Selasa, 21 November 2017

asal usul penamaan kampung-kampung tradisional di Kota Semarang

*~Berikut adalah asal usul penamaan kampung-kampung tradisional di Kota Semarang*~

🔶 *Banyumanik*, konon katanya berasal dari tetesan air mata Nyi Ageng Pandanaran yang kemudian berubah menjadi sebuah mata air (banyu) yang berkilauan seperti belian (manik)
🔶 *Beteng*, dahulu disana ada bentengnya
Bulu stalan, dahulu di daerah yang berdekatan dengan pasar bulu ini banyak terdapat kandang kuda (stall)
🔶 *Gandekan*, dahulu sebagai tempat pengrajin emas
🔶 *Gang Besen*, dahulu di daerah ini banyak penjual besi
🔶 *Gang Lombok*, dahulu di daerah ini adalah kebun lombok
🔶 *Gang Mangkok*, dahulu di daerah ini banyak penjual barang pecah belah
🔶 *Gedangan*, dahulu daerah ini merupakan sebuah kebun luas yang ditanamin pohon pisang milik seorang priyayi. Dari sana kemudian diberi  nama gedangan atau daerah penghasil pisang
🔶 *Gendingan*, dahulu di daerah ini banyak pemain dan pembuat alat musik gamelan
🔶 *Mangkang*, nama yang aslinya berasal dari kata Wakang Tjoen atau perahu layar besar (armada Laksamana Cheng Hoo)
🔶 *Gunung Brintik*, dahulu ada tokoh masyarakat bernama mbah brintik
🔶 *Gunung pati*, daerahnya bergunung-gungung dan disana pernah tinggal seorang kyai bernama Pati
🔶 *Jagalan*,
dahulu daerah ini ada tempat pemotongan hewan
🔶 *Kalibanteng*,
di daerah ini tinggal seorang perempuan sakti bernama Nyai Banteng Wareng, pada saat meninggal kemudian dimakamkan ditepi sungai dekat rumahnya. Sejak itulah oleh masyarakat di daerah tersebut dikenal dengan nama kalibanteng
🔶 *Kampung baris*, dahulu daerah milik tuan Bars
🔶 *Kampung Baterman*
, dahulu daerah milik tuan Batermann
Kampung Batik, dahulu penduduknya banyak yang membatik
🔶 *Kampung Bustaman*
, diambil dari nama seorang kyai bernama Bustaman
🔶 *Kanjengan*, dahulu sebagai tempat tinggal dan kegiatan pemerintahan semarang ( Kanjeng Bupati )
🔶 *Kapuran*, dahulu di daerah ini ada gudang kapur
🔶 *Kelengan*, dahulu daerah milik tuan Klein
🔶 *Kentangan*, dahulu di daerah ini banyak orang menanam kentang
🔶 *Kampung Krese*, dahulu daerah milik tuan Chriss
🔶 *Kampung Kulitan*, dahulu daerah ini tempat penyamakan kulit milik pedagang kaya bernama Tasripen
🔶 *Kampung Leduwi*, dahulu daerah milik tuan Lodewijk
🔶 *Kampung Ligu*, dahulu disana ada pedagang Cina bernama Lie Goe
🔶 *Ngaliyan*, dahulu di daerah ini ada saudagar kaya Cina bernama Ang Lay An
🔶 *Petek* , dahulu daerah sini mempunyai khas ikan asin petek
🔶 *Kampung Melayu/Layur* dulu disini  dan smpe skr bnyak warga keturunan melayu dan Arab
🔶 *Pedamaran*,
di daerah ini ada sebuah makam seorang kyai bernama Damar (ada yang mengatakan sebagai tempat perdagangan damar/bahan pewarna batik)
🔶 *Pederesan*, dahulu disana banyak orang yang menderes pohon enau atau kepala untuk dibuat gula Jawa
🔶 *Pekojan*, dahulu penduduknya banyak suku Koja asal Gujarat
🔶 *Peterongan*, dahulu daerah ini banyak penjual terong
🔶 *Petolongan*, dahulu di darah ini banyak pembuat talang/tolong/saluran curah air hujan
🔶 *Petudungan*, dahulu daerah ini banyak penjual tudung/caping/tutup kepala
🔶 *Sayangan*, dahulu sebagai tempat perajin alat-alat rumah tangga dari logam/tembaga
🔶 *Sebandaran*, dahulu daerah ini merupakan daerah bandar jika melewati harus membaya
🔶 *Seteran*, dahulu daerah ini ada rumah seorang zuster Belanda
🔶 *Wotgandul*, dahulu di daerah ini ada jembatan gantung (gandul)
🔶 *Watu Gong*, disana terdapat sebuah batu yang menyerupai gong

Tidak ada komentar:

Posting Komentar