SMA. Prioritasnya adalah mata pelajaran apa yang benar-benar akan membantu mereka mendapatkan Universitas terbaik? Fokuskan waktu mereka di pelajaran-pelajaran itu.

6. Never study before the exam

Ternyata salah satu kesamaan Dila dan Eka adalah mereke TIDAK PERNAH BELAJAR SEHARI SEBELUM UJIAN ATAU TES.
Keren ya?
Dan ternyata logis.
Karena mereka tidak begadang semalam sebelum ujian, akibatnya otak mereka fresh dan mereka akan mendapatkan nilai yang baik di ujian itu.
Tentunya untuk ini, mereka sudah belajar keras LAMA SEBELUM UJIAN!

7. Persistence and Perserverance

SMP itu 3 tahun. SMA itu 3 tahun. Totalnya 6 tahun..Kalau ditambah SD menjadi 12 tahun totalnya.
Perjalanan yang panjang untuk diterima di Perguruan Tinggi yang baik (atau untuk mendapatkan beasiswa).
Perjalanan ke sana akan panjang. Banyak cobaan, gangguan dan rintangan. Motivasi mereka akan naik turun seperti roller coaster. Kasih tahu mereka bahwa life is designed so that only the people who are persistent and perserverance will succed. Hanya yang tegar dan pantang menyerah akan berhasil.

Jadi ingat ya... resep keberhasilan Eka dan Dila ... 7 hal ini ..

1. Believe in Yourself
2. Competitive Environment
3. Supporting Parents
4. Balance of Life
5. Strategize
6. Never study before the exam
7. Persistence and Perserverance

Tapi ingat yang menjadi paling penting adalah.... mereka harus menjadi pilot dari masa depan mereka sendiri.
THEY HAVE TO BE THE PILOT OF THEIR OWN FUTURE.

Bagaimana kalau kita mencoba menerapkan itu kepada anak-anak kita. Kita coba yuk?

Salam Hangat

Pambudi Sunarsihanto

Belajar dari Erica Goldson

Beberapa hari yang lalu saya menerima kiriman surel dari teman di milis dosen yang isinya cuplikan pidato Erica Goldson (siswi SMA) pada acara wisuda di Coxsackie-Athens High School, New York, tahun 2010.
Erica Goldson adalah wisudawan yang lulus dengan nilai terbaik pada tahun itu.
Isi pidatonya sangat menarik dan menurut saya sangat memukau.
Namun, setelah saya membacanya, ada rasa keprihatinan yang muncul (nanti saya jelaskan).
Cuplikan pidato ini dikutip dari tulisan di blog berikut: http://pohonbodhi.blogspot.com/2010/09/you-are-either-with-me-or-against-me.html

“Saya lulus.
Seharusnya saya menganggapnya sebagai sebuah pengalaman yang menyenangkan, terutama karena saya adalah lulusan terbaik di kelas saya.
Namun, setelah direnungkan, saya tidak bisa mengatakan kalau saya memang lebih pintar dibandingkan dengan teman-teman saya.
Yang bisa saya katakan adalah kalau saya memang adalah yang terbaik dalam melakukan apa yang diperintahkan kepada saya dan juga dalam hal mengikuti sistem yang ada.

Di sini saya berdiri, dan seharusnya bangga bahwa saya telah selesai mengikuti periode indoktrinasi ini.
Saya akan pergi musim dingin ini dan menuju tahap berikut yang diharapkan kepada saya, setelah mendapatkan sebuah dokumen kertas yang mensertifikasikan bahwa saya telah sanggup bekerja.

Tetapi saya adalah seorang manusia, seorang pemikir, pencari pengalaman hidup – bukan pekerja.
Pekerja adalah orang yang terjebak dalam pengulangan, seorang budak di dalam sistem yang mengurung dirinya.
Sekarang, saya telah berhasil menunjukkan kalau saya adalah budak terpintar.
Saya melakukan apa yang disuruh kepadaku secara ekstrim baik.
Di saat orang lain duduk melamun di kelas dan kemudian menjadi seniman yang hebat, saya duduk di dalam kelas rajin membuat catatan dan menjadi pengikut ujian yang terhebat.

Saat anak-anak lain masuk ke kelas lupa mengerjakan PR mereka karena asyik membaca hobi-hobi mereka, saya sendiri tidak pernah lalai mengerjakan PR saya. Saat yang lain menciptakan musik dan lirik, saya justru mengambil ekstra SKS, walaupun saya tidak membutuhkan itu.
Jadi, saya penasaran, apakah benar saya ingin menjadi lulusan terbaik?
Tentu, saya pantas menerimanya, saya telah bekerja keras untuk mendapatkannya, tetapi apa yang akan saya terima nantinya ?
Saat saya meninggalkan institusi pendidikan, akankah saya menjadi sukses atau saya akan tersesat dalam kehidupan saya?

Saya tidak tahu apa yang saya inginkan dalam hidup ini.
Saya tidak memiliki hobi, karena semua mata pelajaran hanyalah sebuah pekerjaan untuk belajar, dan saya lulus dengan nilai terbaik di setiap subjek hanya demi untuk lulus, bukan untuk belajar.
*Dan jujur saja, sekarang saya mulai ketakutan…….”*

Hmmm… setelah membaca pidato wisudawan terbaik tadi, apa kesan anda ?
Menurut saya pidatonya adalah sebuah ungkapan yang jujur, tetapi menurut saya kejujuran yang “menakutkan”.
Menakutkan karena selama sekolah dia hanya mengejar nilai tinggi, tetapi dia meninggalkan kesempatan untuk mengembangkan dirinya dalam bidang lain, seperti hobi, ketrampilan, soft skill, dan lain-lain. Akibatnya, setelah dia lulus dia merasa gamang, merasa takut terjun ke dunia nyata, yaitu masyarakat.
Bahkan yang lebih mengenaskan lagi, dia sendiri tidak tahu apa yang dia inginkan di dalam hidup ini.

Saya sering menemukan mahasiswa yang hanya berkutat dengan urusan kuliah semata.
Obsesinya adalah memperoleh nilai tinggi untuk semua mata kuliah.
Dia tidak tertarik ikut kegiatan kemahasiswaan, baik di himpunan maupun di Unit Kegiatan Mahasiswa.
Baginya hanya kuliah, kuliah, dan kuliah.
Memang betul dia sangat rajin, selalu mengerjakan PR dan tugas dengan gemilang.
Memang akhirnya IPK-nya tinggi, lulus cum-laude pula.
Tidak ada yang salah dengan obsesinya mengejar nilai tinggi, sebab semua mahasiswa seharusnya seperti itu, yaitu mengejar nilai terbaik untuk setiap kuliah. Namun, untuk hidup di dunia nyata seorang mahasiswa tidak bisa hanya berbekal nilai kuliah, namun dia juga memerlukan ketrampilan hidup semacam soft skill yang hanya didapatkan dari pengembangan diri dalam bidang non-akademis.

Nah, kalau mahasiswa hanya berat dalam hard skill dan tidak membekali dirinya dengan ketrampilan hidup, bagaimana nanti dia siap menghadapi kehidupan dunia nyata yang memerlukan ketrampilan berkomunikasi, berdiplomasi, hubungan antar personal, dan lain-lain.
Menurut saya, ini pulalah yang menjadi kelemahan alumni ITB yang disatu sisi sangat percaya diri dengan keahliannya, namun lemah dalam hubungan antar personal.
Itulah makanya saya sering menyemangati dan menyuruh mahasiswa saya ikut kegiatan di Himpunan mahasiswa dan di Unit-Unit Kegiatan, agar mereka tidak menjadi orang yang kaku, namun menjadi orang yang menyenangkan dan disukai oleh lingkungan tempatnya bekerja dan bertempat tinggal.
Orang yang terbaik belum tentu menjadi orang tersukses, sukses dalam hidup itu hal yang lain lagi.

Menurut saya, apa yang dirasakan wisudawan terbaik Amerika itu juga merupakan gambaran sistem pendidikan dasar di negara kita.
Anak didik hanya ditargetkan mencapai nilai tinggi dalam pelajaran, karena itu sistem kejar nilai tinggi selalu ditekankan oleh guru-guru dan sekolah.
Jangan heran lembaga Bimbel tumbuh subur karena murid dan orangtua membutuhkannya agar anak-anak mereka menjadi juara dan terbaik di sekolahnya.
Belajar hanya untuk mengejar nilai semata, sementara kreativitas dan soft skill yang penting untuk bekal kehidupan terabaikan.
*Sistem pendidikan seperti ini membuat anak didik tumbuh menjadi anak “penurut” ketimbang anak kreatif.*

Share if you care...

Reward Excellent Failures, Punish Mediocre Success

REWARD EXCELLENT FAILURES, PUNISH MEDIOCRE SUCCESS

(Kalau mau berinovasi, siap-siapkah untuk gagal berkali kali).

Pagi itu saya berdiskusi dengan seorang teman saya yang menjadi Direktur di sebuah perusahaan besar milik negara.
Sebut saja namanya Ratna (yang tentunya bukan nama aslinya).
Ratna, menceritakan susahnya mengembangkan bisnis dengan begitu banyaknya aturan.
Dan lebih parahnya adalah pada saat perusahaannya dievaluasi oleh institusi-institusi negara yang lain, Ratna dihadapakan oleh resiko yang sangat tinggi pada saat dia dianggap sebagai "merugikan keuangan negara".
Wadhuh... !
Padahal yang namanya bisnis, kita kan mengambil keputusan berdasarkan resiko.
We don't know what will be happen in the future.
Jadi kalau mau mengembangkan bisnis, ya kita harus berani mengambil resiko.
Dan pada saat kita mengambil resiko, ya ada kemungkinan untung ada kemungkinan rugi. Namanya juga bisnis.
Kalau nggak mau rugi ya jangan berbisnis. Itu resiko yang harus dihadapi.
It is  normal.
It is ok, untuk rugi. Karena mestinya anda melakukan  beberapa initiative baru dan nantinya ada yang rugi dan akan ada yang lain yang untung.
Dan selama yang untung bisa menutup kerugian yang lain dan secara keseluruhan hasilnya masih positive it should be ok kan?
But yang sering kali terjadi adalah pada saat rugi kita dihadapkan pada tuduhan "merugikan keuangan negara".
Lha kalau kita berbisnis dan semuanya ketakutan rugi, lha terus kita mau gimana?
Saya bertanya,"Apakah mungkin itu yang menyebabkan perusahaan perusahaan milik negara kita susah berkembang di luar negeri, sementara market dalam negeri kita diobok-obok oleh perusahaan dari luar negeri, Amerika, Eropa, Jepang, Singapore bahkan Malaysia?"
Ratna langsung menjawab,"You are exactly right Pam".

Wah... kok susah begini ya?
Kita coba ulas balik dengan mindset change dulu sebelum kita membahas bagaimana kita berinovasi ya...

Thomas Alva Edisson bereksperimen ribuan kali sebelum akhirnya dia berhasil menciptakan bola lampu.
Mungkin Thomas ini gila kali ya? Gagal ribuan kali tapi nggak pernah putus asa.
Bahkan waktu ditanya oleh wartawan "Bagaimana rasanya gagal ribuan kali?"
Dia malah tersenyum dan bercanda,"Saya bukan hanya menciptakan sebuah  cara yang benar, tetapi saya juga menemukan ribuan kali cara yang salah?"
Gila bener tuh orang. Ribuan kali gagal, tidak putus asa, masih bangkit dan mencoba lagi, akhirnya berhasil dan masih bisa bercanda.
Edan!
Tetapi berkat jasa "orang gila" seperti Thomas kita sekarang bisa menikmati bola lampu. Dan seandainya nggak ada Thomas mungkin kita masih harus menggunakan lampu minyak (atau petromax).
Dan ternyata itulah satu satunya cara untuk melakukan perubahan (dari lampu minyak ke bola lampu listrik).
Kita harus melakukan eksperimen dan harus siap untuk berkali kali gagal.

Padahal ini yang terjadi di Indonesia...

1) Waktu SD saya ingin memperbaiki design pesawat terbang kertas saya. Maka saya membuat dengan design yang berbeda dengan teman teman saya. Saya  berharap agar pesawat saya terbang lebih tinggi dan lebih jauh.
Tetapi saya gagal pada kesempatan pertama saya. Dan guru saya pun me"nasihati" saya. "Pam jangan membuat pesawat seperti itu. Tirulah teman temanmu yang lain. Pesawatnya terbang lebih jauh kan?"
Saya mengikuti nasihat guru itu (while I should not). Dan akibatnya saya gagal mencapai cita cita saya untuk menerbangkan pesawat lebih jauh daripada teman teman saya.

2) Sepupu saya namanya Indra. Setelah lulus dari pertanian, dia memulai usaha agrobusiness dengan membeli sayur mayur dari petani dan menjualnya ke supermarket di kota.
Suatu saat temannya yang menyopir mobil dari pedesaan ke kota kecelakaan dan tertabrak truk.
Dia mengalami kerugian besar untuk mengobati temannya dan memperbaiki mobilnya.
Orang tuanya marah besar,"Makanya dengerin kata orang tua. Sudah Ayah bilang jadilah pegawai negeri saja. Mengapa harus macem-macem buka usaha segala. Kalau begini siapa yang repot? Sudahlah, janga  membangkang sama orang tua"

Saya yakin banyak di antara kita yang mengalami atau mengamati kedua kasus di atas terjadi di tengah tengah kita.
Ternyata di Indonesia masih banyak yang belum mengerti bahwa untuk berinovasi, kita harus siap untuk gagal berkali kali.
Untung Thomas Alva Edisson bukan orang Indonesia. Kalau dia orang Indonesia mungkin setelah gagal sekali, orang tuanya akan bilang,"Sudah Ayah bilang. Pakai lampu minyak aja. Gak usah macam-macam bereksperimen. Sudah hentikan percobaanmu dan nurutlah sama orang tua."

Makanya di jawa ada istilah " Aja neka-neka"  dan di bahasa Indonesia ada kata "Jangan macam-macam"
Padahal di bahasa Inggris tidak ada padanan kata itu. Aja neka-neka atau jangan macem macem artinya jangan melakukan sesuatu di pakem. Which means jangan berinovasi. Wadhuh!
Makanya di Inggris atau di Amerika nggak ada padanan katanya, karena di sana mereka sangat encourage innovations.

Orang Indonesia terbiasa dengan pepatah,"Membela yang benar dan menghukum yang salah"
Dan seolah olah menjadi," Menghargai yang berhasil dan menghukum yang salah."
Eiiiitttts.... tunggu dulu.
Ada dua macam kesalahan:
- salah niatnya (berarti dari awal niatnya sudah nggak benar, mau korupsi atau mau mengambil keuntungan pribadi

- salah hasilnya (niatnya sudah benar, tetapi hasilnya masih salah, masih gagal, karena memang kita harus mencoba dan mencoba lagi)

Saya sangat setuju bahwa yang pertama (niatnya salah) harus dihukum sebesar besarnya.
Tetapi untuk yang kedua? Yang niatnya bagus dan hasilnya masih salah? Haruskah kita menghukum mereka.
Mereka ini punya niat yang baik untuk memulai ide baru, menjalankan perubahan, melahirkan inovasi yang akhirnya akan memajukan perusahaan dan membawa keuntungan (besar) bagi negara.
Dan kita akan menghukum mereka hanya karena idenya gagal (padahal masih bisa diperbaiki pada experimen berikutnya)?
Think again !

Pada saat mereka gagal, dan kemudian anda menghentikan usahanya, sayang amat, siapa tahu percobaan berikutnya akan berhasil.

Padahal kita tahu kan .. dunia berubah begitu cepat. Untuk survive dalam bisnis kita tidak bisa hanya meneruskan cara cara lama kita dulu. We can  no longer just continue the old way of doing things.
Kodak bermasalah besar saat orang orang tidak lagi mencetak photo. Nokia phone bermasalah saat mereka terus menerus memproduksi telephone padahal orang membutuhkan device untuk browsing dan messaging.
Sebuah perusahaan taxi besar di China hampir bangkrut karena orang lebih suka memesan taxi menggunakan aplikasi.
Bank harus bertransformasi ke digital karena pelanggan nggak mau lagi pergi ke branch.
Semua paradigma berbisnis cara lama harus diubah.
Itulah kenapa kita harus berinovasi untuk kelangsungan bisnis di masa depan (agar kita tidak mengalami nasib Kodak, Nokia dan perusahaan taxi di China).

Maka yang kita terapkan bukan lagi ... Reward the success and punish the failures, tetapi reward excellent failures and punish medicre success.

Dulu kita mereward success dan mem-punish failures.

Padahal kadang sukses yang kita lakukan hanya berarti menjual product atau service lama yang memang menguntungkan untuk jangka pendek tetapi mungkin akan membahayakan untuk jangka panjang (that's how a lot of companies got into trouble).
Dulu kita mem punish failures. Padahal failure itu kita butuhkan sebagai bagian dari experience di mana kita mencoba coba untuk melakukan hal baru di masa depan.
Kalau kita mem punish mereka , nanti tidak akan ada yang berani mencoba lagi.
Dan kalau tidak ada yang berani berinovasi ... tinggal menunggu waktu sebelum perusahaan memasuki era keruntuhan.
Jadi yang harus dilakukan adalah ...
- Reward excellent failures
(memberikan penghargaan kepada yang berani gagal karena mencoba berinovasi)

- Punish mediocre success
Menghukum orang orang yang berhasil dengan hanya menjalankan proses proses lama yang hanya menguntungkan secara jangka pendek. Menghukum mereka yang takut berinovasi.

Okay, jadi selain Reward excellent failures and punish mediocre success, apa yang harus dilakukan sebuah perusahaab agar survive in the future ...

1.  Send the sense of urgency
Semua orang harus mengerti bahwa tanpa berinovasi lama lama perusahaan akan mati.
Tunjukkan performance product dan service yang lama yang makin lama makin menurun. Semua harus bahu membahu menghindari kehancuran.

2. Encourage everybody to innovate
Inovasi bukan hanya milik product development team. Semua harus berinovasi (product, process, new way of doing things). Finance, marketing, HR, logistic... every body.

3. Allow mistake, reward the  mistake
Kirimkan pesan ke semua karyawan bahwa semua karyawan  boleh berinovasi.
Asalkan niatnya baik (ingin berinovasi untuk kemajuan perusahaan) gagal is okay. Success is even better.

4. Create different rule of the game for new business
In old business you can always measure the performance the success number.
Tapi dalam berinovasi anda tidak bisa melakukan itu.
Karena belum tentu ide baru itu langsung menghasilkan sales number .
Kalau anda hanya mereward dengan sales number ide baru nggak akan pernah tumbuh.
Reward dan berikan penghargaan untuk ...
- ide baru yang dicetuskan
- ide baru yang berhasil diimplementasikan
- ide baru yang berhasil diluncurkan ke pasar

5. Reward the success ideas that is launched successfully

Reward the excellent failure bukan berarti tidak menghargai kesuksesan.
Ide baru yang lahir, berhasil diimplementasikan, berhasil diluncurkan ke pasar dan menghasilkan angka penjualan yang tinggi juga harus direward setinggi tingginya.

Jadi ingat, demi kelangsungan bisnis anda di masa depan .... ini yang sebaiknya anda lakukan ...

1. Send a sense of urgency
2. Encourage everybody to innovate
3. Allow mistakes
4. Create different rule of the game
5. Reward the successful ideas

Tetapi ingat... yang paling penting adalah... Reward Excellent Failures and Punish Mediocre Success.

Selamat mencoba...

Pambudi Sunarsihanto

Kamis, 29 September 2016

Waktu


*"W A K T U"*

Waktu sedang  "Jaya",  kita merasa banyak teman di sekeliling kita

Waktu sedang  "Berkuasa",  kita percaya diri melakukan apa saja

Waktu sedang  "Tak Berdaya",  barulah kita sadar siapa saja sahabat sejati yang ada

Waktu sedang  "Jatuh",  kita baru sadar selama ini siapa saja teman yang memperalat dan memanfaatkan kita

Waktu sedang  "Sakit",  kita baru tahu bahwa sehat itu sangat penting,  jauh melebihi harta

Manakala  "Miskin",  kita baru tahu jadi orang harus banyak memberi/menderma dan saling membantu

Masuk  "Usia Tua",  kita baru tahu kalau masih banyak yang belum dikerjakan

Saat  "di Ambang Ajal",  kita baru tahu ternyata begitu banyak waktu yang terbuang sia sia

Hidup tidaklah lama.  Sudah saatnya kita bersama sama membuat HIDUP LEBIH BERHARGA :  Saling menghargai,  saling membantu,  saling memberi,  saling mendukung dan saling mencintai

Jadilah teman setia tanpa syarat ...
Jangan saling memotong dan menggunting sesama teman...

Tunjukkanlah bahwa kita masih mempunyai Hati Nurani yang tulus

Jauhkan niat jahat untuk mencelakai atau memfitnah

Jauhkan niat memaksa seseorang melakukan suatu hal untuk kepentingan pribadi kita

Apa yang ditabur itulah yang akan dituai

Tuhan tidak pernah menjanjikan bahwa langit itu selalu biru,  bunga selalu mekar,  dan mentari selalu bersinar

Tapi ketahuilah bahwa Tuhan selalu memberi pelangi di setiap badai,  Memberi senyum di setiap air mata,  Memberi Rahmat dan Berkah dibalik setiap cobaan.
Dan jawaban di setiap Doa2x......

Jangan pernah menyerah,  terus berjuanglah,  Life is so beautiful and colourful....

Hidup bukanlah suatu tujuan,  melainkan sebuah perjalanan

Saudaraku,.............
Indahnya hidup bukan karena banyak orang mengenal kita,  namun berapa banyak orang yang bahagia karena kita...

Jangan pernah menjadi  "gunting",  karena gunting bisa  memotong sesuatu menjadi terpisah,  jadilah "jarum",  meskipun tajam tetapi bisa menyatukan apa yang sudah terpisah...

Puisi terakhir WS Rendra

-Puisi terakhir WS Rendra*
beliau buat sesaat sebelum beliau wafat

        sedang kamu tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Apakah arti hidupmu? Hidupmu itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap.  (Yakobus 4:14)
                      
Hidup itu seperti UAP,  yang sebentar saja kelihatan, lalu lenyap !!
Ketika Orang memuji MILIKKU,
aku berkata bahwa ini HANYA TITIPAN saja.

Bahwa mobilku adalah titipan-NYA,
Bahwa rumahku adalah titipan-NYA,
Bahwa hartaku adalah titipan-NYA,
Bahwa putra-putriku hanyalah titipan-NYA ...

Tapi mengapa aku tidak pernah bertanya,
MENGAPA DIA menitipkannya kepadaku?
UNTUK APA DIA menitipkan semuanya kepadaku.

Dan kalau bukan milikku,
apa yang seharusnya aku lakukan untuk milik-NYA ini?
Mengapa hatiku justru terasa berat, ketika titipan itu diminta kembali oleh-NYA?

Malahan ketika diminta kembali,
kusebut itu MUSIBAH,
kusebut itu UJIAN,
kusebut itu PETAKA,
kusebut itu apa saja ...
Untuk melukiskan, bahwa semua itu adalah DERITA....

Ketika aku berdo'a,
kuminta titipan yang cocok dengan
KEBUTUHAN DUNIAWI,
Aku ingin lebih banyak HARTA,
Aku ingin lebih banyak MOBIL,
Aku ingin lebih banyak RUMAH,
Aku ingin lebih banyak POPULARITAS,

Dan kutolak SAKIT,
Kutolak KEMISKINAN,
Seolah semua DERITA adalah hukuman bagiku.

Seolah KEADILAN dan KASIH-NYA, 
harus berjalan seperti penyelesaian matematika
dan sesuai dengan kehendakku.

Aku rajin beribadah,
maka selayaknyalah derita itu menjauh dariku,
Dan nikmat dunia seharusnya kerap menghampiriku ...

Betapa curangnya aku,
Kuperlakukan DIA seolah Mitra   Dagang ku
dan bukan sebagai Kekasih!

Kuminta DIA membalas perlakuan baikku
dan menolak keputusan-NYA yang tidak sesuai dengan keinginanku ...

Duh ALLAH ...

Padahal setiap hari kuucapkan,
Hidup dan Matiku, Hanyalah untuk-MU ya ALLAH, AMPUNI AKU, YA ALLAH ...

Mulai hari ini,
ajari aku agar menjadi pribadi yang selalu bersyukur
dalam setiap keadaan
dan menjadi bijaksana,
mau menuruti kehendakMU saja ya ALLAH ...

Sebab aku yakin
ENGKAU akan memberikan anugerah dalam hidupku ...
KEHENDAKMU  adalah yang ter BAIK bagiku ..

Ketika aku ingin hidup KAYA,
aku lupa,
bahwa HIDUP itu sendiri
adalah sebuah KEKAYAAN.

Ketika aku berat utk MEMBERI,
aku lupa,
bahwa SEMUA yang aku miliki
juga adalah PEMBERIAN.

Ketika aku ingin jadi yang TERKUAT,
aku lupa,
bahwa dalam KELEMAHAN,
Tuhan memberikan aku KEKUATAN.

Ketika aku takut Rugi,
Aku lupa,
bahwa HIDUPKU adalah
sebuah KEBERUNTUNGAN,
kerana AnugerahNYA.

Ternyata hidup ini sangat indah, ketika kita selalu BERSYUKUR kepadaNYA

Bukan karena hari ini INDAH
kita BAHAGIA.
Tetapi karena kita BAHAGIA,
maka hari ini menjadi INDAH.

Bukan karena tak ada RINTANGAN kita menjadi OPTIMIS.
Tetapi karena kita optimis, RINTANGAN akan menjadi tak terasa.

Bukan karena MUDAH kita YAKIN BISA.
Tetapi karena kita YAKIN BISA.!
semuanya menjadi MUDAH.

Bukan karena semua BAIK kita TERSENYUM.
Tetapi karena kita TERSENYUM, maka semua menjadi BAIK,

Tak ada hari yang MENYULITKAN kita, kecuali kita SENDIRI yang m membuat SULIT.

Bila kita tidak dapat menjadi jalan besar,
cukuplah menjadi JALAN SETAPAK yang dapat dilalui orang.

Bila kita tidak dapat menjadi matahari,
cukuplah menjadi LENTERA yang dapat menerangi sekitar kita.

Bila kita tidak dapat berbuat sesuatu untuk seseorang,
maka BERDOALAH untuk kebaikan.

sedang kamu tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Apakah arti hidupmu? Hidupmu itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap.  (Yakobus 4:14)

Vitamin pagi

*Vitamin Pagi*

*1. Jika Kita Memelihara Kebencian/Dendam,* maka
seluruh 'Waktu & Pikiran' yg kita miliki akan habis begitu saja & kita tidak akan pernah menjadi 'Orang Yang Produktif'.

*2. Kekurangan Orang Lain adalah Ladang Pahala' bagi kita untuk :*
» Memaafkannya,
» Mendoakannya,
» Memperbaikinya, dan
» Menjaga Aib-nya.

*3. Bukan Gelar, Jabatan dan kekayaan yg menjadikan 'Orang Menjadi Mulia',* Jika kualitas pribadi kita buruk, semua itu hanyalah 'Topeng Tanpa Wajah'.

*4. Ciri Seseorang (Pemimpin ) itu " Baik'* akan Tampak dari :
» Kematangan Pribadi,
» Buah Karya,
» serta Integrasi antara 'Kata & Perbuatan'-nya.

*5. Jika Kita Belum bisa membagikan Harta atau membagikan Kekayaan,* maka Bagikanlah 'Contoh Kebaikan' karena Hal itu akan 'Menjadi Tauladan'.

*6. Jangan Pernah Menyuruh Orang lain utk Berbuat Baik,* Sebelum Menyuruh Diri Sendiri',
Awali segala sesuatunya untuk kebaikan dari Diri Kita Sendiri.

*7. Pastikan Kita sudah melakukan yg terbaik n  'Beramal' hari ini,* Baik dengan :
» Materi,
» dengan Ilmu,
» dengan Tenaga,
» atau Minimal dgn
'Senyuman yg Tulus'...

*8. Para Pembohong* akan
'Dipenjara oleh Kebohongannya' sendiri.
Orang yg Jujur akan
'Menikmati Kemerdekaan' dalam Hidupnya.

*9. Bila Memiliki 'Banyak Harta', maka Kita lah yg akan 'Menjaga Harta'.*
Namun Jika Kita Memiliki 'Banyak Ilmu', maka Ilmu lah yg akan 'Menjaga Kita'.

*10. Bila 'Hati Kita Bersih',*
Tak ada Waktu untuk :
» Berpikir Licik,
» Curang,
» atau Dengki,
sekalipun terhadap Orang lain.

*11. Bekerja Keras adalah 'Bagian Dari Fisik',* Bekerja Cerdas merupakan 'Bagian Dari Otak', sedangkan Bekerja Ikhlas adalah
'Bagian Dari Hati'.

*12. Jadikanlah setiap 'Kritik'* bahkan 'Penghinaan' yg Kita Terima sebagai 'Jalan Untuk Memperbaiki Diri'.

*13.Kita tdk pernah tahu Kapan* 'Kematian' akan 'Menjemput Kita, tapi yg Kita Tahu  adalah kematian itu pasti datang n seberapa Banyak Bekal yg Kita Miliki untuk Menghadapinya..

Minggu, 25 September 2016

Sukses berdasarkan umur

*TOLOK UKUR SUKSES SESEORANG....???*

@ *Pada umur 4 tahun*.
Sukses adalah kalau kita tidak ngompol di celana.

@ *Pada umur 7 tahun*.
Sukses adalah kalau tahu jalan pulang kerumah.

@ *Pada umur 12 tahun*.
Sukses adalah kalau kita punya banyak teman.

@ *Pada umur 17 tahun*.
Sukses adalah kalau kita bisa mendapatkan KTP dan SIM.

@ *Pada umur 23 tahun*.
Sukses adalah kalau kita lulus Perguruan Tinggi.

@ *Pada umur 25 tahun*.
Sukses adalah kalau kita sudah dapat pekerjaan.

@ *Pada umur 30 tahun*.
Sukses adalah kalau kita bisa membangun keluarga.

@ *Pada umur 35 tahun*.
Sukses adalah kalau kita dapatkan harta kekayaan.

@ *Pada umur 45 tahun*.
Sukses adalah kalau kita mampu menjaga kelihatan awet muda.

@ *Pada umur 50 tahun*.
Sukses adalah kalau didikan kita terhadap anak membuahkan hasil.

@ *Pada umur 60 tahun*.
Sukses adalah kalau kita masih mampu berkendara mengemudikan kendaraan.

@ *Pada umur 65 tahun*.
Sukses adalah kalau kita hidup tanpa mengidap penyakit.

@ *Pada umur 70 tahun*.
Sukses adalah kalau kita tidak menjadi beban.

@ *Pada umur 75 tahun*.
Sukses adalah kalau kita masih punya banyak teman.

@ *Pada umur 80 tahun*.
Sukses adalah kalau kita masih tahu jalan pulang kerumah.

@ *Pada umur 85 tahun*.
Sukses adalah kalau kita tidak ngompol di celana.

*LOH...... KOQ BALIK LAGI YA......????*
(Its so natural, so enjoy our life cycle).

Sabtu, 17 September 2016

Falsafah serat Ronggo Wasito


Falsafah serat
RONGGO WARSITO
 
Rejeki iku ora iså ditiru...,
       REJEKI ITU TIDAK BISA
       DITIRU..

Senajan pådå lakumu...,
       WALAU SAMA  
       JALANMU

Senajan pådå dodolan mu...,
       WALAU SAMA
        JUALANMU

Senajan pådå nyambut gawemu...,
         WALAU SAMA
         PEKERJAANMU...

Kasil sing ditåmpå bakal bedå2....,
        HASIL YANG
        DITERIMA AKAN BERBEDA
        SATU SAMA LAIN

Iså bedå nèng akèhé båndhå...,
         BISA LAIN DALAM
         BANYAKNYA HARTA

Iså ugå ånå nèng Råså lan Ayemé ati,
Yåaa iku sing jenengé bahagia....,
       BISA LAIN DALAM
       RASA BAHAGIA DAN
       KETENTERAMAN HATI

Kabèh iku såkå tresnané Gusti kang måhå kuwåså.....,
     SEMUA ITU ATAS
     KASIH DARI TUHAN YANG
     MAHA KUASA

Såpå temen bakal tinemu...,
     BARANG SIAPA BER-
     SUNGGUH2 AKAN
     MENEMUKAN

Såpå wani rekåså bakal nggayuh mulyå... ,
     BARANG SIAPA BERANI
     BERSUSAH PAYAH
     AKAN MENEMUKAN
     KEMULIAAN

Dudu akèhé, nanging berkahé kang dadèkaké cukup lan nyukupi.....,
     BUKAN BANYAKNYA
     MELAINKAN BERKAH
     NYA YANG MENJADIKAN
     CUKUP DAN
     MENCUKUPI

Wis ginaris nèng takdiré menungså yèn åpå sing urip kuwi wis disangoni såkå sing kuwåså.
      SUDAH DIGARISKAN
      OLEH TAKDIR BAHWA
      SEMUA YANG HIDUP
      ITU SUDAH DIBERI
      BEKAL OLEH YANG
      MAHA KUASA

Dalan urip lan pangané wis cemepak cedhak kåyå angin sing disedhot bendinané....,
     JALAN HIDUP
     DAN REJEKI SUDAH
     TERSEDIA.. DEKAT..
     SEPERTI UDARA YANG
     KITA HIRUP SETIAP
     HARINYA

Nanging kadhang menungså sulap måtå lan peteng atiné, sing adoh såkå awaké katon padhang cemlorot ngawé-awé,
Nanging sing cedhak nèng ngarepé lan dadi tanggung jawabé disiå-siå kåyå orå duwé gunå...,
     TETAPI KADANG
      MANUSIA SILAU MATA
      DAN GELAP HATI,
      YANG JAUH KELIHATAN
     BERKILAU DAN
     MENARIK HATI..
     TETAPI YANG DEKAT
     DIDEPANNYA DAN
     MENJADI TANGGUNG
     JAWABNYA DISIA SIA
     KAN SEPERTI TAK ADA
     GUNA

Rejeki iku wis cemepak såkå Gusti, ora bakal kurang anané kanggo nyukupi butuhé menungså såkå lair tekané pati....,
     REJEKI ITU SUDAH
     DISEDIAKAN OLEH
     TUHAN, TIDAK BAKAL
     BERKURANG UNTUK
     MENCUKUPI
     KEBUTUHAN MANUSIA
     DARI LAHIR SAMPAI
     MATI
    
Nanging yèn kanggo nuruti karep menungså sing ora ånå watesé, rasané kabèh cupet, nèng pikiran ruwet, lan atiné marahi bundhet.
     TETAPI KALAU
     MENURUTI KEMAUAN
     MANUSIA YANG TIDAK ADA
     BATASNYA, SEMUA
     DIRASA KURANG
     MEMBUAT RUWET DI HATI
     DAN PIKIRAN

Welingé wong tuwå, åpå sing ånå dilakoni lan åpå sing durung ånå åjå diarep-arep, semèlèhké lan yèn wis dadi duwèkmu bakal tinemu, yèn ora jatahmu, åpå maneh kok ngrebut såkå wong liyå nganggo cårå sing ålå, yå  waé, iku bakal gawé uripmu lårå, rekåså lan angkårå murkå sak jeroning kaluwargå, kabeh iku bakal sirnå balik dadi sakmestiné.
     PETUAH ORANG TUA,
     JALANILAH APA YANG
     ADA DIDEPAN MATA
     DAN JANGAN TERLALU
     BERHARAP LEBIH UNTUK
     YANG BELUM ADA
  
     KALAU MEMANG
     MILIKMU PASTI AKAN  
     KETEMU..
     KALAU BUKAN JATAHMU..
     APALAGI SAMPAI
     MEREBUT MILIK ORANG
     MEMAKAI CÀRA TIDAK
     BAIK, ITU AKAN
     MEMBUAT HIDUPMU
     MERANA, SENGSARA
     DAN ANGKARA MURKA
     SEMUA ITU AKAN SIRNA
     KEMBALI KE ASALNYA

Yèn umpåmå ayem iku mung biså dituku karo akèhé båndhå dahnå rekasané dadi wong sing ora duwé...,
     SEUMPAMA
     KETENTERAMAN ITU
     BISA DIBELI DENGAN
     HÀRTA, ALANGKAH
     SENGSARANYA ORANG
     YANG TIDAK PUNYÀ

Untungé ayem isà diduwèni såpå waé sing gelem ngleremké atiné ing bab kadonyan, seneng tetulung marang liyan, lan pasrahké uripé marang GUSTI KANG MURBENG DUMADI…,

     UNTUNGNYA,
     KETENTERAMAN BISA
     DIMILIKI OLEH SIAPA
     SAJA YANG TIDAK
     MENGAGUNGKAN
     KEDUNIAWIAN, SUKA
     MENOLONG ORANG
     LAIN DAN
     MENSYUKURI HIDUPNYA.

Selasa, 06 September 2016

12 things go remember

12 Things to Remember

1. The past cannot be changed.
2. Opinions don’t define your reality.
3. Everyone’s journey is different.
4. Things always get better with time.
5. Judgements are a confession of character.
6. Overthinking will lead to sadness.
7. Happiness is found within.
8. Positive thoughts create positive things.
9. Smiles are contagious.
10. Kindness is free.
11. You only fail if you quit.
12. What goes around comes around.