Sabtu, 03 Februari 2018

NANDAN (1990)

NANDAN (1990)

Namanya Nandan. Dalam film Dilan, Nandan adalah cowok yang cakep, pinter (tentu saja pakai kacamata) dan menjadi Ketua OSIS pula.
Nandan mencintai Milea, anak baru yang pindah dari Jakarta.
Sayangnya Milea malah naksir ke Dilan, yang tidak sepintar Nandan, dan Dilan malah cenderung nakal, berani melawan guru dan anggota geng motor.
Nanda pun tidak mengerti, mengapa dia gagal mendapatkan Milea, padahal Nandan merasa lebih pintar, penurut dan lebih baik daripada Dilan.

Ok, dari film Dilan kita beralih ke pengembangan karier. Ternyata banyak Nandan di perusahaan. Mereka yang (merasa) pintar, merasa menjadi anak penurut dan teamwork yang baik. Tetapi ternyata malah pada saat promosi, mereka malah disalip sama temannya.
Nasib mereka sama seperti Nandan di film itu, yang mana Nandan merasa menjadi anak pinter dan ketua kelas, tetapi waktu naksir Melia, ternyata disalip dari belakang oleh Dilan. Dan Nandan pun gigit jari.

Banyak karyawan yang kecewa karena merasa dia lebih berhak dipromosikan daripada temannya. Kemudian pada saat kecewa terus curhat sama temennya, dendam sama bossnya, bahkan ada yang complain di Facebooknya.
What happen? Apakah atasannya benar-benar ngawur?
Kita bahas masalah ini yuk ....

Sebenarnya apa sih yang dapat membuat seorang karyawan itu sukses dalam mengembangkan kariernya di perusahaan ....
Ok, kita lihat satu peratu ....

a) COMPETENCES

Kalau anda mau berprestasi di pekerjaan, tentunya anda harus menunjukkan competences yang tinggi, sehingga kelihatan bahwa hasil pekerjaan anda memang bagus.
Jadi langkah pertama adalah mengembangkan kompetensi, jangan segan-segan belajar lagi, beli buku, ikut training, ikut workshop, ikut sertifikasi, bahkan kalau perlu dengan biaya sendiri. Jangan segan berinvestasi untuk competences anda sendiri. Ingat, apa yang anda investasikan di otak anda, suatu saat pasti akan berkembang di dompet anda.
Terus , selain kompetensi , apa lagi yang diperlukan? Kita lanjutkan ke topic kedua ....

b) TEAM WORK

Banyak anak muda, lulusan universitas terbaik, IP nya tinggi. Masuk kerja di perusahaan bagus, tapi tidak bisa berprestasi.
Seringkali menyalahkan perusahaan atau bosnya. What happen?
Mereka yang “pintar” seringkali merasa menjadi yang paling “benar”. Padahal bekerja di perusahaan berarti bekerja di sebuah team. Harus open mind dan menerima pendapat orang lain. Meskipun anda merasa paling benar, anda gak boleh baper, tetap harus mengimplementasikan ide yang diambil secara bersama-sama oleh team, meskipun anda menganggap itu keputusan yang stupid.
Rumusnya DDC: Debate, Decide, Commit.
Debatlah di awal dengan ide anda dan argumentasi anda.
Setelah itu Decide dan Commit.
Setelah Debat, waktunya untuk Decide dan commit untuk implementasi. Keputusannya keputusan bersama. Jadi kalau ternyata ide yang dipakai bukan ide anda , ya anda gak boleh baper, move on dan implementasikan bersama apa yang menjadi keputusan team.
Itulah teamwork! Menempatkan kepentingan collective team di atas kepentingan (atau ego) anda pribadi.
Kadang ada yang sudah pinter dan mampu bekerja sama dalam team dengan baik.
What else is missing? PHP! Kita perlu PHP!

c) PHP: PASSION, HARDWORK and PERSISTENCE

⁃ Passion: Di tempat kerja, akan kelihatan siapa yang mengerjakan tugasnya dengan penuh passion, semangat dan energy. Dan ini penting karena ketiga hal tersebut akan membuat mereka bersemangat menyelesaikan tugas dan juga menyebarkan aura positive bagi yang lain.
⁃ Hardwork: mereka yang mencapai target lebih dari yang lain adalah mereka yang bekerja lebih keras dari yang lain. Mereka menganggap tugas sebagai challenge yang harus ditaklukkan.
⁃ Persistence: Challenge yang dihadapi di tempat kerja memang sulit. Ada yang berhasil, ada yang gagal. Mereka yang akhirnya akan sukses bukannya tidak pernah gagal, tetapi mereka yang selalu mencoba dan mencoba lagi pada saat mereka gagal.

Jadi ingat ya, Biasanya mereka yang sukses mengembangkan karier di tempat kerja, mereka memang mempunyai ketiga hal ini ...

a) COMPETENCES
b) TEAM WORK
c) PHP: PASSION, HARDWORk and PERSISTENCE

Seorang teman saya (yang membaca Facebook saya) bertanya,” Kenapa kamu sangat menghayati pada saat menulis tentang Dilan, Milea dan Nandan. Apakah cerita ini mengingatkan masa lalumu sebagai Nandan?
I hate her when she telk the truth :-)

Salam Hangat

Pambudi Sunarsihanto

Tidak ada komentar:

Posting Komentar