Kamis, 29 Desember 2016

THE PERFECT MOMENT


*THE PERFECT MOMENT*

Nicolo Paganini adalah seorang musisi yang sangat terkenal dan merupakan seorang pemain biola yang penuh talenta. Ia juga terkenal sebagai seorang entertainer yang luar biasa dengan selera humor yang sangat tinggi.

Konser dia yang sangat terkenal terjadi di Itali. Waktu itu tidak ada satu pun tempat duduk penonton yang kosong, semuanya terisi penuh sesak dan ia menampilkan tehnik-tehnik bermain biola 6 senar yang mencengangkan. Nada musiknya sangat fantastik dan audiens yang mendengarkannya benar-benar dibuatnya terkagum-kagum oleh permainannya sungguh menyihir mereka.

Ketika Paganini memainkan lagu terakhirnya, sebuah lagu yang luar biasa sulitnya dan dahsyatnya. Tiba-tiba salah satu senarnya putus dan menggantung di alat musiknya. Ia cemberut sembentar, menggelengkan kepalanya, lalu ia melanjutkan permainannya, berimprovisasi dengan sangat indah.

Kembali Paganini membuat semua penonton terkejut, senar kedua putus dan tidak berapa lama senar 3 pun putus. Biolanya kini tersisa 3 senar saja dengan 3 senar terjuntai dari Stradivarius 6 senarnya. Tetapi bukannya ia meninggalkan panggung untuk mengganti biola atau memasang senar baru, Paganini tetap berdiri dan secara lembut menyelesaikan musiknya yang paling sulit dengan senar yang tersisa.

Ingatlah bahwa di dunia ini jarang sekali ada hal yang sempurna. Namun ketika seseorang dengan ketidaksempurnaannya mampu menampilkan sesuatu yang sempurna maka hal itu menjadi luar biasa. Lihatlah kejadian pada Paganini, justru dengan putusnya senar biolanya maka permainan Paganini di Itali tersebut menjadi permainan yang terkenal sepanjang sejarah. Itulah yang disebut The Perfect Moment.

The Perfect Moment bukan berasal dari hal-hal yang biasa, melainkan dari hal-hal yang luar biasa. Jadi tidak masalah jika hidup kita tidak sempurna, bagaimana kita meramu ketidaksempurnaan hidup kita menjadi sempurna itulah yang dapat menciptakan The Perfect Moment.

Paganini tidak mungkin akan dapat menghasilkan musik indah itu jika ia tidak berlatih dengan 3 senar biola tersebut bukan. Ia bisa menjadi luar biasa karena biasa melakukan dan berlatih keras untuk bisa menguasai ketidaksempurnaan itu dan membuatnya menjadi sebuah musik yang sempurna.

Perfect Moment tidak akan terjadi jika kita menunggu dan menunggu. Perfect Moment perlu usaha keras. Sebab kata Perfect Moment itu terdiri dari 2 kata (Perfect yang artinya Sempurna) dan (Moment yang artinya kesempatan/saat). Masalahnya adalah ketika saat atau Moment itu tiba siapkah kita menampilkan kesempurnaan tersebut? Jika kita tidak berlatihnya, bagaimana mungkin.

_“In the end, it’s not going to matter how many breaths you took, but how many moments took your breath away”_ Shing Xiong

Have a GREAT Day!
*Apapun keadaan kita selalu lakukan yang terbaik cintai pekeejaan anda*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar