Minggu, 08 Juli 2018

PENGUSAHA KASIR

PENGUSAHA KASIR
oleh: Anke DS, Kyai Marketing.

Sebuah pesan WA tak dikenal masuk. Setelah memperkenalkan diri dan basa basi benerapa kalimat, beliau kirim pesan WA seperti ini: " Pak Kyai, saya mau curhat nich, saya sudah 3 tahun usaha namun kok dampaknya ke keuangan saya gak terasa ya? Dahulu cita-citanya ingin financial freedom kok sekarang justru kebalikannya? Pendapatan usaha saya banyak namun saya sering kehabisan cash?"

Sungguh sebuah curhatan yang keren. Saya pun teringat masa lalu saya yang juga mengalami masalah serupa. Di catatan pembukuan, pendapatan ( revenue) banyak, namun saya kesulitan membayar gaji, hutang berjalan, dan operasional yang lain. Dari pengalaman itu, saya sampaikan ke penanya.

" Mas, apakah tipe bisnis mas  " tunai" ataukah " kredit". Tunai maksudnya setiap penjualan akan dibayar pembeli kurang dari 14 hari. Kredit artinya ya penjualan dibayar pembeli lebih dari 14 hari."

" Oo kalau begitu saya tunai mas, karena saya berjualan pupuk, bibit tanaman, dan keperluan hidroponik online". jawabnya.

Kalau begitu harusnya Mas gak memiliki masalah paling memusingkan yakni " Piutang Bermasalah ( > 3 bulan)". Bisnis lain, banyak mengalaminya dari mulai kontraktor, supplier ATK, dan bahkan konsultan. Dulu saat saya murni jadi konsultan, piutang bermasalah sehingga gak tertahih lebih dari 10%. Alasannya klien macem-macem, pokoknya intinya nggak mau bayar atau minta keringanan. Pernah sebuah perusahaan konstruksi piutang tak tertagihnya lebih dari 25%.  Nah, untuk perusahaan yang menjual kredit harus waspada " penyakit " ini. Pesan saya jangan mudah tergoda calon pelanggan yang kasih iming-iming proyek nilai besar namun pembayaran lamban atau bahkan tidak jelas. Ingat seberapa besarpun uang, jika belum di tangan/rekening Anda maka itu bukan uang Anda. Betapa besarnya itu!

Pertanyaan saya berikutnya ke penanya. " Mas apakah sudah membuat penganggaran ( budgeting) usaha mas 1 tahun ke depan atau minimal 6 bulan ke depan?"

" Wah belum pak yai, saya hanya berdasarkan kebutuhan saja.  Maksudnya ya misal bulan ini pendapatan turun, y sayang pasang iklan. Saya butuh pegawai CS tambahan ya saya nambah. "

Oo gitu jadi tanpa perencanaan detail ya mas, sesuai dinamika saja?"

" Betul pak yai, apakah itu salah?"

" Oo gak juga itu tidak salah, namun tidak produktif. Coba bayangkan anda mau jalan ke Jogja dari Jakarta namun Anda gak tahu berapa bensin yang dibutuhkan, berapa bayar tol, berapa biaya untuk makan dll. Kira-kira gimana?"

"Ya kuatir was was Pak Yai, bisa jadi bekal uang kita cukup , namun bisa jadi kurang."

Nah itulah esensinya penganggaran dalam bisnis. Kita harus membuat rencana bisnis yang sesuai dengan " bensin" yang kita punya. Bensin itu adalah " cash".  Usaha yang sehat memilik cash minimal 6x dari kebutuhan cash bulanan. Cash mu berapa mas?"

" Nol cash pak yai, namun nanti tgl 10 sudah pulih lagi"

" Wah anda cuma jadi pengusaha kasir donk! jadi lintasan uang saja tanpa ada uang yang mengendap".

" Ok gitu ya lantas bagaimana?"

" Lebik baik Anda mengontak konsultan bisnis yang bisa dibayar ringan untuk membantu Anda, syukur-syukur mau bagi hasil"

" Saya mau sama pak yai sajalah..."

" Waduh kalau sama saya harus nunggu tahun depan, ?"

" Ndak papa pak yai".

Singkat kata jadi mumet. Makanya jangan terima curhat orang lain ya...

Salam berkah

Wassalamulaikum wr.wb
Anke DS.
Kyai Marketing Indonesia
www.kyaimarketing.id

Tidak ada komentar:

Posting Komentar