Buku 12 Week Year ini adalah buku tentang eksekusi. Bagaimana kita menyelesaikan lebih banyak hal dalam waktu yang lebih sedikit.
Banyak orang tidak berhasil mencapai potensi maksimalnya bukan karena kurangnya pengetahuan, melainkan karena kurangnya tindakan.
Banyak tahu, sedikit melakukan.
Banyak mengumpulkan ilmu, sedikit mengamalkan.
Akibatnya, tidak ada pencapaian yang berarti dalam hidupnya.
Keinginannya banyak, impiannya besar, namun tidak melakukan apa-apa.
Perbedaan antara orang-orang yang sukses dan mereka yang rata-rata ada di eksekusi rencana.
Mengapa banyak orang tidak bertindak? Ada banyak alasan. Namun alasan terbesar dan terkuat adalah sikap menunda-nunda.
Menganggap besok masih ada waktu.
Nanti saja juga bisa.
Ini semua terjadi karena kita menganggap waktu yang kita miliki masih panjang, masih lama.
Mengerjakan skripsi adalah contoh menarik.
Banyak yang menunda-nunda. Karena menganggap waktunya masih panjang.
Menariknya, begitu waktu sudah mepet - tiba-tiba kita punya kekuatan dan kemampuan untuk menyelesaikan skripsi tersebut.
Ada keajaiban di balik waktu mepet 😁
Ini juga yang menyebabkan, produktivitas tahunan di perusahaan lebih banyak terjadi di tiga bulan terakhir menjelang tutup buku.
Tiga bulan sebelum tutup buku, tiba-tiba karyawan menjadi produktif. Mengejar target penjualan tahunan, menyelesaikan laporan-laporan yang tertunda 9 bulan sebelumnya, dan berbagai produktivitas lainnya.
Pekerjaan satu tahun seakan-akan tuntas dikerjakan dalam tiga bulan saja.
Pekerjaan 12 bulan, selesai dalam 12 minggu.
Inilah paradigma yang digunakan dalam buku ini.
Mengubah time frame setahun 12 bulan menjadi 12 minggu.
Kenapa ini berhasil, setidaknya karena tiga alasan.
Pertama, banyak resolusi tahunan yang tidak efektif. Setelah lewat tiga bulan rata-rata kita kehilangan fokus.
Kedua, alasan di atas - secara fakta 3 bulan terakhir sebelum tutup buku adalah waktu paling produktif di perusahaan.
Ketiga, meniru periodisasi atlit. Sebelum pertandingan, para atlit akan masuk periode latihan intensif selama 3 bulan. Periode waktu ini terbukti efektif meningkatkan target performance para atlit.
Jadi, sederhananya, apa target tahunan Anda? Menulis buku? Menghasilkan omset 1 M? atau apa? Ubah tenggat waktunya menjadi 12 minggu alih-alih 12 bulan.
Kalaupun tidak tercapai, saya yakin hasilnya jauh lebih besar daripada tiga bulan normal biasanya.
*Pembelajaran 1*
Mengapa sebagian besar orang mampu mencapai lebih banyak sementara sebagian besar lainnya tidak pernah mencapai apa yang sebenarnya mereka mampu capai?
Apa yang akan berbeda bila Anda mampu mewujudkan potensi Anda seutuhnya?
Bagaimana hidup Anda akan berubah bila Anda berhasil menggunakan potensi Anda seluruhnya?
Apa yang akan berbeda dalam enam bulan, tiga tahun dan lima tahun yang akan datang bila setiap hari Anda mampu melakukan yang terbaik dalam bidang Anda?
Menjadi diri terbaik Anda, bukankah ini menarik? Apa yang perlu Anda lakukan untuk menjadi versi terbaik dari diri Anda?
Sering kali masalahnya bukan pada pengetahuan. Bukan pada apa yang Anda tidak ketahui. Masalahnya ada di eksekusi. Bagaimana Anda menerapkan apa yang sudah Anda ketahui.
Buku 12 Week Year ini adalah buku tentang eksekusi. Bagaimana kita menyelesaikan lebih banyak hal dalam waktu yang lebih sedikit.
Banyak orang tidak berhasil mencapai potensi maksimalnya bukan karena kurangnya pengetahuan, melainkan karena kurangnya tindakan.
Banyak tahu, sedikit melakukan. Banyak mengumpulkan ilmu, sedikit mengamalkan. Akibatnya, tidak ada pencapaian yang berarti dalam hidupnya.
Keinginannya banyak, impiannya besar, namun tidak melakukan apa-apa.
*Pembelajaran 2*
Perbedaan antara orang-orang yang sukses dan mereka yang rata-rata ada di eksekusi rencana.
Mengapa banyak orang tidak bertindak? Ada banyak alasan. Namun alasan terbesar dan terkuat adalah sikap menunda-nunda.
Menganggap besok masih ada waktu. Nanti saja juga bisa.
Ini semua terjadi karena kita menganggap waktu yang kita miliki masih panjang, masih lama.
Mengerjakan tugas misalnya. Banyak yang menunda-nunda. Karena menganggap waktunya masih panjang. Menariknya, begitu waktu sudah mepet - tiba-tiba kita punya kekuatan dan kemampuan untuk menyelesaikan tugas tersebut.
Ini juga yang menyebabkan, produktivitas tahunan di perusahaan lebih banyak terjadi di tiga bulan terakhir menjelang tutup buku. Tiga bulan sebelum tutup buku, tiba-tiba karyawan menjadi produktif. Mengejar target penjualan tahunan, menyelesaikan laporan-laporan yang tertunda 9 bulan sebelumnya, dan berbagai produktivitas lainnya. Pekerjaan satu tahun seakan-akan tuntas dikerjakan dalam tiga bulan saja. Pekerjaan 12 bulan, selesai dalam 12 minggu.
Inilah paradigma yang digunakan dalam buku ini.
Mengubah time frame setahun 12 bulan menjadi 12 minggu.
Kenapa ini berhasil, setidaknya karena tiga alasan.
Pertama, banyak resolusi tahunan yang tidak efektif. Setelah lewat tiga bulan rata-rata kita kehilangan fokus.
Kedua, alasan di atas - secara fakta 3 bulan terakhir sebelum tutup buku adalah waktu paling produktif di perusahaan.
Ketiga, meniru periodisasi atlit. Sebelum pertandingan, para atlit akan masuk periode latihan intensif selama 3 bulan. Periode waktu ini terbukti efektif meningkatkan target performance para atlit.
Fokuskan perhatian Anda pada salah satu area hidup dalam 1-3 bulan ke depan dapat menciptakan hasil-hasil yang luar biasa secara cepat. Ini adalah ketidakseimbangan yang sengaja kita ciptakan.
Jadi, sederhananya, apa target tahunan Anda? Menulis buku? Menghasilkan omset 1 M? atau apa? Ubah tenggat waktunya menjadi 12 minggu alih-alih 12 bulan.
Kalaupun tidak tercapai, saya yakin hasilnya jauh lebih besar daripada tiga bulan normal biasanya.
*Pembelajaran 3*
Di dalam otak kita terdapat sebuah bagian yang bernama amigdala. Bagian ini bereaksi negatif terhadap rasa takut, ketidakpastian dan ketidaknyamanan. Saat kita mulai merencanakan masa depan, muncul emosi-emosi semacam ini dan amigdala pun mulai bereaksi secara negatif. Akibatnya kita pun memutuskan untuk tidak bertindak demi menghindari risiko. Di sisi lain, otak kita memiliki bagian yang bernama Pre-frontal Cortex (PFC). Bagian ini berfungsi dalam pengendalian diri dan pengambilan keputusan.
Beruntungnya otak memiliki sifat plastis (neurolasticity). Artinya, otak – seperti otot – dapat berubah dan semakin kuat bila dilatih dengan baik. Bila kita melatih PFC dengan baik, ini akan membantu kita dalam mengambil tindakan.
Bertindak membutuhkan pengorbanan. Inilah sebabnya untuk bertindak kita membutuhkan alasan yang sangat kuat. Anda perlu alasan yang sangat kuat. Anda perlu visi besar yang akan menciptakan gairah untuk bertindak. Inilah pentingnya kita memiliki visi yang jelas dan menarik. Visi ini akan menarik kita untuk bertindak dan melakukan pengorbanan-pengorbanan jangka pendek demi keuntungan jangka panjang.
*Pembelajaran #4*
Hasil-hasil jangka panjang tercipta oleh tindakan dan keputusan yang kita ambil setiap hari. Agar tindakan dan keputusan harian kita terarah, maka kita perlu membuat perencanaan tertulis.
Perencanaan terbaik adalah perencanaan 12 pekan.
1. Lebih terprediksi. Semakin panjang jangka waktu perencanaan Anda, semakin besar kemungkinan penyimpangannya.
2. Lebih fokus. Rencana 12 pekan menciptakan kemendesakan. Ini akan membantu Anda terfokus dalam 12 pekan ke depan.
3. Lebih terstruktur. Anda dapat memecah visi besar Anda dalam tujuan-tujuan 12 pekan yang lebih kecil.
Perencanaan ini harus berbasis aktivitas, berorientasi tindakan. Rencana yang sederhana namun terstruktur dengan baik.
Bagaimana caranya?
1. Tetapkan 1-3 tujuan 12 pekan Anda. Pastikan tujuan ini spesifik, kongkrit, dan terukur.
2. Tetapkan taktik – rencana tindakan yang akan Anda lakukan untuk mencapai tujuan-tujuan ini.
3. Gunakan template berikut sebagai panduan Anda.
*Pembelajaran 5*
Rencana tanpa pengendalian adalah sumber dari penyimpangan. Kita perlu mengendalikan proses supaya rencana yang kita buat terlaksana. Bentuk yang direkomendasikan adalah menjadwalkan perencanaan pekanan. Tetapkan hari dan waktu khusus 15-20 menit untuk melakukan hal ini. Misalnya setiap Jum’at pagi. Apa yang kita lakukan 15-20 menit ini?
• Koneksikan diri Anda dengan visi jangka panjang Anda.
• Lihat kembali bagaimana tujuan 12 pekan Anda membantu perwujudan visi jangka panjang Anda.
• Evaluasi tindakan dan hasil satu pekan ke belakang.
• Rencanakan tindakan satu pekan ke depan.
Eksekusi terjadi secara harian dan pekanan, bukan bulanan atau tahunan.
*Pembelajaran 6*
Apa yang membuat sebuah pertandingan menarik? Apa yang membuat pemainnya termotivasi? Jawabannya adalah adanya skor (penilaian). Tanpa skor, pertandingan tidak akan menarik. Tanpa skor pemain tidak akan termotivasi untuk menang.
Dalam eksekusi rencana, kita pun perlu mencatat skor. Ini memiliki tiga manfaat:
1. Cek realitas. Skor berfungsi membuat Anda terhubung dengan realitas. Berapa banyak tindakan yang benar-benar sudah Anda ambil? Berapa banyak hasil yang sudah tercipta?
2. Umpan balik kinerja. Indikator yang menjawab pertanyaan: apakah Anda sudah bekerja dengan baik untuk mewujudkan tujuan Anda?
3. Membangun self-esteem. Mencatat kemajuan dan pencapaian-pencapaian kecil akan membangun self-esteem dan kepercayaan diri Anda.
Apa yang diukur?
Ada dua indikator:
1. Lag indicator – hasil.
2. Lead indicator – proses/usaha.
Misal, Anda mau menulis buku. Target 250 halaman. Maka, indikator yang dapat Anda pakai misalnya:
1. Lag indicator – berapa halaman yang sudah Anda tulis.
2. Lead indicator – berapa menit Anda menulis.
Untuk sukses, setidaknya Anda perlu mencapai skor 85% dari rencana Anda.
*Pembelajaran 7*
Kunci mencapai tujuan adalah adanya tindakan harian. Anda perlu meluangkan waktu khusus untuk mencapai tujuan Anda. Setidaknya Anda perlu menyisihkan 1-3 jam setiap hari. Jangan hanya menggunakan waktu luang. Block waktu Anda untuk tiga hal berikut:
1. Strategic block – waktu khusus untuk mengeksekusi taktik yang sudah Anda tetapkan. Waktu untuk melakukan aktivitas yang berdampak tinggi pada pencapaian tujuan 12 pekan Anda.
2. Buffer block – waktu khusus untuk menuntaskan hal-hal non produktif (misal yang bersifat administratif)
3. Breakout block – waktu khusus untuk rehat/beristirahat. 100% tanpa pekerjaan. Agendakan 3 jam per pekan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar