Apa yg menyebabkan kita malas beres-beres? Satu sebab utama adalah karena banyaknya barang yg menumpuk. Lalu, apa penyebab barang menumpuk? Penyebab utamanya adalah pembelian impulsif. Mendadak ingin beli saat melihat barang. Sehingga kita banyak membeli barang yg sebenarnya tidak kita butuhkan.
Intinya adalah sikap boros.
Boros bukanlah membeli barang mahal. Boros adalah membeli barang yg tidak kita butuhkan.
Sikap boros ini membuat pola konsumsi kita menjadi tak logis. Akibatnya kita tidak punya uang utk ditabung. Padahal bila konsumsi kita logis, kita bisa menyisihkan uang untuk ditabung dan diinvestasikan.
Impulsif = keinginan sesaat.
Ruangan di rumah kita memiliki nilai uang. Bila kita menggunakan ruang untuk menyimpan barang yg tidak diperlukan itu artinya pemborosan ruang. Pemborosan ruang berarti pemborosan uang.
Bayangkan bila kita punya ruangan dg harga Rp.5juta/meter persegi. Bila kita gunakan ruangan seukuran 1 meter persegi itu utk menyimpan barang yg tidak diperlukan, artinya kita sedang menyia-nyiakan uang 5juta tsb.
Kaya bukanlah memiliki banyak barang mahal (tapi kemudian kita tidak punya uang cash). Kaya adalah memiliki uang cash meskipun tdk punya barang mahal.
Ada sebuah kesimpulan menarik dari Osamu Haneda: orang yg kamarnya berantakan cenderung telat membayar sewa.
Sementara menurut Mitsuhiro Masuda: kamar yg kotor menarik aura negatif yg menarik kesialan. Sementara kamar yg bersih menghilangkan aura negatif ini dan memperbaiki nasib.
Berbenah mengubah kebiasaan dan akhirnya akan mengubah pribadi kita.
Berbenah memiliki efek kupu-kupu. Perubahan kecil ini akan memicu perubahan besar di masa datang.
Mengapa kita senang menyimpan barang?
Secara psikologis:
1. Endowment Effect
Kondisi ketika kita menganggap semua barang yg kita miliki sangat tinggi nilainya (padahal nyatanya tidak). Ini menciptakan keterikatan.
2. Sunk-cost Falacy
Merasa sayang membuang barang karena biaya yg sudah kita keluarkan di masa lalu.
3. Status Quo Bias
Malas berubah.
Membuang barang tidak berarti membuang kenangan. Membuang barang artinya melepaskan masa lalu.
Kriteria menentukan apakah barang tsb perlu disimpan:
1. Kebutuhan: apakah saya menggunakannya sekarang? (Jangam terjebak pada 'nanti')
2. Waktu: apakah saya punya waktu utk menggunakannya?
3. Perasaan: apakah memunculkan rasa bahagia saat memegangnya?
4. Nilai: apakah meningkatkan nilai diri kita?
5. Tempat: apakah kita memiliki ruang untuk menyimpannya?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar