Sabtu, 26 Mei 2018

FRUSTASI MENGEJAR IDOLA

FRUSTASI MENGEJAR IDOLA

Oleh: Anke DS, Kyai Marketing Indonesia.

Saat SMA kita memajang tokoh idola kita di dinding kamar. Kalau cowok, tokoh idolanya biasanya atlit idaman, pembalap atau sejenisnya, sesuai hobi kita. Berusaha kita menirunya, dari gaya rambut, gaya berpakaian, bahkan gaya jalannya.  Semakin kita tiru justru  terlihat makin " wagu".

Jelang dewasa memasuki dunia kerja, kita pun kenal dengan sosok pebisnis hebat semacam Steve Jobs, Larry Page, atau Elon Musk. Di tingkat lokal mungkin kita mengidolakan Chairul Tanjung atau Erick Tohir. Kita membaca birografi mereka di berbagai media dan kita pun ingin seperti mereka. Namun makin hari, kemiripan nasib bukannya mendekat malah kayak kian menjauh. " Ndak sugih-sugih kayak mereka ya!". Bisnis kita ya gini-gini aja, berkutat di cashflow yang kembang-kempis terutama saat mau bayar THR begini. Apa yang salah?

IDOLA YANG MENYIKSA.
Mengidolakan kesuksesan seseorang memang bisa membuat kita termotivasi. " Jika dia bisa melakukannya, aku pun bisa ! " Teriakku. Namun kita lupa bahwa kesuksesan adalah nasib, bukan murni usaha. Memang jalannya suksesnya dia seperti itu, tidak bisa dicopy lagi meski kita melakukan hal yang sama.

Sejarah telah mencatat, dalam satu dekade hanya muncul satu " men of the century" dan " company of the century".  Ada Bill Gates dengan Microsoftnya dan sekarang ada Jack Ma dengan Alibabanya. Hampir semua startup ingin menjadi Alibaba, " Nggak akan bisa", kata saya. Memang sudah nasibnya Jack Ma dan Alibaba menjadi men of the century dan company of the century.  Ibarat lari kita sudah kalah start sejauh- jauhnya dengannya.

Saya pun ingin Bakso Bom Mas Erwin seperti Bakso Lapangan Tembak atau Es Teler 77. Namun setelah saya pikir-pikir, itu gak mungkin jika model bisnis Bakso Bom masih mirip mereka.  Men of the century dan company of the century baru akan menjadi milik kita jika kita melakukan lompatan besar dalam inovasi dan kreatifitas. Sedang Bakso Bom..ehmm lompatan inovasinya masih terbatas pada produk bukan model bisnis.

Pertanyaannya berarti: " Seberapa inovatif model bisnis saya saat ini?" Jika jawabnya tidak terlalu inovatif bahkan hanya meniru, ya meski kita ngotot dan kerja 24jam pun, saya jamin tidak akan kita bisa menyalip mereka .

Lantas gimana?

UKM ITU GAK USAH KUATIR MASA DEPAN
Masa depan itu mau dikuatirkan atau tidak dikuatirkan tetap akan terjadi. Menjadi perusahaan yang bukan apa apa, seperti  punya saya dan mungkin juga punya Anda lebih mudah karena apa yang mau dikuatirkan dari " tidak punya apa apa" dan " bukan siapa-siapa".

Itulah keunggulan inti kita sebagai UKM. Kita bisa  berpikir bebas dan bertindak bebas karena beban kerugiaan kita kecil. Tidak seperti konglomerat idola kita itu. " Mau bangkrut ya sudahlah bangkrut, cuma bisnis sekeping emas, besok bikin bisnis lainnya". kataku. Sehingga kita tidak takut melangkah.  Kalau Anda UKM takut melangkah berarti aneh, wong gak punya harta banyak ngapain juga takut kehilangan?

Orang kelas menengah seperti kita, paling mentok nanti kalau pensiun cuma punya rumah 2 mobil 1/2 dan deposito yah mungkin Rp. 2-5 milyar buat menyambung hidup. Kalau pun itu hilang semua, gak terlalu  berpengaruh. " What difference?" Nothing lah..Kaya kita nanggung banget brader...

Tenggelamkan saja semua untuk mengejar mimpi dan keyakinan bisnis kita. Tabungan kita ya bisnis yang kita jalani sekarang ini. Lakukan reinvestasi terus agar skala bisnisnya bisa naik. Jangan pindah fokus invest ke properti dll, nanti gak muter modalnya.

MULAI DARI MENOLONG ORANG DI SEKITAR KITA.

Oleh karena mengejar mimpi kesuksesan seperti idola kita membuat capek hati dan pikiran, maka geserlah fokus kita ke tujuan yang lebih kecil dan terjangkau.  Apa itu? Yakni membantu orang sekitar kita terlebih dahulu.

Apa yang mereka keluhkan...
Apa yang mereka resahkan...
Apa yang mereka komplainkan...

Itulah bisnis kita. Seperti kata Jack Ma " Di dalam tiap komplain disitu ada peluang bisnis". Orang Jakarta komplain susah makan bakso yang bisa dipercaya, maka saya buatlah Bakso Bom Mas Erwin

Orang Jakarta komplain, " kok susah banget ya cari tukang bangunan yang mau ngerjain perbaikan kecil dan langsung datang jika diminta" Maka saya buatkan Mastukang Online.

Orang komplain " Mau treatment ke Skinclinic kok mahal banget ya ". Maka kumasuk bisnis Bella Jelita Skinclinic ( www.bellajelita.com) bersama partner cantikku Bu Vera Diane. Kami bisa jual treament berkelas dengan harga 30-50% lebih murah di Bella Jelita.

Wis lah hidup dan bisnis kita mulai dari yang target kecil dan terjangkau saja.  Tidak usah muluk-muluk ingin jadi Elon Musk dengan Teslanya. Cukuplah buat aktivitas menunggu waktu bedug Magrib dan cukup buat menghidupi anak istri saja.

Lagian harta juga gak dibawah mati...kecuali disedekahkan.

Salam berkah.
Wassalamulaikum wr wb.
Anke Ds, Kyai Marketing Indonesia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar