Tiada yang mustahil
Oleh artika sambal kasih ibu
Ketika saya masih bekerja di bank asing ... Ada seorang nasabah, bapak-bapak ..umur 70 tahunan ... Satu hari beliau menemui saya untuk membahas portfolionya dan beliau bercerita habis ditegur satpam.
"Lho kenapa pak?" tanya saya
"Katanya sepeda motor tidak boleh parkir di parkir VIP" ( parkir yg khusus diperuntukan untuk nasabah2 platinum dgn dana 1M ke atas)
Langsung setelah itu saya tegur satpamnya .. Sekalipun nasabah saya memakai sepeda motor (butut pula) namun dana beliau total ada sekitar 30M ..
Nasabah yang satu ini sangat menginspirasi saya. Sekalipun dana sebesar itu .. Namun beliau tetap hidup sederhana, makan di pinggir jalan ... Masih sama seperti masa lalunya dulu ... Saat beliau cuma dibayar nasi bungkus atas pekerjaannya
Sebagai seorang relationship manager yang baik ... Saya selalu ingin mengenal kehidupan pribadi nasabah saya .... Sambil memandang mata keriputnya sayapun bertanya
"Pak ... Apa rahasia sukses bapak, mbok saya diajari"
Beliau menghela nafas panjang ... Tanda kearifan dari perjalanan hidupnya.
"Tuhan itu seperti bapak ...yang memperhatikan anaknya ... Saat dia lihat anaknya bekerja dengan rajin maka dia akan memberikan jalan untuk anaknya"
Lalu meluncurlah kisah hidup dari bibir beliau.
Beliau adalah putra seorang pendeta yang melayani di pedesaan dan memiliki 9 orang anak. Karena hidup dalam kemiskinan beliau tak sanggup menyekolahkan anak-anaknya. Singkat cerita , nasabah saya katakanlah si Budi (nama fiktif biar nggak terkena UU kerahasiaan perbankan)bertekad untuk bisa keluar dari kemiskinan ..
Akhirnya pada umur 9 tahun Budi nekad berangkat ke surabaya dengan bekal seadanya. Karena tidak memiliki kemampuan dan buta huruf .. Budi memulai karirnya menjadi tukang semir sepatu, penjual koran, penjual apa saja yang bisa menghasilkan uang bahkan menjadi kuli panggul di pasar setelah dia beranjak dewasa.
Suatu saat si Budi ini memperhatikan kerja supir truk .. "sepertinya enak ... bisa keliling2.aku mau jadi supir ah biar keluar dari lingkungan pasar" pikirnya .. Budi pun bertekad menjadi seorang supir sekalipun nggak bisa nyetir. Dihampirinya sang supir truk tersebut.
"Pak ..kulo saged nderek mboten?" (Pak saya boleh ikut anda atau tidak?")
"Iso wae le ...tapi seng mbayar sopo?" (Boleh saja nak ...tapi nggak ada upahnya)
Singkat cerita Budi setuju menjadi kernet supir truk tersebut hanya dengan bayaran NASI BUNGKUS!! Ya .. tanpa uang sepeserpun ..hanya nasi bungkus asal dia diijinkan belajar menyetir saat sang supir beristirahat.
Karena ketekunannya Budipun berhasil menyetir truk .. dan membuat SIM dengan uang sedekah pinjaman . Setelah mahir Budi mendaftar di perusahaan bus ternama di jawa timur. ( pemilik bus, majikan Budi juga merupakan nasabah kami)
Disinilah perekonomian Budi membaik ...selama mengemudikan bus malam AKAP ,Budi sering mengantarkan paket yang membawanya pada perkenalan dengan orang korea.
Sungguh ajaib pertolongan Yang Maha kuasa .. orang korea tersebut minta dicarikan pupuk untuk dikirim ke negaranya.
Melihat peluang usaha, Budipun tak menyia-nyiakannya ... dengan pertolongan malaikat korea ..Budi belajar ekspor pupuk ke korea. (Oh ya Budi masih saja buta huruf. Dia membayar orang untuk membaca kontrak dll).
Semakin lama usahanya semakin maju sehingga Budipun mampu menggaji karyawan. Ketiga anaknyapun setelah dewasa dikirimnya ke luar negeri untuk menimba ilmu. (Budi masih saja tetap buta huruf hahaha)
Sekalipun Budi sudah hidup bergelimang harta, beliau masih tetap sederhana.
Tiada yang mustahil bagi anak kampung buta huruf .Siapa sangka bocah miskin ini sekarang berhasil menjadi miliarder..selama kita memberikan yang terbaik ...Biarlah Tuhan melakukan bagianNya.
Aku melepas pandanganku pada sosok rentanya. Dengan sendal jepit mengendarai sepeda motor biasa (bukan yg baru) ...mengagumi perjuangan beliau.
Impian kita hanya sejauh doa dan usaha.
True story of my ex customer.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar