Selamat malam para sedulur SB dimanapun Anda berada. Terima kasih atas kesempatan yang diberikan oleh Pak CWU untuk saya bisa sharing disini.
Tak kenal maka tak sayang. Ijinkan saya memperkenalkan diri terlebih dahulu.
Perkenalkan Saya Fajar, salah satu anggota sb.
Bisnis saya ada 2.
Yang satu sosial bisnis yaitu Misericordia CFDC Pusat Layanan Psikologi Terpadu, Trauma Healing Center, Training & Outbond.
Sedangkan yang satu lagi baru merintis kuliner steak dengan bendera "Bosteak". Para sedulur dapat Follow IG kami di Bosteak
Atau Fan Page kami @bosteaksemarang
Selain bisnis, sampingan saya adalah menjadi pegawai yang juga buka praktek dan terima panggilan untuk "mengajar".
Kebetulan, kami mendapat kesempatan belajar ilmu international disaster network, akupressur, hypnoterapi, ilmu-ilmu dibidang trauma healing dan ilmu neuropsikologi dari kanada yang dapat mendeteksi kejadian-kejadian traumatis dan menterapinya lewat mata sehingga sangat memudahkan dan mempercepat proses pemulihan.
Mohon doa restunya dari para sedulur semua karena saya & istri saat ini sedang merumuskan suatu sistem baru dalam bidang pemulihan trauma. Dari berbagai teknik dari luar negeri terbaru yg kami pelajari, kami menemukan kelebihan & kekurangannya dari masing2 teknik, kemudian ditambah berbagai pengalaman praktek pemulihan trauma di berbagai tempat di indonesia ternyata gak disangka-sangka malah memunculkan sistem baru yg sedang kami rumuskan. Semoga ke depan bisa menjadi teknik terbaru & berharap jika selama ini kita selalu belajar dari orang luar, maka akan ada saatnya orang luar akan belajar ama kita. Semoga mimpi yg besar ini dapat terwujud dan semakin banyak orang yang dapat tertolong nantinya.
Oke, tadi adalah perkenalan. Sekarang waktunya kita ngobrol tentang kulon.
Indonesia bagi saya adalah negara supermarket bencana.
Kok bisa? Karena di Indonesia segala macam bencana ada. Baik dari bencana alam non alam sampai ke bencana kemanusiaan.
Data dari bnpb untuk khusus tahun 2016 hingga bulan oktober terdapat 1.928 jumlah kejadian bencana, 478 korban meninggal dan hilang, 2.421.619 korban menderita dan mengungsi, 30.763 unit kerusakan pemukiman.
Pembagian secara sederhana yang termasuk bencana alam adalah banjir, tanah longsor, erupsi gunung berapi, tsunami, angin topan, gempa, kekeringan. Kalau bencana non alam adalah kegagalan teknologi, epidemi/ wabah penyakit, kebakaran hutan/lahan, kebakaran pemukiman. Sedangkan bencana kemanusiaan : konflik sosial, teror.
Pertanyaan saya untuk para sedulur, "sebenarnya bencana itu apa?" Monggo disharekan.
Bencana adalah peristiwa yang tidak rutin yang melebihi kapasitas dari area yang terkena untuk menanggapinya dengan berbagai cara seperti menyelamatkan hidup, mengamankan properti, menjaga stabilitas sosial, ekologi, ekonomi dan politik dari daerah yang terkena.
Jadi jika ada erupsi gunung berapi dipulau tidak berpenghuni atau terjadi gempa di kota yang sudah siap dan tidak ada kerusakan atau kerugian materiil berarti bisa dikategorikan bukan bencana.
Pertanyaan berikutnya untuk para sedulur adalah "apakah Jenengan beserta keluarga sudah siap menghadapi bencana?"
Monggo disharekan.
Ada beberapa pertanyaan yg bisa digunakan untuk menilai kesiapan dalam menghadapi bencana. Diantaranya adalah :
1. Kapan bencana berikutnya akan terjadi?
2. Seberapa besar?
3. Siapa yang akan menolong Anda?
4. Berapa lama bantuan akan datang?
5. Bisakah keluarga saya bertahan melewati bencana jika terjadi hari ini?
Jika kelima pertanyaan tsb dapat Jenengan dengan jelas, itu artinya Jenengan sudah siap.
Trus bgmn jika belum siap?
1. Waspadalah. (Cari info & upgrade ilmu)
2. Milikilah peralatan. (Hindari bergantung pada bantuan)
3. Milikilah RENCANA. (Tahu apa yang harus dilakukan saat bencana terjadi.)
Pertanyaan berikutnya untuk para sedulur adalah "Bagaiman cara bertahan hidup saat bencana?"
Monggo disharekan.
Tips dari saya adalah :
1. Kenali tetanggamu. Mereka adalah responder pertama Anda.
2. Jangan lebay. Turunkan kecemasan Anda.
3. Rutin olahraga. Menjaga endurance Anda.
4. Perhitungkan resiko. Bergantung pada data yang baik, bukam emosi atau asumsi.
5. Berpandangan positif
Ada 4 kebutuhan dasar : makan, minum, tempat berlindung dan keamanan. Pertanyaan untuk para sedulur adalah "bagaimana urutan kebutuhan dasar dalam survival dari yang terpenting menurut Jenengan?"
Monggo disharekan.
Ada rule of 3 dalam survival dasar :
Anda dapat bertahan 3 minggu tanpa makanan.
Anda dapat bertahan 3 hari tanpa air.
Anda dapat bertahan 3 jam tanpa shelter/tempat berlindung.
Anda dapat bertahan 3 menit tanpa oksigen.
Anda dapat bertahan 3 detik tanpa rencana.
Untuk keamanan, tipsnya adalah :
Tetap waspada
Sadar akan kondisi sekitar
Bergerak saat siang hari
Hindari meninggalkan barang tanpa pengawasan
Memiliki rencana pertahanan rumah.
Untuk minum, tipsnya adalah :
Sebaiknya memiliki persediaan air sebanyak 3 Liter tiap orang
Orang sakit, ibu menyusui, suhu tinggi, aktivitas fisik membutuhkan air lebih banyak.
O iya, berbicara tentan kebutuhan air tyt yg perlu disiapkan tidak hanya air untuk minum saja.
Kalau di shelter pengungsian sebaiknya disiapkan kebutuhan air dari tiap orang sebanyak 15 Liter dengan perincian minum 3 L, mck 6 L, masak 6 L. Selain itu setiap KK sebaiknya memiliki 1 ember. Trus pas antri ambil air sebaiknya kurang dari 15 menit. Selain itu utk jumlah toilet sebaiknya 1 toilet untuk 20 orang. Bayangkan kalau toilet kurang, maka pada serangan "pagi" hari akan menyulitkan.
Untuk makanan, tipsnya adalah :
Sebaiknya tahan lama, mangandung protein dan tepung, vitamin dan mineral & hindari garam.
Saran saya berikutnya adalah miliki keterampilan-keterampilan seperti p3k, dasar pemadaman api, penyelamatan air dangkal dll karena 75% penyelamatan dapat dilakukan oleh awam.
O iya, kebetulan oleh Pak CWU saya dikenalkan sebagai pegiat sosial. Beberapa sahabat bertanya kalau sosial terus bagaimana untuk urusan dapur?Nah, jawaban saya adalah Puji Tuhan selalu dicukupkan. Kebetulan saya karena pegawai maka mendapatkan gaji, selain itu saya sebagai dokter, narasumber, trainer dan pembicara juga dapat fee profesional. Dan yang terbaru sedang merintis bisnis kuliner dengan bendera "Bosteak". Kebetulan istri waktu di Kanada jg belajar skill mengolah steak dan krn istri termasuk rewel dengan yang namanya msg maka steaknya jadi non msg. Seperti kata suhu CWU yang selalu saya ingat adalah "Untuk rekan-rekan yang sosial harus ingat untuk berbisnis dan untuk rekan-rekan yang bisnis harus ingat juga untuk sosial sehingga hidup lebih seimbang".
Quote dari Suhu CWU ini menjadi penggeraknya. Trims Suhu CWU.
Terima kasih juga pada para sedulur yang sudah meluangkan waktu menyimak sharing ini. Waktu dan tempat saya kembalikan ke momod.
Harapan saya, semakin banyak orang yang siap dalam menghadapi bencana yg mungkin terjadi dan mau peduli membantu semua orang yang membutuhkan. Terutama yang ada disekitar kita. Tidak hanya saat bencana. Mengutip pelajaran dari bunda teresa " jika anda tidak peduli dengan orang-orang disekitar kita yang kelihatan, bagaimana kita peduli dengan Tuhan yang tidak kelihatan?"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar