Rabu, 14 Desember 2016

Penebang Kayu dan pikirannya


Alkisah seorang penebang kayu yg kehilangan kapaknya, sehingga dia tidak bisa bekerja, dia MENCURIGAI tetangganya yang mencuri kapaknya...

Pagi itu ketika tetangganya berangkat bekerja dgn membawa peralatan kerjanya yg ditutupi dengan kain, dia makin curiga, SEPERTINYA kapaknya disembunyikan disana, apalagi tetangga ini senyumnya terasa tidak tulus, JANGAN2 dia pencurinya...

Besoknya, tetangganya bahkan terasa jadi ramah berlebihan karena biasanya jarang menyapa, kali ini tumben menyempatkan berbasa-basi, DILIHATNYA hasil tebangan kayunya, dua hari ini banyak sekali, pasti dia menebang menggunakan kapak curiannya....

Semakin dipikir dia semakin yakin akan dugaannya !!

Pada hari ketiga saat dia hendak mengambil pisau di laci dapur , ternyata kapaknya ada di sana !! Rupanya sang istri yg sedang keluar kota, sebelum berangkat menyimpan kapaknya disana... Senang benar hatinya karena kapaknya dapat ditemukannya kembali.

Sore itu, diamatinya lagi tetangganya yang lewat, dan dia merasa tetangga ini tidak berkelakuan seperti pencuri & senyumnya juga biasa saja, wajar dan jujur... Dia jadi heran kenapa kemarin dia melihat tetangganya seperti pencuri ?

Pikiran kita membentuk sudut pandang kita,apa yang kita yakini akan terlihat oleh kita sebagai kenyataan.

Sebagai contoh, apapun yang dilakukan orang yang kita cintai adalah baik dan benar... Anak nakal dianggap lucu, kekasih pelit dianggap berhemat, orang cerewet dibilang perhatian, keras kepala dibilang berprinsip , makanan tidak enak dibilang bergizi ^^

Sebaliknya apapun yg dilakukan oleh orang yang tidak kita sukai/ kita benci selalu salah , tidak ada yg benar , tidak ada baiknya sama sekali pdhl kenyataannya tidak seperti itu ...

Hal tsb terjadi krn kita ciptakan sudut pandang kita sendiri, kita menemukan apa yang kita ingin temukan, meskipun apa yang terlihat dan ditemukan tidak sesuai dengan sudut pandang kita, hal tsb bukanlah kenyataan, bukanlah kebenaran.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar