Pembiayaan untuk UKM
( cara mengakses modal )
Selalu yang dikeluhkan oleh UKM adalah sulitnya meng akses modal khususnya dari perbankan. Kalau saya perhatikan dari pengalaman berinteraksi dengan pelaku usaha UKM sebetulnya akses tertutup bukan karana tidak adanya peluang sumber pembiayaan dari bank tetapi lebih karena mereka tidak qualified. Hampir semua bank mempunya program pembiayaan yang disebut dengan mikro financing. Bukan itu saja, pemerintah menciptakan beragam skema pembiayaan agar UKM mendapatkan fleksibelitas skema. Banyak yang mampu mengakses namun juga banyak yang gagal. Mari saya uraikan bagaimana caranya mengakses Pemodalan bagi UKM.
Pertama
Anda harus mau memulai usaha. Tidak perlu besar. Kecil juga engga apa. Darimana modalnya? Bisa modal cinta. Apa itu? Ya bantuan dari sahabat sejati anda. Atau bantuan dari keluarga. Atau bantuan dari LSM yang membina program UKM. Tentu untuk mendapatkan modal cinta ini anda harus punya attitude yang baik. Kalau anda arogan dan terkenal culas ya engga ada orang yang mau memberikan modal cinta itu. Kalau sampai mendapatkan modal Cinta maka yakinkan bahwa anda akan membayarnya dengsn kerja keras dan jujur. Jangan sampai dapat modal cinta malah anda santai dan kalau ada masalah lebih banyak pasrah dan berharap dapat tambahan modal. Jangan. Orang membantu anda karena cinta. Ingat itu. Bukan karana transaksional.
Kedua
Kalau dapatkan modal cinta maka tekuni usaha itu. Setelah usaha bisa dikendalikan dengan baik maka mulailah membiasakan diri berhubungan dengan bank. Berapapun omzet setiap hari setor ke bank. Ada dekat rumah saya penjual martabak di pinggir Jalan. Dua tahun kemudian dia sudah punya kios sendiri untuk jual martabak. Itu berkat bantuan kredit usaha dari bank. Karena selama dua tahun dia jadi nasabah bank. Ada juga teman sebagai reseler obat herbal. Sekrang dia sudah punya Home industri sendiri membuat herbal itu. Karena selama beberapa tahun dia sudah menjadi nasabah bank. Saya yakin mereka itu akan terus berkembang karena waktu.
Ketiga
Bank akan menilai anda qualified bukan pertama kali dari proposal yang anda buat tetapi dari track record anda selama jadi nasabah. Trend pergerakan rekening anda dipantau oleh officer bank. Biasanya suatu waktu anda pasti akan ditanya oleh bank officer” mas usahanya apa? Gimana prospeknya ? Apa kendalanya? Saat itulah anda menyampaikan masalah anda. Mereka akan jadi pendengar yang baik dan berusaha memberikan solusi. Bank punya berbagai skema untuk pembiayaan barang modal maupun modal kerja. Tidak selalu butuh collateral dalam bentuk asset. Collateral bisa dalam bentuk instrument yang di create oleh pemerintah khusus membina ukm seperi Askrindo, stokis dll.
Apa yang saya uraikan diatas untuk anda semua pahami bahwa bisnis itu adalah proses. Engga bisa instant langsung ada orang kasi modal hanya karena proyek proposal yang lahir dari mimpi anda. Setiap langkah besar selalu diawali langkah kecil. Yang penting jangan sedih bila harus memulai langkah kecil asalkan anda punya visi besar maka perjuangan berat sebagai ulat menjadi kupu kupu akan disikapi dengan bijak sebagaimana hukum ketetapan Tuhan bahwa anda harus melangkah untuk menemukan rezeki itu. Dari proses bisnis seperti itu, akan memaksa anda harus disiplin dalam mengeluarkan biaya dan penuh perhitungan dalam setiap langkah. Tanpa kenal menyerah dan tanpa kehilangan harapan untuk menjadi pemenang walau hambatan datang silih berganti.
Kalau anda berbisnis orientasi nya adalah menjadi kaya maka yakinlah bahwa anda akan renta sekali menyerah bila ada hambatan. Renta sekali kena tipu PR bisnis multilevel. Renta sekali terjebak jadi penipu. Tetapi kalau anda berbisnis orientasi nya bukan uang tapi value maka setiap tahap bisnis yang sukses anda lalui tidak membuat anda memperkaya diri tetapi terus melanjutkan langkah ketahap berikutnya untuk berkembang dan terus. Saat itu bukan lagi harta yang membuat anda puas tetapi begitu banyak orang hidupnya bergantung dari bisnis anda. Kepuasan itu tidak akan membuat anda arogan tetapi semakin rendah hati.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar