Selasa, 18 Oktober 2016

Kekuatiran vs kecemasan


KEKUATIRAN Vs KECEMASAN

Ada 2 orang pelancong asal Swiss melakukan pendakian di gunung. Saat pulang mereka terpaksa menumpang mobil tua. Jalannya tersendat-sendat karena mesin tuanya.

Sepanjang jalan, pelancong pertama sibuk mencemas kan kondisi mobil. Ia terbekap rasa kuatir kalau mobil itu mogok ditengah jalan, Ia kuatir bensinnya habis dan tidak ada pom bensin disana.

Sementara, pelancong yang kedua tampak santai, menikmati pemandangan indah bukit-bukit yang pucuknya dihiasi salju di negeri cokelat itu.

Beberapa kali ia mengabadikan keindahan dengan HP nya.

Setelah 1 jam berlalu, akhirnya mobil uzur itupun tiba di kota yang dituju.

"Kok kamu sempat-sempat ambil gambar pemandangan itu? Apa tidak cemas?", tanya pelancong pertama.

"Apa yang perlu dicemaskan, Seandainya ada masalah, pasti ada jalan keluarnya.
Aku suka dengan perjalanan tadi",  kata pelancong kedua.

Kisah tadi menolong umtuk memahami bagaimana seringkali kekuatiran membuat kita kehilangan banyak hal  berharga.

Lebih buruk lagi, seringkali kekuatiran itu tidak terbukti separah yang kita kuatirkan/ malah tidak terbukti sama sekali.

Kekuatiran tidak akan menambah sejengkal pun panjang usia kita. Banyak orang hidup dalam kekuatiran, cemas mengenai apa yang belum terjadi.

Orang sering takut dan tidak tahu apa yang ia takuti. Akhirnya, orang seperti ini tidak akan menikmati kehidupan.

Kebahagiaan hidup hanya menjadi milik orang-orang yang mampu menikmati dengan bersyukur.

JAM KEHIDUPAN hanya sekali berputar.
Ada menit yang harus dilalui dengan MANIS, Ada pula menit yang harus dilalui dengan PAHIT...

Jalanilah setiap DETIK dengan berserah kepadaNya agar kita menjadi lebih BIJAKSANA dalam menjalani kehidupan ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar