Virtual Kitchen, Kapan Re modeling Bisnis Kuliner?
Bicara industri 4.0 seperti nya bakal ketinggalan banget. Sebentar lagi Industry 6.0 dimana kecepatan koneksi lebih cepat dan terintegrasi dengan semua lini.
Mungkin unicorn start up IT doang sudah diganti kan oleh startup food chain, iya saya sebut food chain aja karena bentuk nya bukan jasa service makanan, mendekati food supply. Virtual kitchen atau ghost resto adalah bentuk re modeling Bisnis resto yang memang menjawab tantangan food demand yang leisure convinienience dan terjangkau. Disebut re model, bisa jadi virtual kitchen memangkas standard dan requirement resto. Dalam bayangan semacam dapur besar yg bakal memsupply kebutuhan makan sehari hari me lalui online delivery channel. Start up ghost kitchen semacam Keatz mencapai €12M, membuktikan re model resto ini mulai terasa geliatnya. Ubereats, kitchen united, chef meals atau delivero di luar negeri mulai merubah konsep dine in menuju delivery.
Apa sih Virtual kitchen /ghost kitchen?
1. Resto baru atau yg ada bisa leverage bisnis delivering makanan.
2. Low risk, new cheap cost, flexibility (modal sedikit, potong biaya jasa service, bisa berganti variasi menu yg simple)
3. Bagi yg order makanan experience nya sama, bagi resto yg ada tidak perlu nambah tenaga kerja lagi, buat makanan tambahan dan packing. Optimalisasi dapur yg sama.
4. Multiple concept dan multiple kitchen.
5. Made by order, no waste
6. No need more space, kadang tidak perlu lokasi strategis yg mahal.
Bagaimana UKM?
Saya tidak bicara gofood dan grabfood, beberapa resto kecil food startup Indonesia mulai re model bisnis nya. Contoh kepiting nyinyir atau semangkuk berkah yg optimalisasi ke food supply. Itu sepenggal yg saya kenal.
Siapa yg jadi leader?
Di benak memang sedang berkecamuk membuat bisnis proses penyajian yg cepat efisien, peralatan yg serbaguna dan tehnologi yg tepat untuk cloud/virtual kitchen.
Ya, seperti UKM yg pinter IT dan kreatif akan bisa jadi pemimpin nya. Eh tapi siapa ya itu?
Are you serious being virtual kitchen? Re modeling mu kapan? Atau ini Sebenarnya semacam new revenue stream baru untuk antisipasi keadaan?
Mau apa pun modelnya, nge ghost atau engga, bisnis kuliner basic nya ada lah quality n service. Percaya deh.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar