Adez Aulia VR:
COPYWRITING adalah salah satu istilah bahasa Inggris yang suka bikin bingung kita di Indonesia.
Karena kalau diterjemahkan secara bebas sebenarnya artinya ya simple kok yaitu "menulis". Jadi seorang copywriter adalah seorang penulis dan kalau bicara mengenai Copywriting for business maka kita bicara mengenai bagaimana cara menulis yang baik bagi bisnis kita.
Tapi dalam penggunaannya istilah copywriting lebih populer digunakan dalam dunia penulisan iklan/advertising, copy adalah "text" yang digunakan di dalam sebuah iklan ataupun media iklan lainnya, misalnya email marketing, flyer, poster dan lain-lain.
Copy = karena dulu iklan cetak khan di copy copy kyk photocopy
Penulis pun banyak ragamnya, penulis berita lebih sering disebut wartawan/jurnalis, penulis novel disebut novelis, penulis artikel keseharian di internet di sebut sebagai blogger, dan penulis konten dalam sebuah iklan disebut sebagai copywriter
Sebelum mulai, kita mundur dulu ya sejenak melihat masalah utama menulis di Indonesia. Problem menulis di Indonesia itu bermula dari pendidikan dan budaya kita.
Menulis jadi tidak menyenangkan gara2x sekolah. Setuju?
Pendidikan kita kaku
Yang diajarin teori2.harus gini... harus gitu
Pokoknya gak asyik deh
Padahal harusnya menulis dibuat menyenangkan duluuu
Sebenarnya kita punya budaya "oral" atau budaya lisan, atau gampangnya kita sebut sebagai "budaya ngobrol".
Itulah sebabnya kalau disuruh ngobrol di whatsapp group atau di telegram group semua orang bisa melakukannya, namun kalau ada yang diminta "sharing" di sebuah group, maka baru terasa kesulitan dari bangsa kita yang gak biasa menulis.
Jadi dlm menulis saya buang tuh pelajaran sekolah jauh²
Semua yg "HARUS.. HARUS" itu dibuang semua
Contoh saya kasih waktu belajar gambar.
Lihat ya beberapa gambar saya di bawah ini
Dengan menggambar menggunakan teori malah gambar saya jadi hancur semua. Jadi takut memulai, takut salah..
Takut... takut dan takut...
Jadi saya buang buku pelajaran gambar.
Lalu mulai menggambar... menggambar... dan menggambar... tanpa henti. Tanpa peduli gambarnya bagus atau tidak
Dengan praktek... praktek... dan praktek... ternyata ada progress.
Barulah setelah itu saya check ke teori.
Jadi teorinya baru masuk di tengah².. bukan di awal
Tapi apa yang kita lakukan di group dan dunia nyata sebenarnya adalah modal bagi kita untuk bisa menulis yang baik.
Misalnya Whatsapp Group atau Telegram group
Tidak semua orang biasa menulis artikel yang panjang dan comprehensif, misalnya dalam bentuk blog post, tapi cukup banyak orang yang bisa sharing di whatsapp dalam bentuk wabinar (Whatsapp seminar) atau pun di telegram berubah kulgram (kuliah telegram).
mengapa bisa nulis di group? karena menulis di group sebenarnya merupakan bahasa percakapan. Jadi kita cenderung mudah menulis dalam bentuk kalimat-kalimat pendek dan dalam gaya bahasa santai tanpa takut salah.
Banyak hal yang sering diajarkan oleh para guru kita sejak sekolah dasar, ternyata tidak praktis dalam kehidupan sehari2x.
Tidak salah sih yg diajarin, namun pelajaran yang diberikan seperti misalnya: membuat judul, membuat kerangka, lalu menulisnya dalam bentuk teratur, ternyata membatas kreativitas kita sehingga kita akhirnya jadi malah takut untuk menulis.
Dan harus diingat bahwa pelajaran menulis itu diberikan saat dunia masih "linear" yaitu saat semua harus dituliskan dari atas kebawah dengan pena, dan mesin ketik mengharuskan kita mengetik tanpa salah.
Paling jauh ya di Tip-Ex. Ada yg masih ingat?
Jadi kurikulum menulis yg dipake itu dari jaman mesin ketik. Makanya harus berurutan
yang harus kita lihat sekarang adalah tools untuk menulis saat ini tidaklah linear, kita menggunakan computer yang mempermudah kita menulis secara acak, tidak harus dari awal, tengah, akhir. Kita bisa menulis dari akhir, lalu ke depan, lalu ke tengah.
Jadi ya cara pikirnya untuk menulis harus diubah, cara lama tidak bisa digunakan
Otak manusia didesain sbg sebuah "radial machine" atau interconnected machine, yang membuatnya berpikir dalam bentuk loncat2x. Buktinya: Coba aja amati pola kita kalau lagi ngobrol, bisa kemana2x berloncat2xan, tapi tetap nyambung kok. Bisa balik lagi ke topik
karena saya sendiri sudah lepas dari semua batasan ini, maka bagi saya sendiri sangat mudah untuk bisa menulis mengenai apapun, bahkan seringkali saya membuat sharing di 3 group whatsapp atau telegram secara pararel. Saya bisa membuat artikel hanya dalam beberapa menit, dan hanya dibatasi oleh waktu dan kecepatan mengetik saya saja.
Berikut beberapa tips saya utk menulis copywriting utk iklan atau media promosi lainnya:
1) Lupakan semua yang diajarkan disekolah, tulislah apapun yang ingin kita tulis. Saya sendiri cenderung menulis secara lepas, tanpa kerangka.
Jadi tidak linear, kadang2x saya menulis langsung tanpa kerangka sama sekali. Kadang2x saya menulis sebuah paragraf, lalu menulis kerangka, dicampur dengan paragraf lagi.
saya bisa menulis dari bagian tengah, lalu menulis bagian awal lalu akhir, atau berbagai kombinasi urutan yang mungkin.
Makin bnyk aturan, ya makin idenya gk keluar
Salah nulisjuga.. ya bodo amat... hajar terus menulis
Bahkan perasaan saya saat menulis pun saya tulis juga...
Kadang di tengah2x nulis saya tulis kyk gini:
"Buset banyak banget ya yang musti ditulis... kapan selesainya? bete banget siiiiih"
Yang kyk diatas ya saya tulis juga
Doooooh... mentoooooook.... gak ada ideeee
Aaakh tobat < ditulis juga
Malah kadang saya nulis 2-3 tulisan sekaligus yg gak ada hubungannya..
Semua yg ada di otak dicurahkan ke atas kertas (komputer) tanpa filter
Seperti:
Ya ampuuuun... lupa matiin lampu di kamar bawah neeeeh.
Atau tiba2x nulis aja ttg kerjaan kantor. Yg diingat secepatnya ditulis
Yang "ada diotak" dikeluarin dulu aja deh
Campur baur jd satu
Baru nanti di copas, dipisah2x jd file beda2x
Kadang kita dipenuhi rasa bersalah
"Harusnya" ngetik ini, Kok keluar yg itu sih
Padahal biarin aja otak ngelantur. Emang gitu cara kerja otak
Anjuran saya sih, nonton aja film "genius"
Setelah ini saya kasih linknya utk nonton online streaming.
Bajakan yaaaa
http://bioskopkeren.org/nonton-genius-subtitle-indonesia/
Di film itu dikisahkan lagi 1 penulis perfeksionis yg bahkan tidak mampu menulis lagi
Intinya cuma satu: TUANGKAN SEMUA IDE DULU TANPA TAKUT SALAH.
Barulah setelah itu kita check lagi berdasarkan kaidah2x yang selama ini kita pelajari.
Jadi tulis..tulis..tulis...dikukus
Barulah edit...tulis lagi...edit lagi...
Contoh saat mau bikin tulisan ttg OLX Academy saya bikin "siaran radio" dulu.
Rekaman berdua sama mas Idham
saya seringkali memulai tulisan saya dengan berdiskusi dengan teman, lalu merekam suaranya, saya dengarkan lagi, baru saya tulis sesuai yang sudah direkam.
Prinsipnya:
Berdua ngobrol, lalu direkam
Kenapa gak rekaman sendiri aja? Cobain aja Rekaman suara sambil ngomong sendiri deh
Cuma penyiar radio yg bisa ngomong sendiri lho
Orang biasa sih ya bkl diem aja. Gak akan keluar tuh suaranya hihihi
Harus ada lawan bicara?
Kenapa harus berdiskusi? karena biasanya dengan berdiskusi, ide2xnya yang tadinya hanya tersimpan di kepala bisa keluar dengan lancar. Ada yg "mancing"
3) Tidak semua format copywriting adalah format tulisan dalam bentuk panjang. Kadang2x tulisan cukup hanya satu-dua kata saja sudah cukup.
Yg susah yg ini. Lbh gak bisa keluar lagi idenya. Makanya org lbh susah diminta bikin kultweet (kuliah di twitter) dibandingkan kulon atau kulgram.
Jadi, mending tulis aja yg panjang. Nanti dipersingkat belakangan
4) Penulisan dalam dunia iklan bukan hanya sekedar tulisan saja, melainkan juga harus memperhatikan tata layout dalam penerapannya dalam dunia graphics, jadi kita juga harus kreatif mengintegrasikan huruf dengan layout design, sehingga bisa menjadi satu kesatuan yang utuh.
Setelah tulisan jadi, baru kita check lagi apkh sesuai syarat.
Nah baru deh teorinya keluar, terakhir dulu
Misalnya
1) Call To Action.
Apkh ada perintah yg jelas? Abis baca, orang harus ngapain sih
Misal
- abis baca artikel di website jadi ingin melakukan pembelian. Misalnya di bagian dari artikel online ada tombol "beli disini"
- mengklik tombol likes atau follow di social media kita untuk menambah jumlah follower.
Call to action tidak harus clear, bisa disembunyikan dalam bentuk yang sangat halus, sehingga kita memberikan kesempatan kepada calon pelanggan untuk menelpon kita tanpa harus disuruh. Secara umum teknik ini masuk dalam pembuatan iklan "covert" atau "iklan tersembunyi". Dan detailnya sebenarnya masuk dalam bahasa tersendiri.
Lain kali kita buat sharingnya terpisah ya di lain waktu khusus buat "covert selling"
2) menggugah emosi
Tulisan yang hanya berdasarkan fakta-fakta tidak akan berguna jika tidak menggugah emosi pembacanya, paling dibaca kalimat pertama, terus males lanjutin, jadinya apa yang kita tulis percuma aja karena gak dibaca juga.
Tulisan yang membuat pembacanya jadi sedih banget, seneng banget, iri banget (jadi mupeng alias muka pengen) dan emosi-emosi lainnya akan membuat pembaca membaca tulisan kita sampai akhir. Kalau semua informasi yang kita sajikan "dilahap" pembaca, artinya kita sukses dalam menulis.
3) Menggugah rasa penasaran.
Tulisan yang membuat orang penasaran utk melakukan pencarian informasi lebih detail juga akan membuat pembaca kita melakukan apa yang kita inginkan. Buatlah sesuatu yang unik, lucu, nakal, atau nyeleneh, yang akhirnya malah disebarkan oleh orang lain, atau istilah kerennya "viral marketing/content"
Nah itu tadi, nakal, nyeleneh, ngaco
4) Test terus menerus.
Yang paling penting dari keberhasilan sebuah penulisan adalah respon dari pembaca, karena itu test terus menerus atau optimize penulisan kita sampai mencapai tujuan yang kita inginkan. Seringkali apa yang menurut kita sudah pas banget, ternyata direspon buruk, atau sangat buruk oleh target pelanggan kita. Karena itu selalu lalukan pengukuran terus menerus.
Bagusan A atau B. Mana kita tau kl gak di test
Test layout juga, test kata² juga
Test:
Apakah "sobekan" tawaran dari flyer kita bener2x digunakan oleh calon penggunanya.
Apakah website kita naik jumlah pengunjungnya karena artikel yang kita tulis?
Apakah orang membeli produk kita karena deskripsi produk yang kita upload di iklan baris online seperti OLX, atau Marketplace seperti Tokopedia dan Bukalapak sudah sangat menarik?
Jika belum, ya kita edit, edit dan edit lagi tulisan kita, kalau perlu rombak lagi dari awal. Karena yang paling penting bukanlah pendapat kita sebagai penulis, melainkan respon dari orang yang membaca tulisan kita.
Usahakan point yg saya berikan hanya muncul di bagian akhir. Kl muncul di awal, gak akan keluar itu copywritingnya