Senin, 15 Januari 2018

DO THE RIGHT THINGS RIGHT

*DO THE RIGHT THINGS RIGHT*
By GC – 15 Jan 2018

John dan Vince adalah 2 orang sahabat. Mereka berdua memiliki kemiripan satu sama lainnya. Mereka menyukai dan berbakat dalam bermain Bola Basket, mereka juga merupakan kapten dari tim bola basket di SMA yang berbeda. Mereka sering bertemu, kalah dan menang terus terjadi di dalam perjalanan hidup mereka. Merekapun terus berkembang dalam karirnya dari pemain Amatir ke pemain semi Professional. Namun nasib mereka tetap sama. Mereka selalu menjadi kapten.

Pada suatu ketika, tim basket John yang kali ini mewakili kota Oklahoma yang kecil dan Vince yang mewakili kota besar Illinois bertemu di pertandingan final untuk memperebutkan juara 1. Yang mana kejadian sebuah kota kecil bertemu dengan kota besar (mempunyai kemampuan membeli pemain-pemain hebat di seluruh Amerika) adalah sangat langka. Karena biasanya mereka pasti akan kalah di babak penyisihan.

Malam sebelum Hari final itu, sebuah kejadian yang tidak terduga terjadi. Mama dari John yang sudah berjuang sekian tahun melawan kanker malam itu meninggal. Tentu saja seluruh tim berduka, dan pelatih dari John ingin membatalkan pertandingan itu dan menerima WO. Namun John memaksa agar pertandingan tersebut terus dilakukan.

Keesokan harinya timnya bersiap-siap untuk berjuang keras untuk menghormati keinginan kaptennya untuk terus bertanding. Mereka sangat ingin menang… sekalipun tanpa kapten mereka.

Namun apa yang tidak mereka duga adalah… John tiba-tiba muncul saat pertandingan sudah berjalan sekitar 10 menit.  Timnya pun menjadi semangat, begitu juga pelatihnya. Pelatihnya berkata: “John kamu bisa duduk dan melihat bagaimana timmu akan memenangkan pertandingan ini.” John berkata: “Coach, saya mau main!”

Oleh karena John tidak ada di list pemain pada saat awal pertandingan maka tim John mendapat hukuman (penalty) dari wasit. Dimana pemain lawan akan melakukan lemparan bebas ke arah tiang basket tim Oklahoma (Tim dari John). Pelatih John menyetujuinya.

Pihak lawan karena mengetahui hal ini meminta kepada wasit agar membatalkan hukuman ini karena tahu kondisi sebenarnya dari John. Tapi pelatihnya berkata: *_“I have to do the things right according to rule and principle made by the association!”_* Saya harus melaksanakan aturan dengan benar sesuai aturan dan prinsip-prinsip yang sudah diatur oleh persatuan bola basket.

Untuk kesempatan lemparan bebas ini, Tim Illinois akan diwakili oleh Vince yang merupakan kapten dan sekaligus pemain yang tidak pernah lolos dalam menbuat skor saat lemparan bebas. Vince pun bersiap-siap. Jarak dari tempat Vince melakukan tembakan (shoot) adalah 4.6 Meter ke sasaran. Lalu Vince pun menembak… Bola jatuh di jarak 2 meter. Ia menggeleng-gelengkan kepalanya lalu ia dengan serius bersiap lagi untuk menembak… lalu hopps… bola jatuh di jarak bahkan lebih dekat… yaitu 1 meter saja.

John dan seluruh timnya pun sadar apa yang dilakukan oleh Vince. Ia dan teman-temannya bangkit berdiri dan memberikan tepuk tangan yang sangat luar biasa. Bahkan seluruh penonton yang ada di sana juga bangkit berdiri untuk memberikan penghargaan atas apa yang dilakukan oleh Vince.

Ketika Vince diwawancarai oleh seorang wartawan seusai pertandingan. Ia mengatakan: “Saya melakukan itu untuk sahabat saya yang sedang kehilangan mamanya. Dan *_“IT WAS THE RIGHT THING TO DO”_*

Pertandingan itu sendiri akhirnya dimenangkan oleh tim Oklahoma yang hari itu bermain dengan sangat semangat untuk menang. Diakhir pertandingan kedua tim bertemu untuk makan pizza bersama. Tidak ada yang peduli dengan menang atau kalah atau skor / ranking team mereka. Yang ada hanyalah sebuah persahabatan yang luar biasa diantara mereka.

Pelatih dari Vince berkata pada pelatih John.. “Mereka barangkali tidak pernah mengingat berapa angka kemenangan atau kekalahan mereka 20 tahun dari sekarang. Tapi mereka akan terus mengingat apa yang terjadi dilapangan basket hari ini seumur hidup mereka.”

Terkadang di dalam hidup kita, kita terkungkung atau lebih tepatnya terpenjara dalam aturan-aturan, rutinitas hidup / kerja yang barangkali kita perlu katakan… Inilah hal-hal yang harus saya lakukan dengan benar. Sebab bila saya tidak lakukan dengan benar, maka saya akan mendapat masalah.

Kita pun seringkali menjadi sibuk dan melupakan satu hal… kita lupa mengkaji… Apakah semua hal yang kita lakukan dengan benar tersebut adalah hal-hal benar yang memang perlu kita lakukan di dalam hidup kita dan perlu kita perjuangkan? Coba lihat kembali Visi dan Objective yang kita canangkan di th. 2018 ini… Apakah semua yang kita lakukan saat ini sudah sesuai dengan Visi tersebut.

Ingat-ingatlah selalu….

Jika kita sebagai pimpinan dan harus mempertimbangkan hal-hal ini, tentukanlah pilihan yang terbaik.
1. Memperjuangkan profit atau etika dalam berbisnis?
2. Menyelesaikan produk dengan cepat dan tepat waktu tapi mengorbankan kualitas produk atau menjaga kualitas produk?
3. Melakukan aturan dengan keras / tegas dan melupakan unsur-unsur kemanusiaan?

Perusahaan bisa terus disukai oleh pelanggannya bukan semata-mata karena produknya. Melainkan dari servis-servisnya yang penuh dengan kehangatan. Memperhatikan pelanggan, merespon permintaan pelanggan dengan cepat memang akan membuat biaya tambahan bagi perusahaan. Tapi ini adalah hal-hal benar yang perlu dilakukan dengan benar. Let’s do the right thing right.

_”Real Integrity is doing the right thing, knowing that nobody’s going to know whether you did it or not.”_ - Ophrah Winfrey.

Have a GREAT Day! GC

Tidak ada komentar:

Posting Komentar