Jumat, 30 September 2016

Your children have to be the pilot of their own future

YOUR CHILDREN HAVE TO BE THE PILOT OF THEIR OWN FUTURE

(Anak-anak anda harus menjadi pilot dari masa depan mereka sendiri)

Namanya Eka, lahir dan besar di sebuah pedesaan di pulau Jawa. Sampai dengan SMA, Eka tinggal di pedesaan itu. Eka sangat hobby berolahraga. Hampir tiap hari dia berolahraga dengan teman-temannya. Bahkan pernah menjadi Juara Tenis Meja dan Juara Catur. Namun dia juga tiap hari belajar. Setelah lulus SMA dia berhasil diterima di 4 Perguruan Tinggi Negeri (termasuk salah satunya Universitas Gajah Mada). Akhirnya Eka mengambil jurusan Kedokteran Umum. Sekarang Eka menjadi Direktur Utama sebuah Rumah Sakit ternama di negeri ini.

Namanya Dila, pelajar Indonesia yang meneruskan SMA nya di sebuah sekolah favorite di Singapore. Dila hobby jalan-jalan dan nonton film (di bioskop ataupun dengan DVD). Tetapi Dila juga rajin belajar.
Pada saat ujian akhir semua nilai ujian Cambridge nya A. Dan dia memperoleh nilai yang tinggi juga di ujian SAT. Kemudian Dila mendapatkan beasiswa di 7 Universitas di luar negeri (di Australia, Inggris, Irlandia, Canada dan Amerika). Akhirnya Dila memilih beasiswa di jurusan Teknik Kimia di Amerika.

Eka bersekolah di sebuah pedesaan di pulau Jawa, Dila bersekolah di Singapura.
Tetapi ada kesamaan di antara mereka:
- Mereka punya hobby
- Mereka belajar keras
- Mereka sukses mendapatkan nilai ujian yang bagus, dan diterima di Perguruan Tinggi ternama.

Mengapa?
Kesamaan pattern mereka itulah yang akan kita bahas dan kita diskusikan hari ini ....

Akhirnya saya pun ngobrol-ngobrol dengan mereka dalam pembicaraan yang terpisah, dan menyarikan finding dan observasi saya, dan inilah yang akan saya sharing hari ini.

But, first thing first, kita dan anak-anak kita harus mengerti, bahwa masa depan mereka ada di tangan mereka sendiri.
Kita sebagai orang tuanya memang bisa membantu, tetapi mereka harus menjadi "the pilot of their own future".
Apa maksudnya?
Analogy nya seperti pilot yang mengemudikan pesawat.
Airlines bisa membelikan pesawat. Mechanic bisa memaintainance mesin pesawat. Pramugari bisa membantu. Traffic controller bisa mengarahkan.
Tetapi semuanya bisa aja melakukan tugasnya, tetapi kalau pilotnya tidak mau menggerakkan engine ya tetap saja pesawat tidak akan berangkat.

Sama dengan anak-anak anda. Orang tua bisa mendidik, guru bisa mengajari, kakek nenek bisa memotivasi, lingkungan bisa mendukung, bahkan guru private bisa memberikan pelajaran tambahan.
Tetapi kalau anak anda tidak mau membangun masa depan mereka sendiri, ya semuanya tidak akan berguna.

Jadi yang paling penting adalah MENYADARKAN  mereka sendiri bahwa masa depan adalah milik mereka sendiri dan mereka juga harus mencetak dan membangunnya sendiri.
Make them understand that the parents will be gone one day and they cannot rely on us anymore.
That's why they have to stand strong both in term of financially and personality.

I know some parents (actually a lot) who pay their childern up to their Master Degree, help them to find job and even buy them the house.
(Bahkan saya mengenal seorang ayah yang membeli 3 rumah untuk 3 anaknya nanti).
Mungkin anda sangat menyayangi mereka.
Tetapi melakukan hal hal di atas itu tidak membantu mereka untuk menjadi pilot yang baik untuk masa depan mereka.
They have to struggle. Mereka harus berjuang. Mereka harus merasakan kerasnya kehidupan. Mereka harus merasakan dicela, dihina dan disiksa (mentally).
That's the only way to succeed. Because there is  no success that will come fron a smooth and easy journey.
Harder is better!
More challenges they face, more struggle they go through, more difficult the journey, it will means your children will learn much more.

I told my childen they can rely on me until high school. After that they will be on their own.
I will pay everything, expensive books, other investment, supporting their hobby ...etc. But after their high scholld they will be on their own.
My first daughter got university scholarship. My other children are  now studying hard and struggling to follow the sister's example.
Mungkin saya menangis dalam hati karena seolah olah saya adalah ayah yang kejam. Tapi saya percaya bahwa itu semua akan membantu mereka untuk belajar menjadi pilot yang baik bagi dirinya sendiri.

Oleh karena itu katakanlah pada mereka ....

1) Yang bisa memotivasi mereka adalah diri mereka sendiri

2) Apa yang sedang mereka lakukan sekarang akan menentukan seperti apa hidup mereka selama 50 atau 60 tahun ke depan

3) Apakah mereka akan belajar keras dan bekerja keras atau tidak, pada akhirnya adalah urusan mereka sendiri, karena hidup mereka adalah urusan mereka sendiri. Mereka yang akan memetik hasilnya. Keberhasilan atau kegagalan itu akhirnya mereka nikmati sendiri. Jadi mereka yang harus mencetak masa depan mereka sendiri. Orang tua hanya bisa membantu tetapi inisiatif harus datang dari mereka sendiri.

Ok, sekarang kita kembali ke Eka dan Dila. Jadi apa saja sih yang mereka lakukan waktu SMP dan SMA sehingga mereka menjadi sesukses itu (ingat Eka yang pada jamannya diterima di empat Perguruan Tinggi Negeri termasuk UGM, dan ingat Dila yang mendapat 7 beasiswa di luar negeri). Inilah finding dan observasi saya tentang kesamaan karakter pada mereka berdua (meskipun yang satu sekolah di pedesaan di Pulau Jawa dan satunya sekolah di Singapore).

1. BELIEVE IN YOURSELF

Mereka punya rasa percaya diri yang tinggi.
Bisa saja karena mereka memang pintar . Dila memang pintar dan selalu mendapat nilai bagus. Eka nilainya hanya rata-rata. Tapi dia pernah menjadi juara tenis meja dan juara catur.
Dua-duanya menganggap bahwa they can do more than others, they can achieve more than others.
Jadi intinya adalah pupuklah rasa percaya diri anak-anak anda. Percaya diri itu harganya mahal. Jadi mungkin anda harus berinvestasi mahal.
Bisa saja anda memupuk percaya diri mereka dari segi akademis. Tapi bisa juga anda mendidik mereka sebagai juara dalam bidang lain dan menumbuhkan rasa percaya dirinya. Nanti rasa percaya diri itu akan menular ke bidang akademis juga.

2. Competitive Environment

Dila berada di salah satu SMA yang paling sulit di Singapore. Eka berada di kelas yang penuh dengan murid murid terbaik. Competitive environment akan membuat mereka ingin berlomba-lomba dan mencapai yang terbaik.
Pada saat mereka berada di situ (ingat, setelah mereka mempunyai rasa percaya diri yang tinggi) they will do their best and they will work extra hard to achieve what they want.
Kalau hasilnya mereka menjadi juara 1 di sekolahnya .. that's great. Kalau enggak, ya minimal mereka akan mendapatkan bekal yang cukup untuk masuk ke Universitas yang bagus. Karena suasana yang competitive.

3. Supporting Parents

Anak anak anda akan bekerja keras. Mereka membutuhkan semangat dan motivasi dari orangtuanya.
Anda bisa mensupport mereka dengan dua cara ini:
a) Selalu memberikan semangat dan pressure untuk mencapai yang terbaik.
Yes. Saya bilang pressure. Karena memang pressure bisa memberikan hasil yang sangat positive!
Tanpa pressure mereka mungkin akan happy dengan yang mereka punya sekarang.
- Motivasi dan kasih sayang.
Mereka bekerja keras. Mereka akan struggle. Maka orang tua harus mengerti, menyayangi dan menyeimbangkan pada saat mereka frustasi.
Kasih reward dan penghargaan. Dengarkan keluh kesah dan tangis mereka.
Terutama dengarkan. Dan kadang kadang tanyakan,"What can I do to help you?"

4. Balance of Life

Seimbangkan hidup mereka sejak kecil. Jangan hanya belajar. Dila nonton film dan DVD. Eka berolah raga. Apa yang anak anak anda lakukan untuk having fun dan beristirahat (SETELAH MEREKA BELAJAR)

5. Strategize

Waktu mereka terbatas. Jangan berusaha mendapatkan perfect score di setiap pelajaran. Kadang-kadang mereka harus belajar menentukan prioritas. Ternyata memang banyak materi yang harus dipelajari di SMP dan SMA. Prioritasnya adalah mata pelajaran apa yang benar-benar akan membantu mereka mendapatkan Universitas terbaik? Fokuskan waktu mereka di pelajaran-pelajaran itu.

6. Never study before the exam

Ternyata salah satu kesamaan Dila dan Eka adalah mereke TIDAK PERNAH BELAJAR SEHARI SEBELUM UJIAN ATAU TES.
Keren ya?
Dan ternyata logis.
Karena mereka tidak begadang semalam sebelum ujian, akibatnya otak mereka fresh dan mereka akan mendapatkan nilai yang baik di ujian itu.
Tentunya untuk ini, mereka sudah belajar keras LAMA SEBELUM UJIAN!

7. Persistence and Perserverance

SMP itu 3 tahun. SMA itu 3 tahun. Totalnya 6 tahun..Kalau ditambah SD menjadi 12 tahun totalnya.
Perjalanan yang panjang untuk diterima di Perguruan Tinggi yang baik (atau untuk mendapatkan beasiswa).
Perjalanan ke sana akan panjang. Banyak cobaan, gangguan dan rintangan. Motivasi mereka akan naik turun seperti roller coaster. Kasih tahu mereka bahwa life is designed so that only the people who are persistent and perserverance will succed. Hanya yang tegar dan pantang menyerah akan berhasil.

Jadi ingat ya... resep keberhasilan Eka dan Dila ... 7 hal ini ..

1. Believe in Yourself
2. Competitive Environment
3. Supporting Parents
4. Balance of Life
5. Strategize
6. Never study before the exam
7. Persistence and Perserverance

Tapi ingat yang menjadi paling penting adalah.... mereka harus menjadi pilot dari masa depan mereka sendiri.
THEY HAVE TO BE THE PILOT OF THEIR OWN FUTURE.

Bagaimana kalau kita mencoba menerapkan itu kepada anak-anak kita. Kita coba yuk?

Salam Hangat

Pambudi Sunarsihanto

Tidak ada komentar:

Posting Komentar