Selasa, 06 Maret 2018

Manfaat x Jumlah Orang

Kita semua sudah tau. Bahwa resep kaya itu simple,

*"Manfaat x Jumlah Orang"*

_*Makin banyak yang mendapatkan manfaat, makin bagus.*_

Namun masalahnya, orang paling sering mentok di bagian *"Jumlah orang"*.

Kenapa mentok di sana?

Karena produk / jasanya terlalu complicated.
Dia gak bisa membuat systemnya.
Hanya dia yang bisa melakukannya dan orang lain gak bisa.

Bagi dia,
"Ini susah ngajarinnya".
Namun kalau gak bisa disimpelkan, ya gak bisa diperbanyak jumlahnya.

BCG - Boston Consulting Group adalah salah satu konsultan terbaik dan termahal sedunia.
Mereka charge benar2 mahal untuk produk mereka.
Namun orang2 yang mereka rekrut adalah para MBA biasa.
Yang masih amatir.
Cost mereka begitu rendah. Mencari para amatir, namun bisa charge sangat mahal.

Kenapa bisa begitu?

Karena mereka bisa membuat model bisnis mereka jadi begitu simpel, sehingga semua orang bisa melakukannya.

Perusahaan yang di-coach bisa mendapatkan manfaatnya, gak perduli siapapun yang mengajarkannya.

Indomaret juga begitu toh. Mereka bisa exist di mana-mana, bahkan sampai ke pelosok desa.

Padahal produk mereka sebegitu banyak.
Namun orang2 biasa, anak2 lulus SMA-pun bisa menjadi operatornya.
Mereka berhasil membuatnya jadi begitu gampang.

McDonalds gak mau bikin menu2 yang complicated.
Supaya mereka bisa fokus menjaga kualitasnya.

Prinsip Boston Box (Dog, Problem Child, Star, Cash Cow) begitu gampangnya dipakai, sehingga siapa saja konsultannya, bisa mengerti.

Henry Ford jadi terkenal bukan karena dia menciptakan mobil. Namun karena dia bisa simplify produksi mobil dan juga mobil itu sendiri.

*Simplicity adalah fitur terbesar dari mobil jenis T.*

Kalau
kita coba
perhatikan dari sisi
SEX (Service EXcellent), reduction of customer effort, akan meningkatkan loyalitas customer.

Nah, apakah produk anda sudah cukup gampang untuk diciptakan ulang oleh karyawan anda?

Apakah cukup gampang untuk dipakai siapa saja?

Salam Dahsyat!

Hendrik Ronald - Pakar Service Excellence No.1 Indonesia

Tidak ada komentar:

Posting Komentar