Kamis, 21 September 2017

Sharing acara seminar bersama Pak TP Rachmat dan Pak Sudhamek AWS, 16 Sep 2017 di Prasadha Jinarakita di Puri Kembangan, Jakarta


*Sharing acara seminar bersama Pak TP Rachmat dan Pak Sudhamek AWS, 16 Sep 2017 di Prasadha Jinarakita di Puri Kembangan, Jakarta.*

Dari Pak TP Rachmat:
Salah satu negara yang berhasil mengentaskan kemiskan adalah China. Negara yang gagal adalah Venezuela dan Cuba. Kenapa Venezuela gagal? Karena ketika negara tersebut kaya, negara itu subsidi rakyatnya, semua serba gratis. Namun ketika lagi krisis, tidak ada produktivitas, sehingga tidak ada pemasukan, akibatnya subsidi ke rakyat berhenti.

Untuk mengentaskan kemiskinan, memerlukan peran 2 pihak yaitu pemerintah dan pelaku ekonomi. Perlu bibit yang baik untuk berhasil.

Semua orang berhasil hanya mempunyai impian dan tekad. Apa yang menghalangi kita menjadi orang yang berhasil? Yaitu kita sendiri. Selalu menjadi penghalang untuk maju karena banyak alasan.

United Tractor dimulai dari 500rb USD menjadi 8.5milyar USD. Setiap krisis melahirkan peluang. Contoh kasus : PAMA. 1968 krisis politik dan 1974 krisis ekonomi.

Ketika menjual sebuah produk, selalu bertanya pada diri sendiri: Mengapa orang mau produk saya?

1. Temukan keunikan dan kelebihan dibanding kompetitor. 
Contoh kasus : BCA. The best product attract the best customer.

2. Scaling up. 
Berusaha meningkatkan diri menjadi lebih dari sekarang. Karena tanpa meningkatkan diri maka kita akan menuju resesi.
Buatlah sebuah bisnis yang dikenali karena keunikannya dan berusahalah sehingga toko itu bisa diduplikasikan sebanyak mungkin. Buatlah sistem. Contoh kasus : McDonald, Starbucks. Buatlah bisnis mu menjadi besar. Sehingga seharusnya kamu bisa mendapat segayung laba daripada cuma laba sesendok. Perfecting di satu bisnis dulu baru diduplikasi.

3. Choose the right people
Ketika merekrut karyawan, sangat penting carilah team yang urutannya sebagai berikut: berkarakter orang baik, memiliki passion di bidang tersebut dan punya kompetensi. Urutan ini harus diikuti jika kita ingin membangun perusahaan. Jangan terbalik urutannya. Karyawan berkarakter orang baik adalah nomer satu. Karena itu sebagai generasi muda, prioritaslah jadi orang baik daripada jadi orang pintar.

Passion tidak dari mulut tapi dari hati. Kerjakan apa yang menurut kamu yang kamu senang melakukannya.

Ketika mendirikan bisnis, mulai dari menemukan CEO dulu baru kembangkan mencari anggota team. Carilah orang yang bisa dipercaya dalam mengelola bisnismu.

4. Bisnis harus ada sistem. 
Buatlah standarisasi proses. Hari esok harus lebih baik dari hari ini. Perusahaan harus mencari value dan membangun iklim yang mendukung. Carilah kegunaan atau manfaat dari perusahan mu bagi orang lain. Uang urusan belakangan karena uang hanya hasil. Apabila apa yang kamu lakukan membawa manfaat maka hasil uang akan mengikuti kamu.

5. Belief and Mission
We have to change through changing times, but we must hold on the unchanged values. 
Kita harus berubah setiap saat sesuai perkembangan zaman, namun kita harus berpegang pada value kehidupan. Misalnya: cara promosi perusahaan sekarang berubah ke arah internet namun nilai kebaikan dan manfaat bagi lingkungan jangan berubah.

Values : integrity & ethics, excellence, compassion, humility.

Sharing dari Pak Sudhamek:
Ekonomi inklusif melalui kemitraan berbasis rantai nilai bisnis. Pemimpin vs pemimpi : pemimpin bermimpi di saat bangun, pemimpi bermimpi di saat tidur.

Bekerja itu meneruskan yang sudah bagus. Jangan selalu bongkar pasang membuat yang baru. Jadi lah alkemis. Mewujudkan yang tidak ada menjadi ada.

1. Filosofi bisnis : inclusive economy. manusia hidup tidak sendirian, membawa lingkungannya 
2. Inclusive economy akan menghasilkan inclusive growth
3. Inclusive growth akan terjadi jika ada kesempatan berusaha yang sama
4. Memperbesar wawasan dengan belajar. Usaha kecil bisa tumbuh. 
5. Tumbuh bersama adalah jalannya : multiplier effects. 
Semua harus berbuat, bukan saja mengandalkan pemerintah dan menuntut saja.

Tiga tipe manusia :
1. Taker : tukang ambil
2. Matcher : transaksional
3. Giver : pemberi

Orang paling sukses dan paling bawah ada di golongan giver.

Perbedaan giver di atas dengan bawah adalah : wisdom. Memberi dengan pengetahuan.

Tiga jenis kehidupan :
1. Pleasant life : hidup mengejar kesenangan, tidak ada korelasi dengan kebahagiaan 
2. Good life : hidup sehat, ada kolerasi lemah dengan kebahagiaan 
3. Meaningful life : hidup bermakna, ada kolerasi kuat dengan kebahagiaan

Bisnis dan spiritual tidak terpisah.
Bisnis adalah salah satu cara mengembangkan spiritual melalui mata pencaharian yang benar.

Tiga prinsip bisnis:
Menjadi kaya bukanlah kejahatan.
* cara mencari uang : mata pencaharian benar sesuai agama, etika dan hukum.
* cara menggunakan uang : bukan hanya untuk diri sendiri tapi juga orang lain.
* sikap mental terhadap kekayaan : tanpa kemelekatan dan keserakahan. Kekayaan harus membuat kita menjadi orang yang lebih baik. Jika hasil tidak sesuai harapan, take it easy.

Tumbuhkan sifat memberi: pikirkan bahwa lebih baik memberi kail dibandingkan memberi ikan. Selalu pikirkan bagaimana cara membantu orang lain dengan memberi kail.

Money comes and goes. Spiritual comes and grow. Uang akan datang dan pergi. Namun spritual datang dan tumbuh. Ketika masa krisis ekonomi dulu, ada orang yg bunuh diri karena hartanya berkurang 80% dari 10 Milyar Dolar menjadi 2 Milyar Dolar. Coba kalau ini dirupiahkan jadi berapa. Apalagi kalau ditukar jadi uang seribuan. Pasti ruangan ini penuh kan? Jadi, ketika kamu kehilangan uang, pikirkan apa yang masih kamu punya dan berusahalah lagi.

*Q&A*

Usaha selalu melihat ke depan, jangan melawan dunia sejarah. Don't fight the last war. Create awareness. Menghadapi perang teknologi.

Jadi lah orang yang melakukan apa yang dia katakan.

3 role model Pak TP Rachmat : Lee Kwan Yew, Sri Mulyani, dan Pak Jokowi.

Role model Pak Sudhamek: tentu saja Pak TP Rachmat dan guru2 spritual beliau lainnya.

Sharing ini berdasarkan seingat saya sebagai peserta seminar. Semoga bermanfaat dan membawa kebaikan bagi semua orang.

Tetap semangat dan bahagia selalu ya ... #tebarmanfaat

Tidak ada komentar:

Posting Komentar