Rabu, 30 Mei 2018

How to Fail at Almost Everything and Still Win Big

Scott Adams, pencipta komik Dilbert, menulis sebuah buku yang menarik: How to Fail at Almost Everything and Still Win Big. Di dalam buku ini dia membuat hipotesis yang cukup mencengangkan: pecundang menetapkan goal, pemenang menggunakan sistem.

Misalnya: menurunkan berat badan 2 kg adalah goal sementara makan makanan dengan indeks glikemik rendah adalah sebuah sistem. Dalam jangka panjang, sistem akan selalu menang melampaui goal. Karena goal di luar kendali kita, sementara sistem ada di dalam kendali kita.

Katakanlah kita diberi dua pilihan makanan: sepiring pasta (fettuccini atau sphageti misalnya) dan kentang putih. Mana yang akan kita pilih untuk menjaga tubuh kita tetap ramping?

Menarik, Scott menanyakan hal ini ke 90 manajer senior di sebuah perusahaan teknologi. 88 dari mereka memilih kentang putih.

Ini adalah jawaban yang salah. Pasta memiliki indek glikemik yang lebih rendah dibandingkan kentang (GI-nya hanya 40)! Artinya, jauh lebih melangsingkan dibanding kentang (GI-nya mendekati 80).

Jadi, sistem dibuat berbasis data dan pengetahuan. Bukan sekadar kemauan/keinginan. Sementara sebagian besar goal tidak didasarkan pada data dan pengetahuan, hanya kemauan/keinginan. Wajar, bila orang hanya menetapkan goal, mereka cepat lelah mengejarnya.

Dengan sistem, kita secara bertahap mengurangi ketergantungan pada willpower/kemauan. Kita menggantikannya dengan pengetahuan.

Blogging adalah sistem, menghasilkan buku adalah goal. Keahlian menulis memerlukan latihan. Maka bagian dari sistem ini adalah berlatih secara teratur. Untuk menjadi penulis berkualitas rendah yang tidak dikenal menjadi penulis berkualitas tinggi yang dikenal Anda perlu berinvestasi untuk melatih diri Anda. Anda perlu melakukan blogging.

Goal membatasi pilihan, sementara sistem meningkatkan peluang tanpa dibatasi oleh pilihan.

Jadi, Scott Adams mendefinisikan Goal dan Sistem sebagai berikut:

Goal = tujuan spesifik yang entah akan tercapai atau tidak di masa depan.

Sistem = sesuatu yang Anda lakukan secara teratur yang meningkatkan peluang sukses Anda dalam jangka panjang.

Menetapkan goal itu menurut Scott memiliki beberapa efek samping.

- Menghabiskan seluruh waktu untuk memikirkan hal yang belum terjadi.
- Ketika gagal, merasa tidak mampu; tidak berharga. Self esteem-nya rusak.
- Melakukan hal yang tidak etis demi pencapaian goal-nya.
- Perasaan berat dan tidak happy.
- Saat tercapai kita merasa puas, namun sebentar kemudian kita kehilangan arah.

Jika Anda melakukannya setiap hari, itu adalah sistem.
Jika Anda menunggu untuk mencapainya suatu hari di masa depan, itulah goal.

Hipotesis dari Scott Adams, orang yang sukses adalah orang yang mengikuti sistem bukan sekadar menetapkan goal.

Melakukan maraton 42K kurang dari 4 jam, ini goal.
Berlatih setiap hari adalah sistem.

Menghasilkan 1 milyar pertama adalah goal.
Menambah jumlah lead setiap hari adalah sistem.

Sistem yang dipakai Mark Zuckenberg misalnya: belajar keras dan membangun keahliannya di bidang teknologi. Sistem inilah yang "menggaransi" kesuksesannya. Pada akhirnya, kekayaannya muncul melalui Facebook karyanya. Katakanlah dia tidak menciptakan Facebook, dia sangat mungkin menjadi kaya melalui bisnis teknologi lainnya atau setidaknya menjadi seorang teknisi jenius dengan bayaran tinggi di sebuah korporasi. Sistem yang dimiliki Zuckenberg memungkinkan dia menggapai itu semua.

Sistem yang dilakukan oleh Warren Buffet adalah secara teratur membeli saham perusahaan yang dinilai terlalu rendah, kemudian menahannya dalam jangka panjang sehingga nilainya meningkat. Bandingkan dengan investor lain yang membeli saham untuk mendapatkan 20% di tahun depan, ini adalah goal. Hasilnya tidak sebagus yang dilakukan Buffet kan?

Jadi ciri sistem (kesimpulan saya):
1. Berbentuk aktivitas.
2. Dilakukan secara teratur dan konsisten dalam jangka panjang.
3. Meningkatkan peluang sukses di masa depan meskipun dilakukan oleh orang rata-rata.

Nah, apakah bertentangan dengan goal? Kalau opini saya sih tidak. Selama kita tidak melekat dengan goal kita dan mengijinkan peluang terwujudnya hal-hal yang melampaui goal yang kita tetapkan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar