Jumat, 16 Februari 2018

HADAPI BADAI KEHIDUPAN

*HADAPI BADAI KEHIDUPAN*

Seorang anak mengemudikan mobilnya bersama ibunya.

Setelah beberapa puluh kilometer, tiba-tiba awan hitam datang bersama angin kencang, langit menjadi gelap, beberapa kendaraan mulai menepi & berhenti.

_“Bagaimana Bu, Kita berhenti ?”_
Si anak bertanya.

_“Teruslah berjalan..... !”_,
Kata sang ibu

Anaknya *tetap* menjalankan mobil.
Langit makin gelap, angin bertiup kencang, hujanpun turun.

Beberapa pohon bertumbangan, bahkan ada yang
diterbangkan angin.
Suasana sangat menakutkan, terlihat kendaraan-kendaraan besar juga mulai menepi & berhenti.

_“Bu....?"_

_“Teruslah mengemudi !”_
Kata sang ibu sambil terus melihat ke depan.

Anaknya *tetap* mengemudi dengan bersusah payah.

Hujan lebat menghalangi, pandangan hanya berjarak bebarapa meter saja.

Si Anak mulai takut,
*namun*.... ia tetap mengemudi *walaupun* dengan sangat perlahan.

Setelah melewati beberapa kilometer ke depan, dirasakan hujan mulai mereda & angin mulai berkurang.

*Setelah* beberapa kilometer lagi, *sampailah* mereka pada daerah yang kering & matahari bersinar.

_“ *Silahkan* berhenti & keluarlah ”_
Kata Ibu
_“ *Kenapa* sekarang ? ”_.
Tanya Sang anak .
_“ Agar kau *Bisa melihat* seandainya berhenti di tengah badai ”_.

Sang anak berhenti & keluar, dia melihat jauh di belakang sana badai masih berlangsung, Dia *membayangkan* orang-orang yang terjebak disana.

Dia *baru* mengerti bahwa *jangan pernah berhenti* di tengah badai *karena* akan terjebak dalam ketidak pastian.

*Jika* kita sedang menghadapi *“badai”* kehidupan, _*teruslah*_ berjalan, _*jangan*_ berhenti & putus asa, karena kita akan tenggelam dalam keadaan yang terus menakutkan.

*Lakukan* saja apa yang dapat kita lakukan & yakinkan diri bahwa _*BADAI PASTI BERLALU*_
Kita tidak kan pernah berhenti tetapi maju terus.....!

Karena kita yakin bahwa didepan sana Kepastian & Kesuksesan ada untuk kita.....

_*HIDUP TAK SELAMANYA BERJALAN MULUS !!!*_

Θ Butuh _*batu kerikil*_ supaya kita *berhati hati*....

Θ Butuh _*semak berduri*_ supaya kita *waspada*....

Θ Butuh _*persimpangan*_ supaya kita *bijaksana* dalam *memilih*....

Θ Butuh _*petunjuk jalan*_ supaya kita punya *harapan* tentang arah *masa depan*....

*HIDUP* itu *BUTUH* :
- *Masalah* supaya kita _tau_ kita punya *kekuatan*....

- *Pengorbanan* supaya kita _tau_ cara *bekerja keras*....

- *Airmata* supaya kita _tau_ *merendahkan hati*....

- *Dicela* supaya kita _tau_ bagaimana cara *menghargai*....

- *Tertawa* & *senyum* supaya kita _tau_ *mengucapkan syukur*....

- *Orang lain* supaya kita _tau_ bahwa kita *tidak sendiri*....

Jangan selesaikan *masalah* dengan _*mengeluh, berkeluh kesah, dan marah-marah*_.
Selesaikan saja dengan *sabar, bersyukur*, & jangan lupa *tersenyum*.

Teruslah *melangkah* walau mendapat *rintangan* & _jangan takut_....

Saat tidak ada lagi *tembok* untuk _*bersandar*_, masih ada *lantai* untuk _*bersujud*_.

Perbuatan baik yang paling *sempurna* adalah perbuatan baik yang _*tidak terlihat*_, namun.... dapat dirasakan hingga jauh ke dalam *relung hati*.

Jangan menghitung apa yang *hilang*, namun hitunglah apa yang *tersisa*.

Sekecil apapun *penghasilan* kita, pasti akan cukup bila digunakan untuk _*kebutuhan hidup*_.

Sebesar apapun *penghasilan* kita, pasti akan kurang bila digunakan untuk _*gaya hidup*_.

Tidak selamanya kata-kata yang *indah* itu _*benar*_.
juga.....
Tidak selamanya kata-kata yang *menyakitkan* itu _*salah*_.

Hidup ini terlalu *singkat*.

*Lepaskan* mereka yang menyakitimu.
*Sayangi* mereka yang peduli padamu.
Dan.....
*Berjuanglah* untuk mereka yang berarti bagimu.

*Bertemanlah* dengan semua orang, tapi *bergaulah* dengan orang yang _berintegritas_ dan mempunyai _nilai hidup_ yang benar, krn pergaulan akan *mempengaruhi* cara kita hidup dan masa depan kita.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar