Blog ini berisi "gado-gado" berbagai catatan dari Dokter Fajar. Semoga bermanfaat bagi pembaca sekalian.
Sabtu, 19 Oktober 2019
copywriting PROPERTY SEBAGAI INVESTASI
Kamis, 20 Juni 2019
Berapa lama handle good quality complain?
Berapa lama handle good quality complain?
Scale up yang cepat tanpa di barengi dengan kemampuan building capasity maintain quality, akan jadi bencana bertubi tubi.
Kebanyakan UKM yang heroik berangkat dari nol, dengan modal dua kompor lalu beranak pinak besar sering abai dengan upaya yang harusnya lebih banyak menghabiskan energy bukan hanya manajerial tapi juga kesadaran menjadi kan quality sebagai komando bisnis kuliner.
Quality adalah kesepakatan yg diterima konsumen, karena bisnis makanan adalah foodsafety, maka itu sudah menjadi hak konsumen untuk makan dengan aman sehat dan layak . Ini pekerjaan bukan hanya butuh ke ahlian tapi komitmen moral. Saya menyebut nya culture yg paham food quality yg jadi roh bisnis kuliner.
Kadang dalam perjalanan, scale yg berlebihan membuat struktur Organisasi begitu rumit dan abai terhadap titik kritis food quality apa lagi dengan promise dan standard basic penyajian makanan. Gak enak bikin mual perut orang gak bakal balik beli. Pastikan bahwa struktur organisasi bisnis kuliner anda menempatkan food quality sebagai layer Paling basic dan fast respon terhadap foodsafety complaint.
Pada satu bisnis kuliner yg sudah besar beranak pinak, sy pernah mendapat kan satu moment bahwa struktur organisasi yg besar dan rigid dengan balutan prosedur malah terlambat memahami komplaint.
Complain food quality terutama food safety itu 24 hours dan wajib di handle hari itu juga. Dan CEO atau siapapun harus yg punya otorisasi tinggi wajib tahu.
Prosedur komplain tentang food quality harus handle cepat sehingga anda memahami titik kritisnya.
Pada sebuah kejadian, ketika sambal tidak enak atau kuah bakso soto yg tidak panas atau ayam yg berdarah saat di goreng, diabaikan karena dianggap tidak significant, hal biasa atau karena prosedur komplain yg harus di verifikasi secara bertubi tubi oleh quality control, kumpulin data rapat ambil tindakan bla bla bla meeting dan seterusnya, berarti perubahan tersebut kehilangan sensitivity memahami titik kritis bisnis nya.
Jadi maksud gimana bu yuyun?
Saya mungkin appreciate owner yg cerewet dan ngomel setiap hari begitu melihat karyawan jorok, emang tidak efek, energy nya habis tapi kemarahan owner menimbulkan fear sehingga karyawan takut jorok. Dari pada organisasi usaha kuliner besar dg struktur lengkap tapi tidak punya culture food quality sebagai komando nya. Ya, ada yg fokus omzet tapi abai quality. Hiks, padahal sustainable omzet is sustainable quality.
Ada rasa sedih, ketika melihat teman teman yg sudah besar kok tetiba kehilangan sensitivity memahami titik kritis bisnis nya. Proses yg lama handle food quality complaint karena struktur organisasi yg rumit.
Sedang melow, gini deh bisnis kuliner yg dibangun dari nol bukan dari pre requisite program. Ayo kita redefine kembali.
Berapa lama anda memutuskan handle komplain? Semenit? 25 menit atau tiga bulan nunggu proven. Do it, dan biarkan net citizen menyebar berita makanan anda gak enak. Ini era nyinyir loh. (termasuk tulisan ini nyinyir)
Ingin tahu gimana set up foodsafety dari perusahaan kecil atau dari nol menuju standar kelas dunia, tanpa kehilangan sensitivity nya, boleh join dan diskusi dengan saya di kelas FRM bulan juli. Jangan lupa daftar nya di mas kasim.
Basicnya bisnis kuliner ya food quality dasar dari food quality ya food safety. Monggo yg mau diskusi pas di kelas boleh bawa masalahnya. Mau cloud kitchen, mau dine in, mau take away, katering apapun, rohnya food safety. Soalnya saya kebagian ngajari soal.
Saya jamin loh baru workshop ini bahas ilmu aplikatif termasuk food safety nya.
Siapa yg kepo bagaimana saya terapkan foodsafety yg high impact terhadap perkembangan nya?
Ada yang kepo?
Selasa, 11 Juni 2019
WILL A START-UP LEADER SURVIVE IN A "MATURED" BUSINESS?
WILL A START-UP LEADER SURVIVE IN A "MATURED" BUSINESS?
(Apakah seorang start-up leader bisa terus sukses pada saat bisnisnya menjadi besar?)
Beberapa tahun lalu saya sempat pergi ke Fontaineblue,
sebuah kota kecil di pinggir Paris. Di sana, salah satu acara saya adalah mengikuti kuliah leadership dari seorang profesor INSEAD.
Ketika banyak profesor menerangkan leadership style yang harus diterapkan pada orang yanv berbeda-beda, profesor ini menjelaskan leadership style yang harus digunakan pada phase perkembangan bisnis yang berbeda-beda. Ini menarik, karena memang saat ini banyak start-up business yang sedang lahir dan tumbuh. Dan kadang-kadang ini menjadi ancaman tersendiri bagi business atau perusahaan yang sudah dewasa).
Berarti perusahaan itu sedang berada di phase yang berbeda beda. Ada perusahaan kecil yang masih start-up dan baru memulai, dan ada perusahaan besar yang sudah "matured". Dan seringkali perusahaan yang start-up lama kelamaan bisnisnya akan sukses menjadi perusahaan yang besar.
Pertanyaannya adalah ada styles yang berbeda untuk phase business yang berbeda? Apakah seorang leader start-up company bisa juga sukses menjadi seorang leader perusahaan yang matured? Bayangkan, apakah seorang leader dari start-up company (yang mungkin anakbuahnya hanya 12) bisa menjadi leader sebuah perusahaan yang besar (dengan 2000 karyawan dan revenue 12 juta dollar?).
Is it possible? Kalau mungkin, apakah dia harus menyesuaikan diri dan bagaimana? Pertanyaan menarik.
Pertama, Mari kita bahas berbagai phase business dan leadership style yang dibutuhkan ....
⁃ Phase 1 (Start-Up)
Sebuah business akan dimulai dengan phase awal, start up. Pada phase ini peusahaan sedang sibuk mendesign sebuah product dan memperkenalkan kepada masyarakat.
Berarti kita perlu seorang leader yang mampu mendengarkan customer, memprediksi apa yang diinginkan customer, mendevelop product, berexperimen, mencoba-coba, mengambil resiko, mengajak anakbuahnya untuk berexperimen, mengajak anakbuahnya untuk mengambil resiko dan mengijinkan anakbuahnya untuk melakukan kesalahan.
(Kalau anak buah gak boleh salah, nanti mereka gak bereksperimen dan productnya gak akan pernah jadi).
Nah, itu tadi adalah leadership stye yang dibutuhkan di phase itu.
⁃ Phase 2, Growth
Pada phase ini, productnya sudah jadi dan mulai diterima oleh customer.
Berarti fokus perusahaan sudah berganti dari develop product menjadi sell product (jualan). Berarti style leadernya harus sales oriented, execution disipline dan sangat berfokus pada hasil). We need a strong executor.
Penjualan menjadi fokus utama bagi perusahaan.
Di sinilah kita harus mulai mengerti bahwa leader (atau leadership style) yang diperlukan berbeda beda untuk setiap phase bisnis yang berbeda.
⁃ Phase 3: Matured
Pada saat businessnyap sudah tumbuh dan menjadi "dewasa", berarti productnya sudah jadi, customernya banyak, dan angka penjualan sudah tinggi.
Apakah yang menjadi focus berikutnya? Keuntungan ! Profit!
Berarti leader di sini harus mampu mendatangkan keuntungan bagi perusahaan. Caranya bagaimana? Dengan mengontrol secara serius semua pemasukan dan pengeluaran.
Dengan sangat logis, menganalisa data, dimana saja sumber pemasukan, di mana saja sumber pengeluaran, dan bagaimana mengoptimasikan profit.
Dengan memotong cost yang tidak perlu dan membuat perusahaan lebih efficient.
Di sinilah biasanya terjadi masalah, karena pemilik modal mulai tidak sabar dan menagih kepada start-up company dan menanyakan,"Mana profitnya?"
Dan ternyata beberapa
leader start up company tidak mampu menjawab itu (tidak mampu mendatangkan profit).
Seringkali ini terjadi karena leadernya adalah orang yang jago menciptakan product dan bukan orang yang jago mendatangkan keuntungan (remember. they are 2 different things!).
Hal ini seringkali terjadi apabila leadernya tidak mampu mengubah stylenya dari satu style ke style lain. Dan ini yang mungkin terjadi:
- perusahaan melangkah dari phase start-up ke growth, tapi leadernya masih aja focus ke design.
When you are in start-up, your customers accept your product already, forget about the design, focus on the sales.
Kalau leadernya gagal move on yang akan terjadi adalah productnya makin lama makin bagus, tapi jualannya gak naik naik.
Nah pada phase Start-Up kita memerlukan seorang Innovator, tapi pada phase Growth kita membutuhkan seorang salesman.
Seorang leader yang baik harus mampu menyesuaikan diri dari satu leadership style ke style berikutnya.
Itulah makanya ada banyak perusahaan yang memutuskan untuk mengganti leadernya dari satu phase ke phase berikutnya.
Kadang yang nggak ngerti akan nanya, "Leader bagus kok diganti mengapa?"
Mungkin leadernya bagus tapi dia adalah seorang innovator sejati (yang jago bikin product dan gak jago jualan!).
Atau sebuah perusahaan sudah move dari phase growth ke matured. Berarti jualannya sudah tinggi, nah sekarang berarti fokus berikutnya adalah mencari keuntungan yang tinggi.
Ingat biasanya pemilik modal berinvestasi pada banyak project, dan hanya sebagian kecil yang berhasil, ide inovative lain banyak yang gagal di pasar (itu sudah menjadi aturan tak tertulis kalao berinvestasi di star up).
Maka harapan mereka pada product yang berhasil juga tinggi, artinya product ini diharapkan menghasilkan keuntungan setinggi tingginya.
Nah kadang kadang ada juga tuh leader yang jago jualan, tapi gak bisa mendapatkan untung yang banyak? Mengapa? Karena keuntungan sama dengan pendapatan dikurangi pengeluaran. Ada yang jago jualan banyak, tapi cost nya juga tinggi banget (operasional cost, marketing, iklan, gaji karyawan ... dll) sehingga keuntungannya kecil.
Di sini fokusnya harus pada memaksimalkan pendapatan dan meminimalkan pengeluaran. Makanya kita perlu seorang "controller" yang baik.
Dan tugas seorang controller selain mendatangkan keuntungan yang maksimal adalah juga menjaga long-term success of the business. Bagaimana bisnisnya bisa berjalan selama mungkin.
Sayangnya, sehebat apapun productnya , biasanya lama kelamaan angka penjualan akan menurun karena trend yang berganti.
Lihat contoh contoh di bawah ini:
- maskapai penerbangan turun pendapatannya karena ada budget airlines
- perusahaan minyak turun pendapatannya karena trend lingkungan hidup yang berkembang di Eropa dan Amerika
- taxi yang turun pendapatannya karena adanya taxi online
... dll
Jadi mau gak mau kita akan memasuki phase berikutnya , phase Decline ....
⁃ Phase 4: DECLINE (menurun)
Suasana di sini sangat challenging. Terutama karena motivasi para karyawan sedang turun (seiring dengan turunnya business performance). Para karyawan resah, harga diri mereka tertampar dan pride mereka berada pada posisi rendah. Mengapa? Karena mereka merasa dulunya jagoan dan ternyata sekarang mereka turun. Harus ditangani dengan hati hati dan serius. Kalau enggak bisa bahaya dan mengikuti nasib Kodak atau Nokia Phones.
Terus gimana dong? Leadership Style apa yang dibutuhkan? ENERGIZER!
Seseorang yang mampu mengembalikan energy, spirit , confidence dan teamwork seluruh karyawan. Seorang leader yang mampu....
- mengingatkan bahwa ini dulunya adalah perusahaan yang hebat dan akan kembali hebat lagi
- mengajak seluruh karyawan untuk men-challene status quo
- mengajak seluruh karyawan untuk mencari ide ide baru
- mendorong (dan menghargai) seluruh karyawan untuk bereksperiman (dan mencoba coba)
- mengijinkan karyawan untuk melakukan kesalahan (pada saat mereka berexperimen), ingat kalau mereka takut salah mereka tidak akan mencoba (tentu saja saya ngomong tentang kesalahan yang dihasilkan dari niat yang baik, kalau niatnya jelek
seperti korupsi ya nggak boleh ditolerir)
- seorang leader yang mampu memotivasi karyawan-karyawannya meskipun di masa masa sulit sekalipun
Di sinilah pentingnya peran seorang "energizer" dalam menaikkan motivasi karyawan, mendorong inovasi di perusahaan, dan meningkatkan performance bisnis perusahaan.
Sekarang sudah jelas kan, bahwa perusahaan membutuhkan leader yang berbeda style nya di phase business yang berbeda beda (start up, growth, mature dan decline).
Dan jawaban dari pertanyaan di atas, apakah seorang leader dari sebuah start up business mampu terus sukses pada saat perusahaannya sudah mature?
Jawabannya iya, dia akan mampu, asalkan dia menyadari bahwa dia harus mengubah leadership stylenya.
Jadi sebagai ringkasan, inilah phase business yang berbeda dan leadership style yang diperlukan ....
⁃ During start-up, you need an "entreprenneur" (seorang explorer, suka berexperiment, mengambil resiko, mengijinkan kesalahan, dan men-support anakbuahnya)
⁃ During growth pase, you need an "executor" (sangat berorientasi pada hasil, execution disiplinnya tinggi, serius dan productive)
⁃ During maturity phase, you need a "controller" (yang berorientasi pada keuntungan, sangat fokus pada analisa data, sangat logis dan sangat teliti)
⁃ Before your business decline, you need create a new team lead by an "energizer" (sangat terbuka, informal, adaptive dan motivating)
⁃ Then your business should run in parallel, where you will have revenue from "matured" business (which you cannot avoid that one day , it will decline), and from your "new" business (which hopefully the revenue will increase aggressively and compensating or even bypassing your decline of revenue from your matured business)
Pertanyaan bagi perusahaan adalah, di mana phase business anda, apakah anda mempunyai leader yang style nya cocok, atau bisakah dia beradaptasi dengan berbagai phase business.
Pertanyaan bagi kita sebagai individu adalah apakah leadership style kita yang paling dominan (entreprenneur, executor, controller atau energizer)? Dan apakah kita bisa beradaptasi dari satu style ke style yang lain sebagaimana dibutuhkan oleh perusahaan?
Sekali lagi, terbukti bahwa salah satu kemampuan kita yang paling penting adalah kemampuan untuk menjadi "flexible" dan "agile" mengahadapi perkembangan bisnis yang berbeda-beda.
Salam Hangat
Pambudi Sunarsihanto
Sabtu, 08 Juni 2019
Customized halal bihalal
Customized halal bihalal
Yuk nambah pundi pundi.
Karena milenial kill the kitchen dan rumah udah gak ada pendopo buat pertemuan, trust me permintaan paket halal bihalal akan meningkat.
Sudah kah dipersiapkan program nya?
Ini revenue stream ritual yg harus dikelola dengan baik loh?. Saatnya menambah omzet. Ingat ini ritual loh.
Program paket halal bihalal apa yg cocok?. Dine in atau take away. Keduanya harus di optimal kan.
Bagaimana agar program halbil menarik, apa cukup enak dan murah?.
Pahami karakter pembeli dan ritual halbil. Kegiatan halbil itu istimewa sebagai ritual setahun Sekali dengan moment tak terlupakan. Jadi selain makanan enak beri more add value sehingga experience nya dapat, ingat orang hanya beli experience Selebihnya baru produk.
Membuat menu tematik bisa jadi sangat menarik sehingga customization bisa dilakukan. Kalau yg halbil itu klub eighty yg suka dawet pasar misal nya kenapa tidak di tampil disitu. Kalau yg halbil anak ITS surabaya harus ada rujak dong, pun kl yg hal bil orang padang pariman kenapa tidak angkat tema padang.
Loh tapi saya jualan nya ayam goreng, trus yg halbil arema di jakarta, kenapa tidak sediakan bakso malang aja.
Dan saya jualan sate madura, yang halbil orang palembang, please deh sedia kan pempek.
Makanan apa yg terenak sih? Moments bahagia ada lah saat orang ingin mengenang yg enak juga. Memorable food.
Gimana dengan yg take away?. Tetap tematik gpp tapi siapkan pasukan katering yg canggih sehingga siap melayani kantor, perusahaan atau komunitas yg ingin halbil di lokasi nya sendiri.
Loh pastinya kebutuhan halbil meningkat. Dalam sebulan ini undangan halbil saya aja reuni SMP, arisan keluarga besar bapak saya,arisan keluarga ibu saya, keluarga suami, komunitas sma di jakarta, komunitas masak, komunitas mantan pegawai xxx, komunitas frozenfood..... Hahaha serius....
Sudah punya program halbil kah?
Virtual Kitchen, Kapan Re modeling Bisnis Kuliner?
Virtual Kitchen, Kapan Re modeling Bisnis Kuliner?
Bicara industri 4.0 seperti nya bakal ketinggalan banget. Sebentar lagi Industry 6.0 dimana kecepatan koneksi lebih cepat dan terintegrasi dengan semua lini.
Mungkin unicorn start up IT doang sudah diganti kan oleh startup food chain, iya saya sebut food chain aja karena bentuk nya bukan jasa service makanan, mendekati food supply. Virtual kitchen atau ghost resto adalah bentuk re modeling Bisnis resto yang memang menjawab tantangan food demand yang leisure convinienience dan terjangkau. Disebut re model, bisa jadi virtual kitchen memangkas standard dan requirement resto. Dalam bayangan semacam dapur besar yg bakal memsupply kebutuhan makan sehari hari me lalui online delivery channel. Start up ghost kitchen semacam Keatz mencapai €12M, membuktikan re model resto ini mulai terasa geliatnya. Ubereats, kitchen united, chef meals atau delivero di luar negeri mulai merubah konsep dine in menuju delivery.
Apa sih Virtual kitchen /ghost kitchen?
1. Resto baru atau yg ada bisa leverage bisnis delivering makanan.
2. Low risk, new cheap cost, flexibility (modal sedikit, potong biaya jasa service, bisa berganti variasi menu yg simple)
3. Bagi yg order makanan experience nya sama, bagi resto yg ada tidak perlu nambah tenaga kerja lagi, buat makanan tambahan dan packing. Optimalisasi dapur yg sama.
4. Multiple concept dan multiple kitchen.
5. Made by order, no waste
6. No need more space, kadang tidak perlu lokasi strategis yg mahal.
Bagaimana UKM?
Saya tidak bicara gofood dan grabfood, beberapa resto kecil food startup Indonesia mulai re model bisnis nya. Contoh kepiting nyinyir atau semangkuk berkah yg optimalisasi ke food supply. Itu sepenggal yg saya kenal.
Siapa yg jadi leader?
Di benak memang sedang berkecamuk membuat bisnis proses penyajian yg cepat efisien, peralatan yg serbaguna dan tehnologi yg tepat untuk cloud/virtual kitchen.
Ya, seperti UKM yg pinter IT dan kreatif akan bisa jadi pemimpin nya. Eh tapi siapa ya itu?
Are you serious being virtual kitchen? Re modeling mu kapan? Atau ini Sebenarnya semacam new revenue stream baru untuk antisipasi keadaan?
Mau apa pun modelnya, nge ghost atau engga, bisnis kuliner basic nya ada lah quality n service. Percaya deh.
Penyebab” karyawan keluar dari pekerjaan
Penyebab” karyawan keluar dari pekerjaan:
1. “Job description” kagak jelas
2. “Poor” orientation saat mulai kerja
3. “Poor people practices” nggak
ngehargain mereka
4. Nggak jelas karirnya
5. Leadership style - gaya
kepemimpinan supervisor, restoran
manager, tmsk owner nya
6. Suasana kerja
7. Gaji / benefit
Kita bahas satu persatu: ( kalau cukup waktunya )
Ad 1. Job description nggak jelas.
Karyawan suka bingung, sebetulnya saya ini harus ngerjain apa sih...?
Lebih parah lagi, kerjaan resto dicampur suruh ngerjain urusan pribadi...(nganter anaknya bos, dll)
Sebetulnya yg dibutuhkan karyawan itu,
Saya harus ngerjain apa aja dan UKURAN KERJAAN SAYA BERES APA NGGAK ITU APA?
Bahasa keren nya “tolok ukur kinerja” / KPI (key performance indicator)
Sudah punya blom SOP dan Tolok ukur kinerja mereka.
Yg simple itu contohnya, kalau bikin nasi goreng itu harus ngikutin SOP masak nya dan selesai dalam waktu 3 menit misalnya.
Kasir itu harus ngikutin sop; tampil rapi sesuai foto, smile, tau urut”an sistem kasir, dst.
Secondary duty: CAYG, bantu nyiapin minuman, manasin roti, clear up table, dll.
KPI nya: Cashier time tercapai, & tidak boleh over/short, dst.
Semua ini jelas saat di orientasi/ training
Dan di verifikasi agar sesuai standard.
Ad 2. Poor orientation (pengenalan tempat kerja, visi/misi , aturan/policy perusahaan/tempat kerja yg kurang baik)
40% karyawan langsung keluar setelah bbrp hari kerja karena nggak di orientasi secara bener.
Biasanya karyawan setelah di rekrut, langsung dicemplungin di tempat kerja tanpa orientasi yg komplit.
Malah temen” nya bikin taruhan: biarin aja ampe mana kuat nya dia, bisa survive nggak? 🙈🙈
Padahal HRD dah invest waktu utk interview, training dll., setelah masuk malah di biarin. Dgn dalih latihan mental.
Kalau dah keluar masuk gini berapa cost yg dan waktu yg hilang
Ad 3. Poor people practices alias nggak jelas unggah ungguh nya bekerja sesuai aturan / kultur perusahaan
Contoh riil nya:
“Ask don’t tell” ( minta tolong, jangan nyuruh )
Bisa TOLONG mindahin krat teh botol itu ke area service? THANKS yaa..
Ini 👆lebih ngehargain org lain di banding👇🏻:
Krat teh botol nya pindahin ke service area! cepetan yaa..! Semuanya!
Pada dasarnya org pengin dihargain baik sesama temen maupun dari atasan dan ke bawahan...
Rumusnya:
“Treat other people the way you want to be treated”
“Perlakukan orang lain seperti kamu ingin mereka memperlakukan kamu.”
Hal” kecil gini apalagi buat anak millenials sensi banget..
Salah satu yg bikjn karyawan kesel adalah tidak ada nya “kepastian”.
Semuanya dibikin jadi “kebijakan”, nah kebijaksaan pimpinan inilah yg bikin tidak adanya kepastian sehingga kerap nimbulin kecemburuan maupun persepsi: “like & dislike” pimpinan pd bawahanya..
Kalau yg dimaksud adalah THR, maka itu wajib diberikan karena peraturan bunyinya gitu:
Karyawan yg baru 2 bln kerja ya ngitung THR nya: 2/12 X 1bulan gaji nya
Itu namanya proporsional.
Kalau yg dimaksud bonus atau bingkisan, nah itu policy perisahaan aja.
Kalau blom punya, yg dibikin skrg juga.
Yg penting jelas aturannya bagi karyawan.
Tapi kalau krn anda lihat yg satu kerjanya bagus, trus anda kasih bingkisan dan yg satunya kerjanya nggak bagus maka gak dapaet bingkisan...
Ya dua” nya bisa keluar kerjaan..., semua merasa nggak nyaman...
Uji kadaluarsa dan uji pangan lainnya
Uji kadaluarsa dan uji pangan lainnya bisa dilakukan di BBIA (Balai Besar Industri Agro) Kementrian Perindustrian lokasi di samping Kebun Raya Bogor. Info layanan dan harga bisa ke website BBIA
cara menjamin ketersediaan bahan baku
Kali Ini topik nya…kita bahas tentang cara menjamin ketersediaan bahan baku…terutama bagaimana sih cara nya yg jitu ….supaya bahan baku selalu ada saat diperlukan ada seperti dengan janji Supply Chain….
masih ingat kan jani supply chain 6 R …
1Right Product, 2Right Place, 3Right Amount , 4Right Time, 5 Right Price ,6 Right Condition( Quality).
Restoran diwajibkan punya target sales, seperti yang diajarkan di workshop , bahwa restoran sebagai entitas bisnis harus selalu ada target salesnya….baik bulanan maupun tahunan….yang kita petakan dengan apa yang sebut dg Marketing Calender
Target Sales perusahaan kemudian di petakan dalam bentuk perencanaan 3 tahun ke depan, detailkan rencananya dalam tahun berjalan , detailkan lagi rencana eksekusi sampai dapat angka TC & AC nya yang kemudian di terjemahkan lagi menjadi program marketing dan jangan lupa kemudian setiap 3 bulan kita review. Semua ini dipelajari di workshop basic FRM sebagai Marketing Calender.
Nah dari banyak tugas supply chain di bisnis restoran , antara lain adalah menyediakan bahan bakunya ….tanpa bahan baku yang selalu ada ….bisa gawat ..no raw product no cooking…., no cooking no sales,….. no sales no profit…no profit…kalo terus terusan.....ya...bangkrut lah …..
Untuk diketahui bahwa konsep Resto Yang dimaksud di FRM adalah lebih pada resto yang disiapkan sejak awal utk bisa buka banyak cabang dengan mudah dan sustain ( scale up) , atau yg sedang diajarkan utk siap scale up, resto yang konsepnya disiapkan utk bisa buka banyak cabang dengan cepat dan dengan mudah….dan…harus sustain atau langgeng bertahan lama…karena profitnya juga bertambah setiap ada penambahan cabang……konsep yang terbukti digunakan resto2 kelas dunia
Kembali ke topic utama….bagaimana cara nya menjamin bahan baku selalu tersedia
Umumnya , cara lama / cara jadul adalah biasanya atau jika baru buka satu Resto biasanya bahan bakau beli sendiri kepasar…pemilik Resto belanja ke pasar ….
Untuk jaminan supaya selalu ada bahan baku ya…..beli yang banyak kemudian ditumpuk / disimpan
dismpan bisa bentuk kering, sejuk atau beku....ya kan ?
Kemudian ….jika resto berkembang salesnya yang artinya volumenya bahan baku meningkat makin tambah menu nya,,,makin banyak jenis bahan baku mesti dibeli....…..biasanya pemilik mulai kewalahan dan mulailah menuruh orang alias ..... pake pemasok …….cara mudah nya mulai di ikat pakai kontrak dagang…supaya terjamin ketersediaan bahan bakunya.
Kedua cara ini....beli sendiri tiap hari atau kontrak pemasok tentu bisa saja dilakukan, namum ada cara lebih jitu yang ditawarkan dengan cara mempersipakan secara system, dengan konsep supply chain…., karena menumpuk bahan baku pasti mahal dan bisa jadi rusak kalo tidak cepat digunakan, sedangan kan dengan cara kontrak dagang….kalo tidak perform ujung ujung nya…bisa terjadi “ dispute”/ perselisihan/ pertengkaran dsb ….. lari ke pengadilan dagang…biasanya ini gak praktis, butuh waktu , berbiaya pula, belum tentu menang malah keluar uang……,,jadi ini ,bukan solusi jitu dan saya anggap pendekatan jadul….
ES GEL
ES GEL BY YUYUN ANWAR CARA MURAH MENJAGA RANTAI DINGIN COLD CHAIN UNTUK FROZEN FOOD
Rantai dingin penting. Untuk UKM yang ingin menjaga rantai dingin dengan cara murah bisa dengan membuat es gel sendiri di rumah.
Keunggulan :
Lebih murah karena dari tapioka dan air, dibanding beli gel pack ice atau dry es.
Bisa digunakan berkali kali, cair dibekukan lagi
Tidak kontaminasi dan tidak cair seperti es batu.
Suhu bertahan di 0 derajat c.
Cara membuat :
Masak 1 kg tapioka / kanji dengan 5-6 liter air sampai jadi bubur. Angkat tambah kan cuka makan 250 ml, aduk dan dingin kan.
Kemas bubur tapioka dalam kantong plastic PE dan seal rapat.
Simpan bubur tapioka dalam freezer sampai beku. Es gel beku siap digunakan untuk menjaga produk frozen tetap dingin.
Fungsi es gel ala yuyun_anwar
1. Menjaga tetap dingin produk atau adonan yg sedang dikerjakan.
2. Pengganti blue ice dan dry es untuk kirim products frozen lebih dari 2 hari di stereofoam box.
3. Mengantikan es batu tanpa cair untuk menjaga agar tidak mudah busuk untuk salad, es krim keliling, susu bayi, makanan mudah busuk dll. Semacam suhu kulkas berjalan.
Es gel ini hasil pemikiran sederhana saya. Semua boleh bikin untuk menjaga agar rantai dingin dengan cara mudah murah sederhana bisa dilakukan semua UKM bisnis frozen food retail dan kuliner.
CARA MENGIRIM PRODUK FROZEN BEKU ALA YUYUN ANWAR DENGAN MASA SIMPAN LEBIH 2 HARI
Setelah bisa membuat es gel dengan tapioka. Berikut cara mengirim produk beku dengan biaya murah untuk ukm yg belum memiliki transportation rantai dingin.
1. Siapkan esgel beku dan produk beku beserta stereofoam dan lakband.
2. Masukjan es gel pada bagian dasar sterefoam, lalu masuk kan produj beku. Banyak tidak nya es gel tergantung resiko produk. Makin tinggi protein makin harus tetap dingin, banyakin es gel. Saya biasanya menggunakan 10-20 % es gel dari total berat barang yg dikirim.
3. Tutup lagi bagian atas dengan es gel.
4. Tutup stereofoam dengan menggunakan penutup dan dilapisi dengan lakband agar udara dingin tetap terjaga di dalam box stereofoam.
5. Produk Frozen siap dikirim antar kota atau antar pulau. Pastikan kirim produk di malam hari atau pagi sehingga tidak terkena sinar matahari. Pengalaman saya bisa bertahan dingin 2 sampai 3 hari.
Selamat mencoba. Selamat berhemat.
Ya solusi murah. Bagi yg jual salad untuk weeding misalnya dr pada pakai es batu, pakai ini bisa.
Kirim bahan atau bikin promo cae free day yg gak mungkin bawa freezer, es gel jadi solusi. Semacam kulkas berjalan. Kalo sudah lembek bekukan lagi, setelah beku pakai ulang.
Gerobak bakso gak perlu bakso nya dimasak semua di dandang, simpan di box atau stereofoam isi es gel, biar bakso tetap beku aman jika tidak laku. Stay frozen
Durian pancake, coklat atau kue ulang tahun yg gampang leleh , cheese cake, es krim.... Gunakan es gel
Sabtu, 25 Mei 2019
Berapa nilai intrinsik BCA saat ini?
Berapa nilai intrinsik BCA saat ini?
Nilai intrinsik dapat dicari dengan mempertimbangkan ekuitas (modal sendiri) perusahaan sebagaimana tercantum dalam neraca perusahaan. Ekuitas ini penting sekali untuk dijadikan patokan karena perusahaan yang baik akan banyak membiayai aset-asetnya dengan menggunakan modal sendiri dan membatasi pembiayaan yang berasal dari utang. Ekuitas yang berkualitas bagian terbesarnya berasal laba bersih perusahaan, bukan dari penerbitan saham baru. Sedangkan laba bersih yang berkualitas bagian terbesarnya dihasilkan dari laba usaha perusahaan, bukan dari pendapatan lain-lain, seperti penjualan aset, selisih kurs dan lain-lain. Kalau pada periode tertentu laba bersih perusahaan naik tetapi kenaikan tersebut berasal dari kenaikan laba lain-lain, maka kenaikan laba bersih periode tersebut semu belaka.
Kita dapat mengatakan bahwa semakin besar laba bersih, semakin besar pula laba bersih yang dialokasikan untuk meningkatkan ekuitas perusahaan, semakin kuatlah modal perusahaan untuk terus menumbuhkan hartanya, menghadapi siklus ekonomi dan bisnis yang sedang menurun, dan pada akhirnya akan meningkatkan nilai perusahaan dari waktu ke waktu. Perusahaan yang baik tampak pada usaha para pengurusnya untuk selalu kembali pada fitrahnya, yaitu perusahaan sebagai lembaga yang menciptakan kesejahteraan bagi para pemangku kepentingan.
Marilah kita lihat BCA sebagai perusahaan publik sejak tahun 2000, usianya 19 tahun. Masih cakep.
Tahun 2000 laba bersihnya 1.604 milyar. Tahun 2018 laba bersihnya 26.762 milyar. Pertumbuhan labanya per tahun rata-rata 16,9%.
Dari sejarahnya, seperti sekilas telah disampaikan, BCA mampu bangkit dengan cepat dari kejatuhannya pada tahun 1998, dengan segala macam kontroversinya. Selama 10 tahun ke depan kita dapat berharap laba bersih BCA juga akan tetap bisa tumbuh , 16,9% per tahun.
Pada tahun 2018, ekuitas BCA sebesar 151.753 milyar. Jumlah saham yang beredar 24.655 milyar lembar. Jadi, ekuitasnya adalah 6.155 per lembar.
Estimasi laba bersih per saham (earning per share atau EPS) di bawah ini (tingkat pertumbuhan 16,9%).
Tahun ke-0 (2018): 1.049
Tahun ke-1: 1.227
Tahun ke-2: 1.434
Tahun ke-3: 1.677
Tahun ke-4: 1.961
Tahun ke-5: 2.292
Tahun ke-6: 2.680
Tahun ke-7: 3.134
Tahun ke-8: 3.665
Tahun ke-9: 4.285
Tahun ke-10: 5.010
Total EPS pada akhir tahun 2028: 27.365
EPS sebesar 27.365 pada tahun 2028 tersebut tentu nilainya tidak sebesar itu pada saat ini. Kalau dinilai sekarang, EPS 27.365 akan disetarakan pada kondisi saat ini dengan menggunakan tingkat bunga bebas resiko. Warrent Buffet menggunakan surat berharga yang diterbitkan pemerintah. Kita gunakan saja ketentuan Kemenkeu yang menerbitkan sukuk ritel dengan kupon 1,95 di atas BI rate. BI rate sekarang 6% maka sukuk rate 7,17%. Jadi, EPS 27.365 tersebut setara dengan 13.692.
Alhasil, kita jadi memgerti bahwa nilai intrinsik BCA sekarang ini sebesar ekuitas 6.155 + laba bersih 13.692 = 19.847. Let’s say 20.000 per saham.
Apakah ada yang sekarang ini mau menjual saham BBCA yang dia pegang pada harga 20.000? Tentu saja tidak ya….tapi suatu hari nanti mungkin saja, entah karena apa. Bisalah kiranya dianggap wajar, saham perusahaan yang bagus 10% di atas nilai intrinsiknya. Sewajarnya BBCA dihargai 22.000. Perusahaan yang bagus tentu saja sahamnya dihargai bagus pula.
Di atas semuanya ini, yang terpenting bagi investor adalah ia tahu apa tujuan investasinya dan fokus ke sana, sadar diri mengenai di mana posisinya sekarang ini, dan begitu sudah masuk dalam satu posisi, ia ngerti kapan harus keluar.
Trimakasih, sekedar catatan amatir belaka.
Sabtu, 02 Maret 2019
THE LAST LECTURE
Dikutip dari Buku Karya Ausberg 49 tahun buku yang berjudul*
"THE LAST LECTURE"
(Kuliah Terakhir)
yang menjadi salah satu buku best-seller pada tahun 2007.""
KUNCI UNTUK MEMBUAT HIDUP ANDA LEBIH BAIK,
terdiri atas
--Personality,
--Community and
--Life.
Berikut penjelasannya:
A. PERSONALITY:
1. Jangan membandingkan hidup Anda dengan orang lain karena Anda tidak pernah tahu apa yang telah mereka lalui dan rasakan.
2. Jangan berpikir negatif akan hal-hal yang berada di luar kendali Anda, melainkan salurkan energi Anda menuju kehidupan yang Anda jalani saat ini, secara positif
3. Jangan bekerja terlalu keras, jangan lewati batasan Anda.
4. Jangan paksa diri Anda untuk selalu perfect, tidak ada satu orang pun yang sempurna.
5. Jangan membuang waktu Anda yang berharga untuk gosip.
6. Bermimpilah saat anda bangun
(bukan saat tertidur).
7. Iri hati membuang-buang waktu, Anda sudah memiliki semua kebutuhan Anda.
8. Lupakan masa lalu. Jangan mengungkit kesalahan saudara , pasangan dan teman Anda pada masa lalu. Hal itu akan merusak kebahagiaan Anda saat ini.
9. Hidup terlalu singkat untuk membenci siapa pun itu.
Jangan pernah membenci.
10. Berdamailah dengan masa lalu Anda agar hal tersebut tidak mengganggu masa kini Anda.
11. Tidak ada seorang pun yang bertanggung jawab atas kebahagiaan Anda kecuali Anda.
12. Sadari bahwa hidup adalah sekolah, dan Anda berada di sini sebagai pelajar.
Masalah adalah bagian daripada kurikulum yang datang dan pergi seperti kelas aljabar (matematika) tetapi, pelajaran yang Anda dapat berlangsung seumur hidup.
13. Senyumlah dan tertawalah sesering mungkin agar Anda lebih dapat menikmati hidup ini
14. Anda tidak dapat selalu unggul dalam perbedaan pendapat. Belajarlah menerima kekalahan dan bertoleransilah
B. COMMUNITY:
15. Hubungi keluarga Anda sesering mungkin
16. Setiap hari berikan sesuatu yang baik kepada orang lain.
17. Ampuni setiap orang untuk segala hal
18. Habiskan waktu dengan orang-orang di atas umur 70 dan di bawah 6 tahun.
19. Coba untuk membuat paling sedikit 3 orang tersenyum setiap hari.
20. Apa yang orang lain pikirkan tentang Anda bukanlah urusan Anda.
Itu urusan mereka.
Jangan pikirkan hal tsb.
21. Pekerjaan Anda tidak akan menjaga Anda pada saat Anda sakit, tetapi keluarga dan teman Anda.
Tetaplah berhubungan baik dgn mereka dan lingkungan Anda.
C. LIFE:
22. Jadikan Tuhan sebagai yang pertama dalam setiap pikiran, perkataan, dan perbuatan Anda.
23. Tuhan menyembuhkan segala sesuatu.
24. Lakukan hal yang benar.
25. Sebaik/ seburuk apapun sebuah situasi, hal tersebut akan berubah.
26. Tidak peduli bagaimana perasaan Anda, bangun, berpakaian, dan beraktivitaslah !.
27. Yang terbaik belumlah tiba, tapi nikmati saja yg ada.
28. Buang segala sesuatu yang tidak berguna, tidak indah, atau mendukakan.
29. Ketika Anda bangun di pagi hari, berterima kasihlah pada Tuhan untuk itu.
30. Jika Anda mengenal Tuhan, Anda akan selalu bersukacita. So, be happy.
Mati tdk menunnggu Tua.
Mati tidak menunggu sakit.
Nikmati hidup....
Sebelum hidup tidak bisa lagi dinikmati.
Kamis, 28 Februari 2019
Aturan Sosial Tidak Tertulis Dalam Pergaulan Internasional
*Aturan Sosial Tidak Tertulis Dalam Pergaulan Internasional :*
Penting di baca
1. Jangan menelepon seseorang lebih dari dua kali secara terus menerus. Jika mereka tidak mengangkat telepon Anda, itu berarti mereka memiliki sesuatu yang lebih penting untuk diperhatikan.
2. Ketika seseorang menjatuhkan sesuatu di lantai secara tidak sengaja atau menjatuhkan makanan dari piring atau tidak tahu bagaimana menggunakan pisau / garpu jangan menatap mereka. Hal yang sama berlaku untuk orang yang bersin, batuk, atau bahkan kentut yang tidak terkendali. Ini adalah reaksi yang tidak disengaja.
3. Selalu lewati menggunakan wastafel yg sedang digunakan dan jangan berdiri di sampingnya. Itu membuat gelisah bagi orang yg ada di situ.
4. Kembalikan uang yang telah Anda pinjam bahkan sebelum orang lain ingat meminjamkannya kepada Anda. Baik itu 1 rupiah atau 100,000 Rupiah. Ini menunjukkan integritas dan karakter Anda. Sama halnya dengan payung, pena, dan kotak makan siang.
5. Jangan pernah memesan hidangan mahal di menu ketika seseorang mentraktir Anda untuk makan siang / makan malam. Jika mungkin minta mereka untuk memesan makanan pilihan mereka untuk Anda.
6. Jangan mengajukan pertanyaan canggung seperti 'Oh jadi kamu belum menikah?' Atau 'Apakah kamu tidak punya anak' atau 'Mengapa kamu tidak membeli rumah?' Demi Tuhan, itu bukan masalahmu .
7. Selalu buka pintu untuk orang yang datang di belakang Anda. Tidak masalah apakah itu laki-laki atau perempuan. Anda tidak menjadi kecil dengan memperlakukan seseorang dengan baik di depan umum.
8. Jika Anda naik taksi dengan seorang teman, dan ia membayar sekarang, Anda membayar lain kali.
9. Hormati pendapat politik yang berbeda.
10. Jangan pernah menyela pembicaraan orang.
11. Jika Anda menggoda seseorang, dan mereka sepertinya tidak menikmatinya, hentikan dan jangan pernah melakukannya lagi.
12. Ucapkan "terima kasih" ketika seseorang membantu Anda.
13. Puji di depan umum. Mengkritik secara pribadi.
14. Hampir tidak pernah ada alasan untuk mengomentari berat badan seseorang. Katakan saja, "Kamu terlihat luar biasa." Jika mereka ingin berbicara tentang menurunkan berat badan, mereka akan melakukannya.
15. Jika Anda mendapatkan penerbangan panjang atau naik kereta api, mandilah sebelumnya. Orang di sebelah Anda akan menghargainya.
16. Ketika seseorang menunjukkan foto pada ponsel Anda, jangan geser ke kiri atau kanan. Anda tidak pernah tahu apa selanjutnya.
17. Jika seorang kolega memberi tahu Anda bahwa mereka memiliki janji temu dokter, jangan tanya untuk apa, katakan saja harap Anda baik-baik saja. Jika mereka ingin membicarakannya, mereka akan melakukannya dan Anda tidak menempatkan mereka pada posisi yang tidak nyaman karena harus memberi tahu Anda tentang penyakit mereka.
18. Perlakukan pembersih/OB dengan rasa hormat yang sama seperti CEO. Tidak ada yang terkesan betapa kasarnya Anda memperlakukan seseorang di bawah Anda, tetapi orang-orang akan memperhatikan jika Anda memperlakukan mereka dengan hormat.
19. Jika seseorang berbicara langsung kepada Anda dan anda menatap HP maka Anda tidak sopan.
20. Jangan pernah memberi saran sampai Anda diminta.
21. Jangan membuat rencana di depan mereka yang tidak Anda libatkan.
22. Jangan berbicara dengan seseorang jika mereka sedang menggunakan headphone.
23. Ketika bertemu seseorang setelah waktu yang lama, kecuali mereka ingin membicarakannya, jangan tanya umur dan gajinya.
24. Ketika seorang teman / kolega menawarkan Anda makanan, Anda bisa dengan sopan mengatakan TIDAK. Tapi, jangan lakukan ini setelah mencicipi atau menciumnya. Ini merupakan penghinaan bagi orang yang telah menawarkannya kepada Anda.
25. Ketika seseorang mulai berbicara tentang penyakitnya, jangan mulai membicarakan penyakit Anda.
26. Saat seseorang yang Anda kenal memiliki perubahan penampilan yang jelas, mis., Kenaikan / penurunan berat badan, titik botak, jerawat. jangan pernah mengomentarinya sampai mereka membicarakannya dengan Anda, mereka sudah tahu apa yang terjadi pada mereka.
27. Jangan pernah mencium bayi yang bukan milikmu.
28. Pikirkan urusan Anda sendiri kecuali jika ada sesuatu yang melibatkan Anda secara langsung - jangan ikut campur.
29. Jangan melihat setiap posting di Facebook sebagai peluang untuk berdebat / berdebat, bahkan jika tidak sesuai dengan pandangan atau keyakinan Anda.
*Tetap Rendah Hati*
Semangat pagi......💪💪
Minggu, 10 Februari 2019
JENIS JENIS PENDEKATAN PRICING MENU MANA YANG COCOK BUAT ANDA
JENIS JENIS PENDEKATAN PRICING MENU
MANA YANG COCOK BUAT ANDA /
1. Subjective Price, menetapkan harga berdasarkan intuisi dan pengetahuan kebutuhan konsumen. Seolah memahami kebutuhan dan wants konsumen akan harga menu yang akan di jual. Beberapa sering kali rugi atau bahkan untung karena terjadi kesenjangan akan realita. Ada yang dengan heroik menjual ayam harga 10K atau sepotong dorry dengan harga 70 K. Kadang seorang marketer yang tahu kebutuhan konsumen memakai cara ini.
2.Reasonable Price, menganggap nilai adil dan setara terhadap value yang diberikan. Jadi jika memang kwalitas ayam yang dijual adalah ayam kampung maka fairness dan equitable nya memang mahal. Ayam kampung sangat langkah dan sehat sebagai alasan nya.
3.Highest Price , menetapkan harga tertinggi dimana konsumen rela membayarnya. Pada produk fish n chip misalnya, ketika resto Internasional menetapkan menu dengan price 90 K, maka jika kelas diturunkan ke segment midlle, kira kira level willing highest price konsumen bisa jadi di angka 45 or 50 K.
4. Intuitif Price, yakni menetapkan harga menu dengan cara tebakan, asumsi dan dugaan.
5. Loss Leader price, adalah menetapkan harga rendah yang tidak wajar dengan tujuan bring in/ mendatangkan konsumen sehingga restaurantnya ramai. Metode price sangat populer digunakan UKM yang terutama main di red ocean. Pada Ayam geprek metode ini paling favorite sehingga muncul menu harga murah banget yang tidak masuk akal. warung mie, bakso dan nasi padang sering dijumpai harga yang murah pakai banget. Misal Rp 5000, 6000,7000 dan lebih murah lagi. Tujuannya agar konsumen datang dan ramai.
6. Analisa base on activity, sebenarnya cara keenam ini adalah methode pendekatan yang sering kali saya ajarkan di kelas saya karena mengingat terjadi perubahan model bisnis dunia usaha kuliner yang tidak sekedar sebuah warung kecil yang masak pagi tutup sore hari, tapi jaringan resto yang kompleks melibatkan supply chain dari farmer to fork. Semua activitas dianggap biaya yang akan dibebankan pada harga pokok produk sehingga perhitungannya benar benar aman dari potensi missing dan tebak tebakan. Analisa ini juga dibuat agar key performa usaha kuliner dengan indikator cepat,efisien dan manfacturable bisa dipenuhi. Tiap tahapan berdampak terhadap harga disertai asumsi dan dasar setiap unit bisnis memiliki optimal/maksimal kapasitas yang harus dipenuhi. Penetapan biaya bisa berupa biaya tetap dan variable.
Memang cara ini agak sedikit ruwet di awal, tapi pada akhirnya semua memahami performa pricing dan tingkat efisiensinya. Jika cara ini digunakan maka data real harga produk terdokumentasi dengan baik. Contoh, karena ayam bakar prosesnya butuh membakar yang lama, maka ayam bakar harus lebih mahal dari ayam goreng. Menyajikan sambal mentah perlu ketepatan holding time sehingga diperlukan sense khusus pembuat sambal, maka bisa jadi sambal mentah harganya lebih mahal, karena konsep resto yang diusung adalah fine dining maka pricingnya juga tidak boleh sama dengan menu paketan yang kenyang karena ada beda servis. Ataupun jualan kopi dengan take away harus dibebankan biaya kemasan.
Dengan cara ini tiap Produk punya rendemen sendiri
Yuyun Anwar
Sabtu, 05 Januari 2019
Sapi Panggang tahap lanjut!
Sapi Panggang tahap lanjut!
BAHAN:
1 kg daging bagian Round/Topside
80 gr bayam beku, dicairkan
50 gr keju cottage
1/6 paprika
garam
merica
1 Meter benang khusus untuk memasak
minyak zaitun
.
Mentega berempah:
50 gr mentega
1 sdm garam berempah
1 sdm moster whole grain
.
CARA MEMBUAT:
1. Pipihkan daging sapi sampai ketebalannya sama (sekitar 1cm tebal)
2. Letakkan bayam, keju cottage dan paprika di atas daging sapi dan gulung rapat. Ikan gulungan daging dengan benang dan bumbui dengan garam dan merica.
3. Masak daging sapi di atas api sedang dengan minyak zaitun. Begitu permukaan dagingnya berwarna kecokelatan, pindahkan ke loyang.
4. Panggang di oven selama 40 menit pada suhu 200℃.
5. Campurkan bahan untuk mentega berempah dan aduk rata.
6. Setelah daging masak, tuangkan mentega berempah ke atas daging dan tutup dengan kertas aluminum. Sisihkan selama 10-15 menit.
7. Iris dan sajikan bersama mashed potato dan sayuran lainnya.
.
.
.
Kamis, 03 Januari 2019
BAKSO SAPI
BAKSO SAPI
Bahan:
500 gram daging sapi tanpa lemak
150 gram es batu, hancurkan
50 ml putih telur
3 siung bawang putih, iris tipis, digoreng
3-5 siung bawang putih, haluskan
2 sdt garam (15 gram)
1/2 sdt soda kue (bisa juga baking powder)
100 gram tepung sagu tani/tapioka (ukuran tepung terkadang berbeda-beda sesuai selera masing-masing saja)
Air dalam panci untuk merebus bakso.
Cara membuat:
1. Potong-potong daging agar lebih mudah dihaluskan. Masukkan dalam blender daging atau food processor (FP) beri setengah bagian es batu. Giling hingga halus. Masukkan putih telur, bawang putih goreng, bawang putih halus, garam dan sisa es batu. Giling lagi hingga benar-benar halus.
2. Masukkan tepung sagu tani/tapioka dan soda kue (atau baking powder), giling lagi hingga menjadi adonan pasta yang lembut dan mulus.
3. Didihkan air dalam panci untuk merebus. Setelah mendidih, matikan api (atau pakai api yang kecil sekali agar air jangan bergolak mendidih cukup hanya panas saja).
4. Ambil segenggam adonan bakso kemudian kepalkan tangan dan tekan jemari hingga adonan menyembul keluar dari sela ibu jari dan telunjuk, celupkan sendok ke air dingin (tujuannya agar sendok tidak lengket ke adonan) kemudian angkat bulatan adonan dengan sendok dan masukkan ke dalam air panas dalam panci. Bisa juga dibulatkan dengan bantuan 2 buah sendok teh. Lakukan hingga adonan habis. Biarkan bakso sampai mengambang, kemudian nyalakan/besarkan sedikit apinya dan masak kembali dengan air mendidih kecil selama 5 menit agar bakso matang sempurna.
5. Siapkan air dingin dalam wadah/baskom, angkat bakso yang sudah matang dari panci dan masukkan ke dalam air dingin. Biarkan hingga dingin. Tiriskan dan bakso siap dipakai.
6. Bakso fresh tanpa pengawet hanya tahan seharian saja di suhu ruang, tahan seminggu dalam suhu kulkas/chiller dan tahan hingga 2-3 bulan dalam suhu beku/freezer.
Tips:
- Soda kue (atau baking powder) fungsinya untuk membantu bakso mempunyai pori halus di dalamnya. Adanya pori ini membantu bakso menyerap bumbu-bumbu dan kaldu dalam kuahnya sehingga rasanya lebih enak.
- Jika menginginkan bakso dengan tekstur yang lebih renyah, bisa juga dicampur dengan sedikit fillet dada ayam. Misalnya 400 gram daging sapi dan 100 gram fillet dada ayam. Tapi saya hanya menggunakan full daging sapi saja.
- Pada saat membulatkan adonan, telapak tangan bisa dioles dengan sedikit minyak goreng agar adonan tidak terlalu lengket di tangan. Kepal-kepal dulu dengan tangan agar permukaan adonan mulus sebelum digenggam dan ditekan keluar.
- Jangan memasukkan bakso langsung ke dalam air yang bergolak mendidih karena air yang sedang bergolak akan merusak permukaan bakso sehingga hasilnya jadi tidak mulus. Bakso yang matang secara perlahan juga teksturnya jadi lebih baik. Ketika bakso sudah mengambang semua baru didihkan.
- Jumlah bulatan bakso yang dihasilkan tergantung ukuran bakso yang dibuat, semakin kecil bulatannya semakin banyak jumlahnya, hehee...
- Jika akan menyimpan bakso dalam kulkas atau freezer, simpan dalam plastik atau zipper bag yang tertutup rapat agar bakso tidak menjadi kering.
Untuk kuah baksonya, Paling nikmat memang kuahnya dibuat dari kaldu tulang kaki sapi dan juga ditambah dengan daging tetelan sapi. Bumbunya standar saja bawang putih, bawang merah, garam, gula pasir, merica bubuk, pala bubuk atau ditambah kaldu bubuk bila suka.