Selasa, 13 Desember 2016

Profit vs cashflow


Dalam berwirausaha, Anda akan dihadapkan seperti dibawah ini ;

          �� ����       Profit vs Cashflow.          ������

jika kita dipilihkan dengan dua pilihan mana yang lebih penting antara profit dan cashflow, maka jawabannya adalah CASFHLOW!

“Cashflow lancar, profit tinggal mengikuti. Sebaliknya, profit lancar, cashflow belum tentu mengikuti”

Bisa jadi pengusaha salah memutuskan dan kemudian menggunakan profitnya untuk sesuatu yang tidak penting sehingga pengeluaran membengkak dan profit malah habis.

Jadi profit memang penting karena itulah tujuan bisnis. Akan tetapi cashflow yang lancar jauh lebih penting.

Stabilkan terlebih dulu cashflow pada bisnis Anda, terpenting Anda harus sanggup membayar semua pengeluaran rutin dan momental, semua kewajiban Anda, termasuk angsuran utang, pembayaran gaji, biaya operasional, pembelian bahan baku, tagihan listrik, koran, dan lain sebagainya harus bisa dibayar setiap bulannya.

Akan tetapi tetap kendalikan semua pengeluaran utang-utang dan lain sebagainya. Kemudian total semua pengeluaran itu harus lebih kecil dari pendapatan.

Jika itu bisa dilakukan berarti cashflow cukup lancar jika setiap bulan semua itu sudah stabil dan Anda sanggup memenuhi semua kewajiban, itulah saatnya Anda baru benar-benar mengejar profit.

Kalau cashflow saja berantakan dan tidak menentu, bagaimana mau merancang strategi yang menguntungkan.

Cara Mengelola Keuangan yang baik  yang wajib anda ketahui jika berbisnis/berwirausaha:

1. Anda dapat memisahkan rekening pribadi dengan perusahaan dengan melakukan pemisahan rekening pribadi dengan perusahaan, agar kita tidak tercampur dengan uang perusahaan agar kita dengan begini pembukuan lebih gampang mencatat laporan keuangannya.

2. Anggaran Pengeluaran bulanan Kalau meminjam uang maka hitunglah uang yang mau dipinjam kemudian cek kondisi keuangan kita apakah mampu membayar hutang tersebut dan perhatikan apakah mampu membayar gajian karyawan untuk bulan berikutnya.

3. Mencatat laporan arus kas Dengan mencatat laporan laba/rugi sehingga anda dapat mencatat pemasukan dan pengeluaran anda.

4. Lakukan cek struk Ini wajib harus dilakukan oleh para pengusaha, agar terhindar dari berbagai penggelapan uang oleh karyawan. Maka dari itu, harus dilakukan cek secara teratur.

5. Kurangi resiko meminjam utang Jangan anda sering – sering meminjam uang karena sewaktu – waktu ketika keuangan anda tidak stabil anda tidak dapat membayar hutang tersebut. Bila bisa jangan berhutang!

6. Hindari uang yang tersimpan di Karyawan Kasus ini paling banyak terjadi seperti karyawan mengambil uang untuk pulang daerah, ada keluarga yang sakit, dll. Maka dari itu,  jika ada uang tersimpan di kas langsung kita ambil

7. Susunlah laporan keuangan dengan rapi dan meminta bantuan menghitungnya. Buatlah laporan keuangan yang rapi agar mudah melihat transaksi yang terjadi dan kemudian jika anda kesulitan dalam menghitung laporan jangan malu – malu untuk meminta bantuan orang. Jika tidak? maka laporan keuangan anda tidak transparan. Dampaknya bisa terjadi kerugian.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar