HUKUM YIN YANG DAN SIKLUS ELEMEN
Alam dan seisinya termasuk manusia adalah ciptaan Tuhan yang sungguh sempurna. Dalam hidup di dunia ini ada kejadian yang selalu berulang dan memiliki siklus. Siang berganti malam, malam kembali menuju kepada siang. Musim penghujan di Indonesia mengarungi setengah tahun kehidupan kita sebelum datangnya musim kemarau di pertengahan tahun kedua. Sedangkan di belahan bumi lainnya terjadi 4 musim yang datang berulang menurut siklusnya pula. Para ahli metafisika Tiongkok kuno mengamati keteraturan ini dan menyimpulkan sebagai hukum Yin Yang.
Yin Yang adalah keadaan yang saling berlawanan namun sekaligus saling tarik menarik, saling menyeimbangkan dan saling mengisi. Malam dan siang, dingin dan panas, lembut dan keras, wanita dan pria, dan lain sebagainya. Penyatuan Yin dan Yang ini menjadi penyusun segala materi yang ada di seluruh jagad raya, mulai dari benda langit di antariksa hingga tubuh dan jiwa yang ada pada diri manusia. Pergerakan bumi yang teratur terhadap matahari (Yang) dan bulan (Yin) menghasilkan energi Yang pada jam 03.00 hingga 14.59 dan energi Yin pada jam 15.00 hingga 02.59 pada setiap harinya.
Energy Yin dan Yang juga bergerak teratur sepanjang tahun. Peleburan energy Yin dan Yang ini menghasilkan Lima Elemen dan bergerak di bumi ini. Tiga bulan pertama diawali pada 4 februari, tanaman bertunas dan mulai tumbuh bersemi, disebut berelemen Kayu. Tiga bulan kedua dimulai pada 5 Mei disebut musim panas dimana kayu tumbuh dan dibakar oleh panas matahari, masa ini berelemen Api. Selama tiga bulan sejak 7 Agustus biasanya udara menjadi terasa sejuk dan terlepas dari musim panas sebelumnya. Periode ini berelemen Logam. Dari tanggal 7 Nopember hingga 3 Februari adalah masa yang paling dingin dan banyak mengandung air. Maka ini periode berelemen Air. Sedangkan pada bulan terakhir setiap pergantian periode, terjadilah pembauran elemen dan disitu terbentuklah elemen Tanah.
Keberadaan dan gerakan kelima elemen tersebut sangat mempengaruhi alam dan manusia. Setiap manusia yang lahir ke dunia ini secara langsung akan terkode kombinasi elemen menurut waktu lahirnya. Sehingga tiap tanggal lahir manusia menyimpan kode elemen tertentu dan sejak kelahirannya itu elemen dalam diri manusia berinteraksi terus menerus dengan elemen alam. Interaksi elemen-elemen dapat mengungkap kepribadian, potensi diri, kelemahan, peluang dan tantangan di masa hidupnya. Sepanjang perjalanan hidupnya, manusia terpengaruh energi elemen yang sedang dominan bergerak pada bulan atau tahun berjalan menyebabkan dirinya bereaksi secara alami terhadap kekuatan alam ini. Adalah penting adanya keselarasan hidup dengan alam yang akan membantu menciptakan keseimbangan dan sinergi di segala bidang kehidupan.
Beberapa orang menyadari pengaruh bulan-bulan tertentu terhadap aspek hidupnya. Ada Bapak B di Blora yang menyadari bahwa tiap bulan Agustus dan September dia mengalami kerugian atau ditipu orang. Dia sudah mencoba mengantisipasi kejadian tersebut sebelumnya namun hal tersebut tetap terjadi, hanya saja jumlah kerugiannya bisa diminimalkan. Bapak B saat memasuki bulan Agustus-September (berlemen Logam) menghadapi masalah keuangan. Orang yang mudah sakit di tahun ini tidak tahan menghadapi panasnya energy api dari tahun monyet api ini. Ada juga yang tiap memasuki bulan atau tahun berelemen logam malahan mendapat uang dalam jumlah besar atau makin rajin bekerja. Kejadian-kejadian seperti diatas tidak selalu terjadi sama untuk setiap orang. Semua itu sangat tergantung elemen diri tiap orang.
Manusia diharapkan dapat menyelaraskan dirinya terhadap energy alam ini. Bekerja keras adalah baik, tapi ingat untuk menjaga kesehatan. Pemikiran dan konsep yang baik akan sangat berguna jika dapat dilaksanakan. Mengeksploitasi sumber daya alam harus dibarengi dengan pembaharuan. Itulah beberapa contoh cara menyelaraskan dan menyeimbangkan energi diri dengan alam. Tugas kita adalah menjaga, merawatnya dan menyelaraskannya untuk kelangsungan hidup generasi kita yang jauh lebih baik.(Wisdom Of Life) Suara Merdeka 13 November 2016
Tidak ada komentar:
Posting Komentar